HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Alasan Berbohong


__ADS_3

"Bang," panggil seorang wanita yang saat ini sedang duduk di atas kasur, yang tergeletak di atas lantai. Hanya ada karpet yang luasnya hampir sama dengan luas kasur, sebagai pemisah antara lantai dan kasur itu sendiri. Panggilan wanita itu sontak saja menghentikan langkah kaki seorang pria yang berada dalam satu ruang dengannya.


"Ya, ada apa?" pria yang hendak keluar untuk membeli makanan, terpaksa menghentikan langkah kakinya saat dirinya hampir sampai memegang gagang pintu. Pria itu menoleh, menatap wanita yang sedang menatapnya juga.


"Sebenarnya aku tidak tidak hilangan," ucap wanita itu yang sontak membuat pria bernama Ozil sedikit membelalakan matanya sebagai tanda kalau dia terkejut. Pria itu terdiam beberapa saat. tidak langsung memberi respon apapun, menyebabkan si wanita bingung dan merasa tidak enak hati. Padahal si wanita sudah mengira kalau si pria akan marah karena sudah dibohongi, tapi reaksi yang ditunjukan Ozil, membuat si wanita juga cukup terkejut.


"Kita bicarakan nanti aja ya, aku mau beli sarapan dulu," Ozil malah mengucapkan kata diluar dugaan dari si wanita. Pria itu kembali menghadap pintu dan segera saja keluar kamar untuk membeli sarapan di warung makan terdekat. Sudah berada di lingkungan itu selama lebih satu bulan, tentu saja Ozil sudah sangat hapal tempat biasa dirinya membeli makanan.


Hanya mengabiskan waktu sekitar lima belas menit, kini Ozil sudah kembali ke kamarnya dengan menentang nampan berisi dua piring dan dua gelas yang sudah diisi air minum dan juga satu kantung plastik yang isinya dua nasi bungkus dan beberapa gorengan. Ozil tersenyum sambil mengajak si wanita sarapan.


"Kamu nggak marah, Bang?" tanya si wanita sambil menerima nasi yanag dibungkus dengan kertas minyak lalu kertas itu dia taruh di atas piring yang telah Ozil sediakan.


"Buat apa marah, itu kan hak kamu," jawab Ozil santai. "Kamu bohong, pasti karena ada alasannya, bukan? Kasi tahu saya, apa alasanmu berbohong?" Ozil mulai menyuapi mulutnya dengan makanan tanpa menggunakan sendok.


"Aku takut aja, nanti kamu melaporkan aku ke polisi karena kamu tahu, kalau saat ini aku sedang tidak aman," jawab si wanita yang sempat diberi nama Seroja oleh Ozil.

__ADS_1


"Sedang tidak aman? Apa maksudnya itu?" tanya Ozil disela sela menikmati makanannya dan juga demi mengobati rasa penasaran yang muncul dari tadi, saat Ozil tahu kalau si wanita sudah berbohong.


"Aku sebenarnya sudah dua kali mengalami penculikan. Yang pertama itu dulu, dan aku berhasil kabur," jawab si wanita dan hal itu sukses membuat Ozil tecengang.


"Dua kali?" tanya Ozil memastikan. "Yang pertama kapan itu?"


"Satu tahun yang lalu, saat itu aku dan tunanganku sedang piknik bareng."


Jawaban wanita itu membuat Ozil sontak membelalakan matanya. "Satu tahun yang lalu? Apa bersama dengan hilangnya kelima wanita anak konglomerat?"


"Kamu tahu berita itu?" tanya Si wanita dan Ozil langsung mengangguk. "Ya waktunya hampir sama dengan lima wanita anak konglomerat di kota ini yang hilang."


"Waktu itu sih sebenarnya aku sudah dibius, tapi mobil si penculik mengalami kecelakaan. Aku sadar pas kecelakaan itu dan kebetulan banyak orang saat kecelakaan itu terjadi. Si penculik panik dan dia langsung kabur. Saat aku sadar, orang orang mikirnya aku adalah keluarga si penculik, tapi pas aku cerita mereka kaget gitu."


Ozil lantas mengangguk beberapa kali. "Apa mungkin kamu orang kaya juga? Sama seperti korban penculikan yang lainnya? Lagian, kok kamu bisa diculik lagi, itu gmana ceritanya?" Ozil memberondong dengan berbagai pertanyaan

__ADS_1


"Ya, mungkin karena aku anak orang kaya. Sebenarnya aku tuh asli warga negara ini, cuma sejak penculikan pertama itu, aku pindah ke negara tetangga. Aku juga nggak tahu, kenapa aku bisa diculilk lagi, padahal aku lagi sembunyi. Maka itu, selagi peculikan kedua selamat, aku terpaksa berbohong sama kamu kalau aku lupa ingatan. Aku pengin menyelidiki siapa dalang dibalik penculikan ini."


Ozil bergumam dengan suara mendengung sambil mencerna ucapan si wanita yang cukup masuk akal. "Berarti kamu sudah menikah?"


Wanita lantas tersenyum. "Gagal, hehehe ..."


"Loh? Kok bisa?"


"Cowokku nggak tahan LDR dan yah kamu tahulah. kalau seseorang sudah mengenal tempat yang lebih nyaman dari tempat pertama. Dia selingkuh sampai ceweknya hamil. Ya udah aku mending jomblo sampai sekarang."


Ozil lantas tersenyum cukup lebar. Lalu dia meletakkan piring kosong di atas lantai karena isinya telah habis diteruskan dengan menenggak air minum hingga habis. "Lalu, apa rencana kamu berikutnya?"


Wanita itu menghentikan makanannya sejenak dan menatap Ozil dengan serius. "Apa aku boleh menatap disini bersama kamu?"


...@@@@@...

__ADS_1


Kunjungi juga cerita othor yang baru netes, yuk ya yuk



__ADS_2