HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Setelah Kehilangan


__ADS_3

"Kenapa kamu senyum senyum sendiri, Bang?" tanya seorang wanita yang merasa heran melihat pria yang saat ini sedang terbaring bersamanya. Wanita itu baru saja menghirup aroma asam milik pria itu dan dia cukup terkejut saat mendongak, melihat sang pria yang akrab dipanggil Ozil sedang senyum senyum sendirian.


"Aku masih nggak nyangka aja, Run. Malam ini aku bisa menodai wanita dengan sangat mudah," jawab Ozil sembari menatap wanita yang juga sedang menatapnya. "Apa lagi wanita yang aku nodai, wanita yang cantik dari kalangan orang kaya. Bahkan aku nggak pernah loh, bermimpi seperti ini."


Wanita yang akrab dipanggil Seruni oleh teman temannya, lantas tersenyum lalu dia membelai lembut pipi Ozil. "Kalau nggak ada kejadian penculikan, kita mungkin saja tidak pernah melakukan hal kayak gini ya, Bang?"


Ozil lantas mengangguk. "Tapi kamu nggak nyesalkan, Run, menyerahkan tubuhmu sama aku?"


Seruni sontak terrsenyum sembari menggeleng. "Aku akan lebih nyesel lagi kalau mahkotaku malah dijadikan tumbal, Bang."


Ozil pun ikut tersenyum, lalu tangannya bergerak membelai pipi Seruni. "Apa lubang kamu masih sakit?"


"Yah masih agak pegel, Bang, mungkin karena milik kamu terlalu gede, jadi ya sangat berasa pas masuk ke dalam," jawabnya, lalu Seruni melihat ke arah tubuh bagian bawah milik Ozil dan tangannya berpindah tempat, memegang benda milik Ozil yang sudah terkulai lemas.


"Tapi maaf, tadi aku nyemburin benihku di dalam lubang kamu semuanya. Aku takut kamu hamil, Run," ucap Ozil yang kini wajahnya sedikit menyesal dan juga ada rasa takut.

__ADS_1


"Jangan khawatir, Bang. Kayaknya nggak mungkin baru satu kali main, langsung jadi. Apa lagi aku sedang bukan dalam masa subur. Sekitar tiga hari lagi, jadwal bulananku datang, jadi kamu nggak perlu takut."


"Rasa takut pasti adalah, Run. Namanya juga habis berhubungan. Ya semoga aja sih nggak langsung jadi. Bisa bisa aku dipenggal sama Abahku karena sudah bertindak kejauahan."


"Hehehe ..." Seruni malah terkekeh. "Ya udah, nanti kalau mau main lagi, kita beli pengaman aja. Biar nggak was was."


"Kamu maasih mau main denganku?" tanya Ozil dengan wajah yang cukup terkejut.


"Ya masih lah. Orang batang kamu enak banget pas nyodok nyodok tadi. Selama kita masih ada waktu bersama, aku akan ajak kamu main terus, Bang. Sampai kamu bosan."


"Bisa aja kamu, Bang," Seruni nampak tersenyum, lalu dia bergeser sedikit dan meletakkan kepalanya pada dada bidang pemuda itu. Secara suka rela Ozil menyerahkan dadanya. Dengan lembut, tangan pria itu membelai rambut wanita yang membuatnya resmi kehilangan perjakanya.


"Kamu kok bisa sampai kepikiran, melakukannya di sini sih, Sayang? Bukankah di kamarku juga sama aja," tanya Ozil. Sebenarnya dia sedari tadi penasaran akan hal itu, tapi baru kali ini Ozil ingat kembali tentang sesuatu yang saat ini sedang Ozil tanyakan.


"Ya kalau melakukannya di tempat kamu, kurang istimewa lah, Bang. Kalau di sini kan kayak spesial gitu. Ranjangnya sangat empuk dan suasananya juga romantis. Dan yang paling penting, para hantu tidak melihat kita melakukan hubungan badan. Emangnya kamu nyaman, kalau sedang berhubungan badan tapi ada yang menontonnya?"

__ADS_1


Kening Ozil sontak berkerut, mencerna ucapan yang keluar dari mulut wanita yang saat ini tangannya sedang memainkan batang Ozil dan batang itu sudah menegang kembali. "Benar juga ya? Pantes kamu bilang akan membutuhkan waktu lama sampai ngajak aku masuk kesini. Aku nggak kepikiran kalau kamu akan memberiku kejutan senikmat ini, Run."


Seruni pun mendongak dan menyunggingkan senyumnya. Kepalanya bergerak hingga bibir wanita itu bisa mendarat pada bibir milik Ozil. Untuk sejenak keduanya kembali melakukan perang bibir. Seruni terlihat lebih agresif, dan hal itu membuat Ozil cukup senang.


"Bang, main lagi yuk?" ajak Seruni setelah bibir keduanya saling terlepas. Kini wajah Ozil dan Seruni saling berhadapan dengan sangat dekat.


"Apa nggak sakit? Lubang kamu kan masih sakit, Sayang?' meskipun Ozil juga sebenarnya mau, tapi pria itu tetap memikirkan kondisi lubang Seruni.


"Ya kan nanti kayak tadi, kalau sudah disodok sodok, rasa enaknya akan ngalahin rasa sakit. Ayo lah, Bang, main satu kali lagi," Seruni makin merengek sampai membuat Ozil tersenyum merasa gemas.


"Baikklah, tapi kamu mainkan batang aku terlebih dahulu dengan mulut kamu, mau?"


"Dengan senang hati, Sayang," Seruni dan Ozil langsung saling melempar senyum. Sebelum Seruni melaksanakan perintah Ozil, wanita itu kembali mendaratkan bibirnya pada bibir pria itu sebagai tanda kalau ronde kedua akan segera dimulai.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2