
Dua teman Ozil benar benar tidak menyangka dengan apa yang mereka ketahui saat ini. Sedari tadi saat mereka ngobrol, mereka sama sekali tidak menyinggung soal tujuan Ozil datang ke tempat ini. Surya dan Cipto berpikir, mereka hanya bertamu. Namun saat nama panti pijat terucap, dua pemuda itu langsung dibuat tercengang.
"Zil, kamu nggak salah, kita pergi ke panti pijat?" tanya Surya memastikan. Kini ketiga pemuda itu sudah berada di dalam mobil bersama seorang pria yang diberi tugas untuk mengantar ketiga pemuda itu. "
"Ya enggak," jawab Ozil santai. "Katanya kamu mau yang gratisan lagi? Kan ini yang kamu mau? Kenapa? Kamu nggak suka?"
"Bukan begitu. Tapi masa ke panti pijat?" balas Surya agak frustasi. "Aku kan anak baik baik, Zil. Kamu mau menjerumuskan aku ke dalam lembah hitam?"
"Hahaha ..." semua yang ada di dalam mobil sontak terbahak begitu mendengar ucapan Surya yang didramatisir. "Anak baik baik apaan? Ponsel aja kebanyakan video enak enak, masih ngaku anak baik baik," celetuk Cipto. "Tapi ini serius kita ke panti pijat? Cuma pijat doang atau gimana, nih?"
"Ya terserah mau kalian apa nanti di sana," bukan Ozil yang menjawab, tapi pria yang diminta mengantar pemuda itu. Pria itu juga yang memegang kendali mobil yang mereka gunakan. "Kalian mau pijat saja atau yang lebih enak juga bisa."
"Waduhh! Yang lebih enak?" seru Surya. "Bisa bisa aku kehilangan kebujanganku nanti di sana."
__ADS_1
"Ya kalau nggak mau hilang ya, pijat aja. Nggak apa apa kok, Mas," ucap pria suruhan. "Tapi kalau bisa tahan diri sih?"
"Semoga aku mendapat tukang pijat yang jelek dengan tubuh gemuk," celetuk Cipto. "Biar aku tetap menjadi cowok yang suci sampai nikah nanti."
"Hahaha ..." lagi lagi suara tawa pecah memenuhi ruangan dalam mobil. Hingga tak butuh waktu lama, sampailah mereka di tempat tujuan. Ozil dan dua temannya agak gemetar saat memasuki bangunan mewah yang berdiri beberapa lantai. Mereka tentu saja sangat grogi memasuki area dimana, hanya ada orang kaya raya yang mampu berkunjung ke tempat spesial itu.
"Gila! cantik cantik banget!" pekik Surya saat mereka sudah masuk ke dalam salah satu ruamngan utama. Mata ketiga pemuda itu berbinar saat menangkap sekumpulan wanita sedang bercengkrama satu dengan yang lainnya.
"Ini sih benar benar gila, perut mereka rata semua," sahut Cipto. "Meski mereka menggunakan pakaian seragam dengan bagian bawah yang panjangnya sampai lutut, namun pakaian yang mereka kenakan, menunjukan kalau mereka itu wanita yang seksi sekali.
"Wah! Ternyata benar, ini pahlawan kita!" seru salah satu wanita saat mereka berhadapan dengan Ozil. "Ternyata kamu aslinya ganteng banget ya? Astaga!" Ozil hanya senyum senyum saja saat mendengar pujian dari wanita wanita itu. Dari beberapa wanita yang ada di hadapannya, Ozil tidak melihat dua wanita yang peranh datang berkunjung ke tempatnya.
"Temen temennya juga nggak kalah keren nih," celetuk wanita yang lain. "Berondong kampung memang terlihat beda ya? Kayak ada legit legitnya gitu." Surya dan Cipto malah jadi salah tingkah sendiri.
__ADS_1
"Udah udah, jangan digodain mulu," ucap sang pria kepada para wanita. "Sekarang siapa yang mau memberi pelayanan pada mereka?" Para wanita sontak heboh. Awalnya Ozil yang dijadikan rebutan. Biar bagaimanapun dari ketiga pemuda itu, Ozil yang terlihat paling menonjol. Karena tidak mau ada keributan, aknirnya pria yang tadi mengantar tiga pemuda memutuskan, Ozil yang memilih sendiri.
Setelah Ozil menentukan pilihan, gantian dua temannya yang memilih. Begitu ketiga pemuda sudah mendapatkan masing masing satu wanita, mereka langsung pergi ke ruangan yang berbeda beda untuk melakukan pemijatan. Entah hanya untuk pijat saja atau lebih dari pijat, hanya mereka yang tahu.
Sementara itu di tempat lain, di malam yang sama.
"kalian siapa? Tolong, lepasin saya," rintih seseorang dengan wajah yang begitu ketakutan. Tangan orang itu terikat kuat dan di hadapannya ada tiga pria yang menyeringai kepadanya.
"Anda tidak perlu takut, Nona, saya tidak akan membuat anda celaka," ucap salah satu pria itu lalu mengeluarkan sesuatu yang membuat wanita itu semakin takut.
"Apa yang akan kalian lakukan?" wanita itu terperanjat dan jelas sekali kalau dia benar benar dilanda rasa takut yang tidak terhingga.
"Tenang saja, ini hanya akan membuat anda tertidur dalam jangka waktu yang cukup lama."
__ADS_1
"Tidak, saya mohon, jangan. Tidak. Tidak!"
...@@@@@...