
Entah apa yang direncanakan para hantu saat ini untuk membuat kejutan pemuda yang melihat wujud mereka. Yang pasti saat ini kelima hantu cantik itu kembali berkelana untuk menjalankan rencana mereka. Kelima hantu memang saat ini bisa berpindah tempat dengan cepat, jadi mudah saja bagi mereka pergi ke tempat yang mereka tuju saat ini.
"Loh, Mel, bukankah itu wanita yang akan menikah dengan tunangan kamu?" seru Lili saat mereka sampai d suatu tempat lalu tak sengaja matanya menangkap sosok wanita yang pernah mereka lihat, datang bersama seorang pria di kantornya Ozil untuk membicarakan tentang pernikahan.
Semua hantu tentu saja langsung merubah pandangannya ke arah yang ditunjuk Lili. "Ah iya benar, Mel, itu wanita yang pernah kita ganggu!" seru Anggrek. "Sama siapa dia? Kok cowoknya beda?"
"Jangan jangan Jonas diselingkuhi?" terka Melati. "Mampus sih kalau memang dia di selingkuhin."
"Hahaha ... benar banget," Cempaka malah terkekeh. "Gimana kalau kita ikuti mereka?"
"Lah terus rencana kita bagaimana?" protes Mawar.
"Ini kan mumpung masih siang. Bang Ozil juga lagi tidur. Lagian kan kejutannya buat nanti malam. Kita ikuti aja mereka dulu," Cempaka mengutarakan alasannya.
"Ah iya, bener, ya udah ayok, kita berangkat," Melati malah terlihat sangat antusias. Bahkan hantu dengan rambut bergelombang itu langsung saja melesat tanpa mempedulikan ke empat hantu lain yang melongo dengan tingkah Melati. Tak lama setelahnya, ke empat hantu langsung saja mengikuti hantu yang sudah pergi terlebih dahulu.
Sekarang kelima hantu itu sudah berada di dalam mobil bersama wanita bernama Amel dan seorang pria yang para hantu tidak tahu namanya. Yang pasti pria itu sangat berbeda dari tunangan Melati yang sudah berkhianat.
__ADS_1
"Gimana, Mel? Apa kamu sudah bisa menguasai harta Aneke?" pertanyaan pria itu tentu saja mengejutkan kelima hantu yang duduk di kursi belakang.
"Tahu ah, bingung aku. Jonas lambat banget tindakannya. Bikin kesel aja," balas Amel sambil mengedarkan padangannya ke arah jalan. "Udah aku rayu juga, ada aja alasannya yang bikin aku kesal."
"Hahaha ..." pria itu malah terbahak. "Aku kan sudah bilang, kalau kamu nggak bisa membuat Jonas segera bertindak, rayu ayahnya Aneke."
Kelima hantu langsung saja membelalakan matanya. "Merayu ayah aku, sialan nih orang," umpat Melati.
"Sabar, Mel, sabar. Ada saatnya, kita nanti rujak mereka bareng bareng," ucap Mawar yang juga merasa geram dengan usulan pria itu.
"Daripada kamu mengharap Jonas yang masa depan kekayaannya ngggak jelas, mending kamu sama ayahnya Aneke. Apa lagi kamu sangat tahu, sikap pria tua itu sama kamu gimana," pria itu kembali berssuara.
"Nah, itu malah jalan bagus. Kalau kamu bisa menaklukan Om Rahajo, kamu bisa dapat uang lebih banyak dan juga mengakses keuangannya Aneke," pria itu terlihat antusias sat memberi usulan.
Wah! Ide bagus tuh!" setu Amel. "Baiklah, besok aku coba main ke kantornya," ucap Amel setuju dengan usulan pria pemegang kemudi. Kedua orang itu tersenyum lebar penuh kemenangan, membuat lima hantu merasa geram bukan main.
Melati tidak menyangka, kalau orang yang dia percaya untuk merngelola butiknya malah berkhianat seperti itu. Bahkan dia berniat mengganggu ketenangan rumah tangga orang tua Melati. Sudah pasti Melati dan kawan kawan tidak akan membiarkan begitu saja wanita itu beraksi.
__ADS_1
"Kita harus kasih dia pelajaran, Mel! Kurang ajar banget mau ngancurin rumah tangga orang tua temannya. Udah pacar temannya diembat, eh sekarang ngincar ayahnya," sungut Lili geram.
"Kita ikuti aja dulu, sambil kita cari cara untuk memberikan pelajaran sama dia," usul Mawar, dan semuanya nampak setuju.
"Kamu mau pulang ke rumahmu atau main ke rumahku, Sayang? Rumahku sepi loh," tawar si pria dengan senyum senyum nakal.
"Cih, kamu ini. Bilang aja ngajak main ke rumah kamu. Pakai nagsih kode segala kalau rumah lagi sepi," balas Amel. Si pria malah cengengesan makin nakal. Tanpa menunggu persetujuan, pria itu langsung menancapkan gas mobilnya menuju ke rumahnya.
Tidak butuh waktu lama, mobil itu telah sampai di tempat tujuan.
"Katanya nggak ada orang? itu apa?" gerutu Amel saat keluar dari mobil dan melihat dua laki laki dari samping rumah.
"Ya elah, cuma tukang doang. Palingan bentar lagi juga pulang. Lagian kan kta nanti di kamar." ucap pria itu santai. Mereka berdua lantas masuk ke dalam rumah. "Kamu mau langsung ke kamar atau gimana? Aku mau ke belakang dulu, ngecek pekerjaan para tukang."
"Ikut aja lah."
Sementara para hantu masih terus mengawasi mereka sambil mencari cara untuk memberi pelajaran pada Amel.
__ADS_1
...@@@@@...