HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Rasa Takut


__ADS_3

"Apa kamu sudah sering melakukan hal kayak beginian?" tanya Ozil begitu permainan mulut yang dilakukan Seruni telah selesai.


Wanita yang saat ini sedang memainkan batang milik Ozil dengan tangannya lantas tersenyum. "Yah, dulu, satu tahun yang lalu, sebelum tunangan aku ketahuan selingkuh."


"Pantes, kamu kayak nggak ada rasa jijik gitu. Kamu cuma melakukan pake mulut apa sampai berbuat lebih, Run?" tanya Ozil sambil matanya sesekali menatap gerakan tangan Seruni yang sedang naik turun memainkan benda miliknya, yang masih menegang meski sudah menyemburkan benih.


"Nggak lah, cuma sebatas permainan mulut saja," jawab Seruni. "Beruntung saja, aku belum melskukan hal yang lebih jauh lagi."


Ozil pun mengangguk beberapa kali. "Run, seandainya nih, ya, kamu harus menyerahkan mahkota kamu untuk mencegah kejadian yang tidak kamu harapkan, apa kamu akan menyerahkannya?"


Kening Seruni lantas berkerut sembari menatap Ozil. "Maksudnya gimana ini?"


"Kan, gini, misal para penculik itu menangkap kamu karena tujuan mistis bukan uang, dan hal itu hanya bisa dicegah atau digagalkan jika kamu menyerahkan mahkota kamu ke orang lain, apa kamu percaya?"


Lag lagi kening Seruni nampak berkerut. "Emang ada yang seperti itu? Kayaknya nggak ada deh, Bang."


"Ya adalah lah, Run, namanya itu tumbal perawan. Kamu tahu nggak sih, saat kamu diculik yang pertama kali, ada lima cewek lain yang juga menjadi korban penculikan. Mereka anak konglomerat semua, kan? Apa si penculik minta tebusan uang? Tidak, bukan?"

__ADS_1


Kali ini Seruni tertergun. Pikirannya langsung melayang ke arah kejadian satu tahun yang lalu. "Ah iya, aku ingat! Jadi mereka juga buat tumbal?"


"Kemungkinan besar nasib mereka seperti itu. Kelima cewek itu dijadikan tumbal. Selain buat kekayaan, biasanya yang memakai tumbal perawan itu untuk menambah suatu ilmu hitam. Makanya berita hilangnya kelima cewek itu sampai sekarang belum ditemukan mayatnya, bukan?"


Seruni nampak mengangguk beberapa kali dengan wajah cukup merasa syok atas apa yang baru saja dia dengar. "Jadi kemungkinan kalau aku ketanggkap, aku akan dijadikan tumbal, Bang?"


"Ya kemungkinan seperti itu. Mungkin kamu sudah memiliki tanda khusus, hingga kamu dikejar sampai keluar negeri. Kalau hanya penculikan biasa, nggak mungkin, orang negara ini sampai melakukan penculikan keluar negeri dan membawamu dengan menggunakan kapal."


Mendengar hal yang cukup masuk akal, membuat Seruni seketika diliputi rasa takut. Seruni langsung melepaskan isi celana Ozil dan merangkak lalu merebahkan dan menempel pada tubuh pemuda itu sambil memeluk kencang. Tentu saja apa yang dilakukan Seruni sangat mengejutkan pemuda itu. Apa lagi Ozil saat ini sedang tidak memakai apa apa.


"Ya sudah, mending sekarang tidur ya? Kita bahas besok lagi," ucap Ozil lembut, Seruni pun menurutinya. Hingga pada akhiirnya Ozil tertidur tanpa menggunakan apa apa untuk menutupi tubuhnya. Hanya tubuh Seruni yang menempel dan menghangatkannya. Hal itu cukup membuat Ozil bahagia bukan main.


Waktu terus bergulir, dan kini pagi telah datang. Di tempat yang berbeda, seorang wanita nampak sedang mengenakan pakaianya. Setelah semalam melakukan ritual yang tidak biasa, wanita yang bekerja sebagai biduan itu dengan senang hati menginap di rumah pria yang terkenal sebagai dukun yang menawan. Setelah merasa dirinya rapi, sang biduan lantas segera keluar dari ruangan tersebut.


"Pagi, Mbah," sapa sang biduan begitu keluar ruangan, matanya menangkap sosok pria yang semalam telah melakukan ritual terhadapnya. Mbah Wiro pun tersenyum dan senyumannya sangat membuat sang biduan terpesona. Wanita itu lantas duduk di hadapan sang dukun. "Berapa mahar semuanya, Mbah?"


"Tidak perlu," jawab Mbah wiro.

__ADS_1


"Loh, kenapa, Mbah?" sang biduan nampak terkejut. "Kan aku sudah memakai jasa Mbah Wiro?"


"Jangan bayar sekarang, bayarnya nanti saja jika sudah kelihatan hasilnya, biar kamu tidak terlalu kecewa jika nanti ritual yang kamu lakukan gagal."


"Oh gitu?" ujar si biduan. "Terus kalau gagal gimana, Mbah?"


"Ya kalau kamu percaya sama saya ya kamu bisa melakukan ritual lagi."


"Wahh! benarkah?" si biduan nampak berbinar di wajahnya. Apa lagi saat Mbah Wiro mengangguk, si biduan langsung kegirangan. "Siap, Mbah, saya pasti akan datang lagi kemari." Setelah ngobrol sejenak dengan beberapa pembahasan, akhirnya sang biduan pun pamit undur diri. Begitu sang biduan pergi, Mbah Wiro beranjak masuk ke dalam ruangan lain yang hanya bisa dimasuki oleh dirinya dan juga beberapa anak buahnya yang sangat dia percaya. Tangannya menggengam ponsel dan terlihat kalau dia sedang menerima pangglan.


"Hallo!"


"Apa?"


"Wanita itu punya kekuatan aneh? Bagaimana bisa?"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2