
"Target sudah aku buat tidak sadar diri seperti yang kamu perintahkan, Sakurata," uccap salah satu pria berbadan tegap. Pria itu memakai kaos hitam serta jaket yang lumayan tebal dengan wajah yang terlihat cukup menyeramkan. Dia dan dua rekannya saat ini sedang menghadap orang yang memberi perintah kepada mereka untuk melakukan suatu kejahatan.
"Bagus! Tapi dia tidak sampai mati kan?" tanya pria yang dipanggil Sakurata. Pria yang sedang menjadi buronan aparat satu negara itu, saat ini masih bebas berkeliaran dari satu tempat ke tempat lain dengan tenang. Bahkan meskipun wajahnya sudah tersebar diberbagai media, pria itu masih bisa berkelit dengan melakukan penyamaran yang cukup sempurna.
Dengan kecerdasan otaknya, Dokter Sakurata masih bisa menikmati udara bebas dengan berbagai cara yang tentunya sangat licik. Setelah berhasil kabur dari tempat Mbah Wiro, pria itu menginap di tempat seorang warga. Dengan memanfaatkan kebaikan warga tersebut, Dokter Sakurata berhasil mencuri data keluarga milik orang yang menolongnya. Dengan data keluarga itulah Sakurata bisa bebas berlenggang kesana kemari selama dalam masa target operasi aparat.
Dengan iming iming uang dan tentunya diringi drama yang didramatisir, Dokter Sakurata juga berhasil membuat beberapa akun Bank dengan memakai nama warga yang dia mintai tolong. Tentu saja target dokter adalah orang orang miskin yang jelas membutuhkan uang. Dengan memberi upah yang lumayan, Dokter Sakutara bisa mengakses keuangan yang dia simpan di Bank asal negaranya.
__ADS_1
Meskipun Dokter Sakurata tidak bisa melarikan diri ke luar negeri, namun dia masih punya akses untuk berhubungan dengan orang orang di negara asalnya. Dokter Sakurata menghubungi rekan yang tidak mengetahui tentang kasus yang menimpanya untuk meminta pertolongan. Dokter Sakurata mengirim uang tabungannya ke akun milik rekannya dan dari rekannya, uang itu di transfer ke rekening baru miliknya yang memakai nama orang lain. Maka itu sang dokter tidak pernah kehabisan uang selama dalam pelariannya.
Sedangkan untuk melakukan aksinya, dokter Sakurata masih menyimpan beberapa resep yang bisa dia akses melalui ponselnya. Sedangkan untuk beberapa alat yang dia butuhkan, Dokter Sakurata bekerja sama dengan orang orang yang lebih mementingkan uang daripada sebuah kejujuran.
Seperti malam ini, Dokter Sakurata berhasil menculik satu wanita dan siap membuat wanita itu seperti orang mati berkat bantuan beberapa orang yang tertarik dengan bayaran dengan jumlah yang cukup banyak. Dokter Sakurata melakukan penculikan itu tentu saja dengan maksud dan tujuan tertentu, salah satunya dia ingin menantang pemuda yang telah membuat dirinya menjadi buronan aparat.
Arwah wanita itu seketika berpikir keras, dia harus bisa mencari tahu, siapa itu Ozil. Tapi yang jadi kendala, dia itu arwah yang tidak bisa melakukan banyak hal. Selain menghilang dari tempat satu ke tempat lain, Arwah itu sama sekali tidak memiliki kekuatan lainnya. "Bagaimana caranya aku mengenal Ozil dan memberitahukan hal ini?" gumamnya.
__ADS_1
Sementara itu masih di malam yang sama, Ozil saat ini sudah terbaring di atas kasurnya. Setelah tadi puas menghabiskan waktu bersama dua sahabatnya, Ozil bersiap diri untuk menghilangkan rasa lelah yang menyerang tubuhnya. Ketika Ozil sedang menyendiri, dia selalu teringat lima wanita cantik yang saat ini sudah tidak menunjukkan wajah mereka dalam bentuk hantu. "Mawar, Melati, Anggrek, Lili, cempaka, apa kalian nanti masih mengingatku?" gumamnya, sampai mata Ozil dihampiri oleh rasa ngantuk.
Dan lagi lagi waktu berlalu dengan cepat. Di pagi harinya, Ozil kembali melakukan rutinitas seperti biasanya. Karena ini adalah hari minggu, Ozil masih bisa santai melakukan tugasnya sebagai karyawan. Mungkin karena tubuh yang cukup lelah, Ozil hari ini melakukan tugasnya di waktu yang sudah cukup siang.
Dengan suasana hati yang cukup bahagia, Ozil membersihkan semua ruangan yang menjadi tempat dia mencari nafkah. Entah sampai kapan dia akan terus menjadi Ob di sana, Ozil pun tidak tahu. Bagi Ozil, dia masih sangat betah bekerja di tempat ini. Saat Ozil sedang membersihkan bagian teras depan, matanya menangkap sesauatu tergantung di pintu gerbang.
"Apa itu?" gumam Ozil. Dengan rasa pensaran yang menyergap benaknya, Ozil melangkah menuju pintu gerbang dan mengambil benda berbentuk godie bag itu. Ozil semakin mengerutkan keningnya saat melihat ada semacam surat di dalam godie bag tersebut. Saat Ozil membaca isinya, mata Ozil seketika langsung membulat.
__ADS_1
...@@@@@...