HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Pura pura Lugu


__ADS_3

"Bagus ya, Mbak, punya kamu hangat," ucap seorang pemuda saat jari jarinya menyentuh dan beraba sesuatu milik seorang wanita yang duduk di atas meja. Ozil tidak menyangka kalau wanita yang bekerja di tempat yang sama dengan dirinya, mengijinkan pemuda itu menyentuh benda berbulu lebat yang banyak diinginkan oleh pria normal pada umumnya.


"Kamu suka, Zil?" tanya wanita yang memiliki nama panggilan Mbak Lisa. Meski awalnya sedikit canggung karena takut dikatakan wanita tidak baik, namun melihat kondisi Ozil dengan memiliki wajah dan tubuh yang menggoda, membuat wanita itu nekat melakukan hal yang diluar dugaan. Apalagi Ozil sempat tidak sengaja melihat benda pribadinya, membuat wanita itu semangat untuk memamerkannya.


"Suka dong, Mbak. Mana ada sih cowok yang nggak suka dengan barang sebagus ini? kecuali pria belok, pasti bakalan menyia nyiakan benda seindah ini, Mbak," jawab jujur dari seorang pria yang jarinya terus mengusap celah nikmat milik Mbak Lisa.


Senyum si pemilik celah pun terkembang. "Kamu bisa aja, Sayang," ucap wanita itu. "Kamu lebih suka yang rimbun kayak punya saya, apa yang gundul, Zil?"


"Semua suka, Mbak, asal itu asli lubang cewek. Apa lagi Mbak Lisa, wanita yang cantik, nggak peduli mau rimbun atau gundul, pasti aku nggak bakalan nolak, Mbak."


Si pemilik lubang pun semakin melambung. Ozil memang bukan niat untuk menggombal. Pemuda itu memang berkata apa adanya, dan hal itu yang semakin membuat Mbak Lisa ingin berbuat lebih. Tanpa mengeluarkan suaranya, wanita itu tiba tiba melepaskan pakaian yang dia kenakan, membuat mata Ozil kembali membelalak.


"Kenapa melongo gitu, Sayang?" tanya Mbak Lisa sembari senyum senyum.

__ADS_1


"Kagum aja, Mbak. Kamu kelihatan cantik banget tanpa memakai baju, Mbak. Tubuhnya sangat indah," jawab Ozil.


"Hahaha ... kamu bisa aja," Mbak Lisa semakin senang. "Kamu bisa menyentuh semuanya sekarang, bebas."


"Beneran, Mbak?" tanya Ozil memastikan. Melihat Mbak Lisa mengangguk, dengan senang hati Ozil melaksanakan kesempatan yang bagus itu. Menyentuh semua benda penting milik Mbak Lisa sepuasnya.


"Mbak, nanti kalau ada tetangga yang lihat bagaimana? Takutnya kita digrebeg?" tanya Ozil dengan dua tangannya yang sudah bermain di dua tempat yang berbeda. Satu di bawah perut, satu di bukit kembar milik Mbak Lisa.


Ozil tertegun, meskipun pemuda itu memang menunggu tawaran seperti ini, tapi dia cukup terkejut kalau pada akhirya janda itu mengajaknya dengan santai. "Emang boleh, Mbak? Punya kamu dimasukin?"


"Tentu boleh, Sayang, sepuas kamu," jawab Mbak Lisa dengan sangat yakin. "Kalau kamu mau ya sini, kamu berdiri, biar aku yang buka celana kamu." Ozil lantas tersenyum. Tanpa berpikir panjang, pemuda itu langsung menghentikan gerakan tangannya dan menuruti permintaan sang janda.


Begitu Ozil berdiri, tangan wanita yang duduk di atas meja itu, dengan semangat langsung membuka celana milik pemuda itu. Awalnya tangannya meraba raba, namun karena sudah tidak tahan ingin melihatnya, wanita itu langsung saja membuka pengait celana milik Ozil dan menurunkannya

__ADS_1


"Wow! Gede banget!" seru Mbak Lisa penuh dengan rasa kagum. "Ini kamu apain aja, Zil?" Kok bisa sampai segede ini?"


Ozil sontak cengengesan dengan hati yang merasa bangga. "Ya nggak diapa apain, Mbak. Mungkin karena aku nggak suka pake underwear yang ketat, Mbak. Sukanya pakai kolor."


Mbak Lisa kembali tersenyum. Sudah bisa dipastikan kalau wanita itu sangat senang melihat milik Ozil. Bahkan tanpa permisi, wanita itu, langsung memainkan milik Ozil dengan mulutnya. Mbak Lisa yakin kalau pemuda itu tidak akan menolak. Dengan lahap dan buas, wanita itu benar benar menikmati benda yang sudah lama dia rindukan.


"Sekarang buka jaket dan kaos kamu, Sayang. Terus kamu duduk, biar aku yang bekerja dan memberimu kenikmatan. Kamu duduk santai aja ya?" titah Mbak Lisa. Mungkin menurut wanita itu, Ozil masih pria polos yang dan belum memiliki pengalaman bermain dengan wanita. Ozil yang memang menjadi sangat menyukai posisi seperti itu tentu saja langsung menuruti perintah Mbak Lisa.


"Aduh, Zil, badan kamu bagus banget sih? Macho dan gagah banget, bikin nggak tahan, Sayang," puji Mbak Lisa begitu Ozil melepas pakaiannya. Ozil hanya tersenyum senang lalu dia duduk di kursi yang sama seperti tadi. Mbak Lisa langsung beraksi. Dia berdiri dengan kedua lutut berada di atara tubuh pinggang Ozil.


"Akhh~" suara rintihan kenikmatan yang panjang langsung menggema saat milik Ozil mulai memasuki lubang wanita itu, dan senyum Ozil terkembang sempurna.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2