HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Rasa Rindu Ozil


__ADS_3

"Yee! Pahlawan kita sudah datang!" seru salah satu karyawan, begitu melihat Ozil turun dari mobil. Kedatangan pemuda itu kembali ke kantornya memang sudah ditunggu oleh orang orang yang bekerja di sana. Meski Mereka semua sudah menjenguk Ozil di rumah sakit, tapi tetap kembalinya Ozil ke tempat kerja mereka cukup membuat mereka senang.


Ozil sebenarnya juga mendapat tawaran pekerjaan yang lebih bagus dati keluarga para wanita yang dia tolong, tapi dengan halus Ozil menolaknya. Selain dia sudah nyaman dengan tempat kerjanya di sini, Ozil juga ada niat ingin membuka usahanya sendiri sesuai cita citanya. Karena itulah, Ozil lebih banyak menerima hadiah berupa uang sebagai tanda terima kasih.


"Selamat datanng kembali pahlawanku," seru Mbak Lisa dengan genitnya. Bahkan dia tidak segan langsung memeluk Ozil.


"Ya elah, nih janda, genit banget," celetuk Santos, rekan kerja Mbak Lisa. "Pake peluk peluk segala lagi. Peluknya jangan lama lama, gantian. Ada orang tuanya Ozil tuh.""


Mbak Lisa hanya mencebikan bibirnya dan kembai mengucapkan sepatah kata sebagai ungkapan senang. Begitu juga dengan Mbak Rini, wanita itu juga menyambut Ozil dengan memberi pelukan. Sejatinya kedua wanita itu juga sebenarnya merindukan sodokan batang Ozil juga, makanya kedua janda itu begitu senang Ozil kembali dan memilih tetap bekerja di sana.

__ADS_1


Kedatangan Ozil dan orang tuanya, sangat di sambut hangat oleh para karyawan yang bekerja di sana. Mbak Anin dan kedua anaknya juga berada di tempat yang sama, ikut menyambut pemuda itu. Ozil pun disana langsung membagikan ceritanya kepada semua orang yang berkumpul pada satu ruangan.


"Sayang sekali ya? Dokter Sakurata malah kabur entah kemana," celetuk Mbak Rini. "Banyak yang nggak nyangka loh, kalau seorang dokter dari kalangan orang kaya, bisa terlibat kayak gitu."


"Iya, yah. Ternyata penjahatnya malah orang yang dekat dengan mereka," sambut karyawan lain. "Padahal dokter Sakurata udah menerima bayaran yang sangat mahal dari para orang kaya itu. Kok tega teganya membantu si dukun menculik keluarganya demi sebuah hobby dan rasa penasaran."


"Apa mungkin dia sudah kembali ke jepang?" ucap Mbak Anin. "Kamu harus hati hati loh, Zil. Takutanya dia dendam sama kamu."


Hingga tanpa terasa, kini dua hari sudah berlalu, orang tua Ozil bahkan sudah pulang karena keadaan Ozil memang sudah sangat membaik meski dia belum melakukan pekerjaannya. Di kamarnya, Ozil lebih banyak bengong dan bermain ponsel. Selain bermain game, pemuda itu juga selalu setia menunggu kabar dari para wanita yang sudah lima hari ini tidak menampakkan wujudnya dalam bentuk hantu.

__ADS_1


Karena merasa suntuk berada di kamar, akhirnya Ozil memutuskan keluar untuk mencari hiburan tersendiri dan mencari makan tentunya. Meskipun Ozil sudah mendapatkan penawaran dari Mbak Lisa dan Mbak Rini kalau butuh apa apa tinggal bilang pada mereka, tapi Ozil memilih tidak ingin merepotkan dua janda itu. Sama seperti dua janda, Ozil juga sebenarnya ingin main ranjang bersama dua janda itu lagi, tapi tidak untuk saat ini. Mungkin besok atau lusa, Ozil baru akan main ke rumah dua janda itu secara bergantian.


Suasana kantor sudah cukup sepi. Kebetulan saat itu juga udah menjelang petang. Waktu sudah menunjukan pukul lima sore. Bahkan Pak Satpam juga sudah tidak kelihatan batang hidungnya. Ozil terus melangkah menuju pintu gerbang, lalu terus berjalan ke arah taman kota yang jaraknya memang dekat.


Di taman kot, Ozil langsung menjadi pusat perhatian. Tak jarang orang yang mengajak Ozil berkenalan dan juga berfoto bersama. Bahkan ada juga yang mengajak Ozil ngobrol dan berbagi cerita. Mau tidak mau Ozil pun mengabulkan permintaan mereka. Sungguh Ozil tidak menyangka, akan mengalami jalan hidup yang seperti ini.


Karena waktu yang sudah petang, dengan tak enak hati, Ozil pamit pada beberapa orang yang sedang berkumpul bersama dirinya. Dengan alasan harus istirahat karena masih dalam penyembuhan, orang orang yang ada di sana pun mempersilahkan Ozil untuk pulang. Yang awalnya ingin keluar membeli makanan, Ozil malah pulang membawa beberapa makanan, pemberian dari orang orang yang ada di sana. Ozil tentu sangat senang.


Dengan hati yang hangat, Ozil melangkah menuju tempat tinggalnya. Namun saat sudah dekat dengan tempat tujuan, kening Ozil langsung berkerut, saat melihat seseorrang yang tidak dia kenal, berdiri di depan pintu gerbang.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2