
"Tolong!"
"Mbak Anin!' pekik Ozil begitu mendengar teriakan dari wanita yang dia kenal. Ozil yang saat itu sedang berada di lantai dua karena menaruah barang atas perintah bosnya, langsung saja turun ke bawah tanpa pikir panjang lagi. Dia harus segera mengetahui apa yang terjadi pada istri dari bosnya.
"Siapa kau, Hey!" Ozil langsung membentak saat matanya melihat ada sosok yang sedang mengacungka senjata tajam ke arah Aninditta. Di sana Mbak Anin juga sedang terduduk ketakutan dengan memeluk anak bungsunga. Yang tidak kelihatan adalah anak laki lakinya.
"Tolong, Zil, tolong selamatkan Fazel," rintih Mbak Anin.
"Dimana, Fazel, Mbak?"
"Dibawa teman dia yang satunya."
"Apa!"
"Kalau kamu menginginkan anak kamu selamat! Kamu harus menuruti perintah kami, paham!" si pemegang pisau menyeringai dan dia bersiap siap hendak pergi. "Awas aja, jangan ikuti kami kalau pengin anak itu selamat!" Orang itu segera saja melangkah cepat menuju mobil yang terparkir di depan rumah. Mata Ozil terus mengawasi gerak gerik si penculik.
"Mbak, segera telfon Mas Ari, aku akan mengikuti mobil itu," begitu selesa memberi perintah, Ozil bergegas naik ke motornya untuk mengikuti mobil yang baru saja pergi. Ozil hanya ingat warna mobilnya dan dia berharap bisa menemukan mobil si penculik.
Dan benar saja, tak lama setelahnya Ozil melihat mobil itu, setelah menempuh jalan beberapa meter. Beruntung jalan yang di lalui mobil itu bukan jalan raya, jadi mobil itu tidak bisa melaju dengan cepat. Yang membuat Ozil semakin lega, dia melihat kelima hantu berada di atas mobil itu. Dengan kemampuan yang mereka miliki. Ozil berharap, para hantu bisa membantu menyelamatkan anak bosnya.
"Apa kita harus bertindak sekarang?" tanya LIli yang kelihatan sudah tidak sabar.
"Jangan dulu!" balas Cempaka. "Ini termasuk tempat ramai, nanti ada orang yang lihat aksi kita malah bahaya."
"Hahaha ... aku udah nggak sabar pengin mencoba kekuatanku."
__ADS_1
"Sama, aku juga," sahut Mawar.
"Mending salah satu ada yang ikut Bang Ozil deh, biar dia tidak kehilangan jejak kita," usul Cempaka.
"Ya udah, aku aja," jawab Anggrek nampak antusias. "Kapan lagi mesra mesraan sama Bang Ojil tanpa gangguan kalian."
"Haaiis."
Anggrek tertawa lebar lalu dia langsung menghilang dan dengan kecepatan kurang dari satu detik, hantu itu sudah pindah di jok belakang motor yang digunakan Ozil.
"Astaga!" Ozil langsung terjengat kaget karena Anggrek muncul secara tiba tiba dengan tangan melingkar di pinggangnya. "kamu itu, muncul tanpa permisi aja sih. Orang lagi tegang tegang malah ngagetin."
"Astaga, Bang! Punya Bang Ozil masih bisa tegang saat genting begini?" Mawar malah menunjukkan wajah terkejut. "Coba lihat, Bang. Pasti lucu."
"Hehehe ..." Anggrek malah cengengesan. "Ya abis isi celananya jangan gede gede ya? Terus tubuhnya jangan dibentuk dan wajahnya dibikin jelek. Pasti aku mikirnya lain."
Ozil sontak mendengus. "Ya ampun, ketemu setan kok gini amat."
"Hahaha ..." Anggek kembali terbahak. "Pelan pelan aja, Bang. Nggak bakalan kehilangan jejak mereka kok. Kan disana ada Melati dan yang lainnya."
"Lah kamu kenapa ngggak ikut mereka?"
"Ya kan aku sengaja menemani Bang Ozil biar nanti nggak kehilangan jejak. Masa bang Ozil lupa kalau kita sudah memiliki ilmu."
Ozil tertegun. Nyatanya dia memang lupa. pemuda itu lantas menurunkan sedikit kecepatan motornya. Ada perasaan lega dalam benak Ozil karena kehadiran para hantu, Ozil jadi terbantu. Sekarang, dia dan Anggrek malah kayak orang pacaran. Saking asyiknya ngobrol berdua diatas motor yang melaju, Ozil tidak sadar kalau dia jadi pusat perhatian.
__ADS_1
"Belok kiri, Bang, mobil penculiknya ada dibelakang gedung itu," ucap Anggrek beberapa menit kemudian. sambil menunjuk gedung tinggi berwarna coklat.
"Kamu yakin?" Ozil malah terlihat ragu.
"Astaga! Bang Ozil nggak lihat, diatas gedung ada apa?"
Ozil langsung mengarahkan pandangannya ke atas gedung. "Ah iya, itu Melati."
"Jangan pernah meragukan kecerdasan hantu seperti kita, Bang."
"Hahaha ... iya iya." balas Ozil lalu mencari jarak aman untuk bersembunyi dan memantau tampat yang katanya menjadi markas para penculik.
"Ternyata di dalam sana banyak anak anak korban penculikan juga," ucap Lili begitu dia menghampiri ke tempat Ozil berada.
"Astaga! Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Ozil bingung.
"Kita tahu kok, apa yang harus kita lakukan," ucap Lili dan hantu lainnya ikut tersenyum lebar.
...@@@@@@...
Visual Ozil
__ADS_1