
"Marsel!" pekik salah satu hantu dengan mata melebar, saat mengintip salah satu bilik kamar mandi yang ada di pusat kebugaran. Suara keenakan yang tidak sengaja terdengar oleh telinga kelima hantu, membuat mereka penasaran, jadi kelimanya langsung mendatangi bilik yang mengeluarkan suara orang yang sedang keenakan tersebut. Padahal disana banyak orang, tapi mereka sepertinya tidak mendengar suara keenakan itu.
Beberapa faktor yang mempengaruhi suara keenakan itu tidak terdengar adalah, kamar mandi yang digunakan saling terpisah, bunyi air yang keluar dari keran mandi juga cukup kencang, ditambah lagi suara suara berisik para pria yang menggema di ruangan itu, semakin membuat suara keenakan yang terjadi di sana tenggelam. Apa lagi pintu yang tertutup dengan handuk tergantung di atas pintu, seakan memberi kode kalau kamar mandi itu sedang ada yang menggunakannya.
"Kamu kenal dia, Cem?" tanya Melati pada hantu yang sedang memekik.
"Kenal lah, dia tunangan aku," balas Cempaka dengan tatapan masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Hah! tunangan kamu!" pekik keempat hantu hampir bersamaan. "Tapi kok batangnya dimasukin ke lubang cowok? Hih!" kata Melati lagi.
"Astaga, Cem! Kamu doyan sama batang bekas lubang cowok?" pertanyaan Anggrek yang terkesan meledek sontak membuat hantu lainnya tertawa, kecuali Cempaka. Hantu yang satu itu malah mendengus kesal. Saking marahnya, Cempaka langsung mengeluarkan kekuatannya hingga pintu yang menutupi perbuatan Marsel dan seorang pria di dalamnya terhempas dengan keras.
"Astaga!" Marsel dan pria yang bersamanya sontak memekik bersamaan karena terlalu kaget, sampai mereka menghentikan permainan mereka yang sangat tidak pantas. "Cepat keluar, mumpung belum ada yang lihat!" perintah Marsel pada lawan mainnya.
Pria itu langsung saja memakai celananya kembali dan segera keluar dengan wajah cukup panik dan waspada. Sedangkan Cempaka, masih menatap tajam pria yang saat ini duduk di dekat kloset. "Jadi selama ini kamu selalu menolak aku untuk berhubungan badan, karena kamu lebih tertarik sama lubang cowok daripada lubang cewek, Hah!" maki Cempaka meski suaranya tidak terdengar oleh pria yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Udah, Cem, udah, tenang. Percuma kamu marah marah, dia tidak akan dengar," Melati mencoba memberi nasehat.
"Aku nggak nyangka aja loh, padahal selama kita jalan, kita sering nginep dalam satu hotel, ciuman dan aku juga sering ngajakin. Aku pikir dia nolak main karena memang ingin menjagaku sampai nikah, tapi nyatanya, kalian lihat sendiri tadi kan?" sungut Cempaka dengan kekesalan yang masih tersisa.
"Mungkin dia terpaksa kali, Cem, butuh duit," ucap Lili. "Sekarang kan udah marak, para cowok yang butuh duit, mau melakukan hal kayak gitu. Bukan yang menyimpang doang."
"Ah iya benar," seru Anggrek. "Aku juga pernah ketemu cowok kayak gitu, rela jadi simpenan Om om demi mendapat uang. Sampai mendapatkan apartemen. Dia sendiri punya cewek."
"Tapi kan marsel orang kaya, masa iya dia butuh duit sampai segitunya. Jual diri ke pria. Mana cowoknya sama sama masih muda lagi," sungut Cempaka masih tidak terima dengan kenyataan.
"Jadi sekarang, saingan para cewek, bukan hanya pelakor doang ya? Cowok nyimpang juga jadi saingan kita," celetuk Melati.
"Benar itu! Makanya, hati hati dengan cowok yang memiliki tubuh kekar dan atletis. Belum tentu dia suka lubang cewek," ucapan Mawar sontak disambut tawa para hantu. Cempaka yang awalnya kesal juga tidak kuasa menahan tawanya.
Sementara itu di tempat, lain, seorang pria sedang terbaring sambil memperhatikan wanita yang sedang memainkan miliknya dengan mulut. Pria yang awalnya hendak mandi itu, tidak kuasa menahan godaan dan rengekan dari wanita cantik yang doyan melahap isi celananya sejak malam kemarin. padahal mereka kenal masih dalam hitungan hari, tapi hubungan mereka sudah sejauh itu.
__ADS_1
"Kamu kok lahap banget sih, Run? itukan punyaku sangat kotor," ucap si pria yang tak lain adalah Ozil, si pria beruntung.
"Kalau jijik ya, aku nggak bakalan menikmati seperti ini, Bang," jawab Seruni sambil menghentikan sejenak, apa yang sedang dia lakukan. "Oh iya, Bang, tadi aku ketemu sama orang yang menculikku."
"Hah! Serius? Dimana?" tanya Ozil bertubi tubi.
"Di Mall, tapi aku berhasil kabur. Tadi aku juga mendengar pembicaraan mereka."
"Pembicaraan mereka? Tentang apa?"
"Tentang tumbal perawan. Aku kaget loh, Bang, ternyata aku itu target terakhir mereka."
"Nah, sekarang kamu percaya kan? Kalau ceritaku nggak bohong?' tanya Ozil, dan Seruni mengiyakan. "terus, setelah kamu tahu kebenaranyanya, apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku ..." Seruni menjeda ucapannya.
__ADS_1
...@@@@@...