
Setelah ngobrol cukup lama, Cempaka pun akhirnya pamit pulang. Kali ini wanita itu tidak terlihat marah lagi begitu Ozil menceritakan kisah seorang wanita yang sedang mengalami nasib yang sama dengan Cempaka. Bahkan, setelah itu dua anak manusia itu kembali terlibat obrolan ringan yang penuh dengan suara tawa.
"Jangan lupa loh, main ke apaetemenku. Bang." ucap Cempaka sebelum dia memasuki mobilnya. "Secepatnya, kalau bisa nanti malam kamu ke sana."
Ozil tersenyum cukup lebar. Tentu saja Ozil tidak akan pernah menolak tawaran yang mungkin akan membuat Ozil kembali mendapatkan sesuatu yang enak enak. "Iya, nanti aku usahakan. Emang kamu nggak kangen dengan kamarku?"
"Ya kangen sih, cuma ya mana mungkin aku siang siang begini masuk ke dalam kamar kamu, apa kata mereka nanti," sungut cempaka yang sukses membuat Ozil terkekeh. "Kalau aku masih jadi hantu sih, tidak pakai lama aku langsung ngajak kamu ke kamar. Kembali jadi manusia agak ribet juga, Bang. Nggak bisa intipin isi celana cowok cowok ganteng."
"Hust, kamu ini," hardik Ozil, namun Cempaka malah cengengesan. Begitu tidak ada lagi yang dibicarakan diantara mereka berdua, akhirnya Cempaka pamit.
Setelah mobil Cempaka sudah hilang dari pandangan mata, Ozil kembali masuk ke ruang kerja untuk menerukan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda. Namun Ozil dibuat terkejut, begitu langkah kakinya masuk ke ruang kantor, semua mata langsung menatap ke arahnya, membuat Ozil jadi salah tingkah sendiri.
"Kenapa sih, Mas, Mas, kok pada lihatin aku kayak gitu?" tanya Ozil sambil melangkah menuju kursi di depan meja kerja Mas Erwin.
__ADS_1
"Kamu udah punya pacar, Zil? Apa tadi itu cewek kamu? Kok tadi terlihat romantis banget," ucapan yang keluar dari Mbak Lisa sontak membuat Ozil tercengang. Namun tak lama kemudian, Ozil malah terlihat tersipu malu.
"Enggak, lah, Mbak. Orang aku aja baru ketemu, masa langsung pacaran," bantah Ozil dengan segala kejujurannya.
"Tapi kok tadi romantis banget, Zil? sampai kamu pegangan tangan segala. Bahkan sepertinya dia ngambek sama kamu tuh," cecar Mbak Lisa lagi yang kurang puas dengan penyangkalan yang Ozil lakukan.
"Lagian apa masalahnya kalau Ozil pacaran? Kok kamu kayak nggak terima?" celetuk Mas Santos. "Ozil kan jomblo dan pahlawan bagi wanita itu, ya wajar kan kalau tu cewek mau pacaran sama Ozil. Ya nggak, Zil?" Ozil hanya menunjuukan senyum lebarnya mendapat pembelaan dari rekan kerjanya.
"Ya bukannya nggak terima," Mbak Lisa terlihat gelagapan dalam memberi bantahan. "Aku kan cuma tanya aja." pada dasarnya wanita itu memang hanya bertanya. Meski dia sudah pernah tidur dengan Ozil, tapi wanita itu sama sekali tidak jatuh cinta pada pemuda itu. Mbak Lisa hanya menganggap Ozil sebagai adik.
Ozil jelas harus berhobong. Dia tidak mungkin begitu saja bertindak jujur kepada semua orang kalau dia dan tamunya memang sudah akrab sejak sang tamu jadi hantu. Yang ada tidak mungkin orang akan mempercayai ucapan pemuda itu. Begitu mendengar jawaban yang keluar dari mulut Ozil, semua orang terlihat percaya dan mereka kembali melanjutkan kepekerjaanya.
Tanpa terasa, waktu kini sudah menjelang sore, para karwayan yang tidak mengerjakan tugas lapangan, sudah pada pulang ke rumahnya masing masing. Begitu juga dengan Pak satpam yang saat ini sudah bersiap untuk pulang ke rumahnya. Seperti biasa, Ozil menemani pria itu sebentar. Karena begitu Pak satpam pulang, Ozil akan langsung menutup pintu gerbang.
__ADS_1
"Kamu darimana aja? Kok baru kelihatan?" tanya Ozil begitu dia menutup pintu gerbang, tak lama setelah Pak satpam pamit untuk pulang.
"Maaf, tadi aku agak lupa sama perintah kamu," jawab hantu wanita yang sekarang mengikuti langkah Ozil menuju ke kamarnya. "Sedari tadi aku ngikutin penjahat."
"Gimana? Ada informasi apa lagi?" tanya Ozill sambil membuka pintu kamar. Setelah itu dengan cueknya dia melepas semua yang dia pakai meski di sana ada hantu wanita. Tentu saja hantu wanita itu langsung menutup mata begitu tubuh tanpa busana Ozil terpampang di depan mata si hantu. "Ngapain pakai tutup mata segala sih? Orang semalam udah lihat semuanya kan?" ledek Ozil sambil cengengesan, lalu dia mengenakan kolor kebanggaanya.
"Orang ada cewek di sini, kamu seeneaknya saja buka baju," sunngut hantu wanita yang masih menutup mata.
Ozil kembali menunjukan senyum nakalnya. "Udah ceritakan, ada informasi apa?"
"Sepertinya mereka akan membuat aku lenyap, Mas."
"Apa!"
__ADS_1
...@@@@@...