
Di suatu malam, di dalam sebuah kamar, terlihat seorang wanita yang sedang terbaring dia atas kasur busa. kasur itu tergeletak di lantai dan merupakan tempat tinggal milik pria yang bekerja di gedung yang sama dengan kamar itu. Wanita tersebut sedang asyik memperhatikan layar ponselnya.
"Bagaimana kabar orang tua ku sekarang, ya? Mereka pasti sangat mencemaskanku saat ini?" gumam wanita itu saat menatap beberapa wajah yang dia kenal, terpampang jelas dari layar ponsel tersebut di depan matanya. Wanita yang sudah menghilang dari kehidupan keluarganya sejak beberapa hari yang lalu tentu saja sangat merindukan orang tuanya.
"Apa mending aku hubungin Mommy aja, supaya dia tidak terlalu khawatir?" gumamnya lagi. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya dia menghubungi Ibunya. Sudah pasti dia masih menyimpan nomer semua keluarganya karena ponsel yang dia gunakan adalah ponsel lama miliknya yang dia ambil dari apartemen.
Begitu nomer ibunya terhubung, wanita bernama Seruni itu langsung meneteskan airmatanya saat suara sang mamah terdengar dari seberang sana. Wanita yang telah melahirkan Seruni juga terdengar menangis dan terkejut begitu sang anak menghubungi dan memberi kabar.
Selain menangis bersama, Seruni juga meminta agar sang Mommy merahasiakan keberadaannya. Awalnya Mommy menolak, tapi setelah Seruni menjelaskan situasinya, Mommy pun akhirnya mau mengerti dan dia setuju dengan rencana anaknya. Biar bagaimanapun Mommy juga penasaran, siapa yang telah berkhianat pada keluarganya. Cukup lama Seruni melakukan panggilan bersama Ibunya.
"Bang Ozil lagi ngapain ya? Kok telfon sama keluargnya, lama banget," gumam Seruni setelah pembicaraan dengan Ibunya berakhir. Seruni memilih bangkit dan beranjak keluar dari kamar untuk mencari keberadaaan pria yang saat ini sedang dekat dengannya. Namun saat Seruni melihat sosok Ozil, wajah wanita itu terperangah dengan apa yang dia lihat. "Bang Ozil sedang ngobrol sama siapa? Kok telfonnya nggak nempel di telinga?"
__ADS_1
Tanpa Ozil dan para hantu sadari juga kalau tak jauh dari sana, ada Seruni yang menatap aneh karena mengira Ozil sedang berbicara sendiri. Mungkin karena pembicaraaan para hantu terlalu serius sampai tidak menyadari sosok yang sedang memandang ke arah Ozil dengan tatapan penuh tanya.
"Terus kalian malam ini akan mengawasi para penjahat lagi apa gimana?" tanya Ozil.
"Ya sepertinya begitu," jawab Anggrek. "Lagian kalau disini percuma, udah ada Seruni yang meguasai isi celana kamu. Apa lagi tadi aku lihat, Bang Ozil lagi mainin bukit kembar Seruni sampai kesal gitu karena permaiannya diganggu."
Wajah Ozil sontak bersemu merah. Dia menahan malu karena ketahuan oleh para hantu. "Ya kan mumpung ada dan dibolehin oleh pemiliknya. Lagian kalau punya kalian bisa dipegang, aku juga pasti udah lama mainan bukit kembar kalian."
Anggrek hanya mendengus saja tanpa ada niat untuk membantah ucapan Ozil. Karena yang dkatakan anak muda itu memang benar.
"Ya belum lah."
__ADS_1
"Loh, kok belum? Bukankah isi celana bang Ozil sufah dimainin sama Seruni?" kini Melati yang bersuara dengan lantang.
"Dia hanya suka memainkan dengan mulut doang, itu aja katanya sebagai tanda terima kasih karena aku sudah menolongnya. Lagian kalau aku sama dia enak enak, terus gimana nasib wanita yang kemungkinan adalah tubuh kalian itu? Yang ada nanti malah mereka tertimpa bahaya gimana?"
"Tertimpa bahaya? Maksudnya, Bang?" tanya Mawar.
"Sekarang kalian coba deh renungkan, darimana bosnya penculik itu tahu kalau Seruni masih bersegel dan terjaga mahkotanya? Kemungkinan bos mereka memiliki sesuatu alat atau apa, yang khusus untuk bisa menebak dengan benar kalian korbannya masih bersegel atau tidak. Apa lagi Seruni itu orang kaya dan kadang tinggal diluar negeri. Kalian pikir deh dari mana dia tahu Seruni masih bersegel?" Ucapan Ozil seketika membuat kelima hantu menjadi berpikir, mencerna setiap kata yang keluar dari pemuda itu.
"Jika disini Seruni ketahuan sudah tidak bersegel, bukankah itu akan sangat membahayakan bagi kelima tubuh wanita yang sudah diculik lebih dahulu. Kalau mereka nanti benar benar dilenyapkan bagaimana? Bukankah orang orang seperti itu sudah pasti sangat kejam?"
"Ah iya, benar juga!" seru Lili. "Kalau itu beneran tubuh kita, besar kemungkinan kita akan jadi hantu selamanya dong. Kok aku nggak kepikiran kesana ya?" Para hantu lainnya pun ikut menyahut dan mereka mengeluarkan suara yang hampir sama dengan Lili.
__ADS_1
"Mending kita tetap pada rencana kita, sampai kita benar benar menemukan alamat tempat bos penjahat itu berada," usulan Ozil jelas sekali langsung mendapat persetujuan pada hantu. Karena sudah cukup lama mereka berbincang, akhirnya mereka memutuskan mengakhiri obrolannya lalu berpisah. Para hantu kembali ke tempat para penjahat dan Ozil langsung menuju kamar. Namun, saat Ozil membuka pintu kamar, mata Ozil membelalak dengan apa yang dia lihat.
...@@@@@...