HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Malangnya Nasibmu


__ADS_3

"Apa!" pekik Ozil, seketika terlihat sangat terkejut dengan kabar yang baru saja dia dengar. Bukan hanya Ozil saja yang kaget dengan berita itu. Sepasang suami istri yang ada di ruangan yang sama dengan Ozil juga ikut terkejut dengan kabar yang sangat tidak terduga. "Maksud Bapak gimana?"


"Ya, seperti yang kamu dengar, korban adalah seorang anak yatim piatu dan dia dijual oleh keluarga Pamannya," ucapan pak Aparat menambah rasa terkejut dari pemuda yang ada di sana. "Untuk lebih lengkapnya, tim kami yang satu kota dengan korban, sedang memburu keluarga Pamannya. Semoga saja keluarga Pamannya tidak kabur, biar secepatnya langsung kami proses."


Untuk beberapa saat Ozil terdiam. Dia tidak menyangka kalau korban kali ini nasibnya lebih parah. Ozil seketika menjadi pendengar dari obrolan yang diteruskan oleh Mas Ari dan Mbak Anin bersama Aparat tersebut. Setelah merasa cukup memberi informasi, Aparat itupun pamit dan meminta Ozil memberi kabar jika wanita itu siuman.


"Astaga! Kok ada sih keluarga kayak gitu?" Mbak Anin kembali merasa kesal. "Aku pikir hanya ada di dunia novel saja, cerita yang kayak beginian. Tapi ternyata di dunia nyata masih ada. Bener bener gadis yang malang."


"Ya gimana lagi, Mah. kalau hatinya sudah tertutup dengan hal jahat, mereka tidak peduli akan apapun meski saudara sekalipun. Apa lagi jika uang sudah berbicara, tahu sendiri kan, orang makin bisa berbuat seenaknya," balas Mas Ari yang juga merasa begitu heran dengan informasi yang dia dengar.

__ADS_1


Ozil sendiri masih sedkit syok sampai anak itu terlihat lebih banyak bengongnya. Hingga beberapa menit kemudian, seteleh Ozil bisa kembali diajak ngobrol, sepasang suami istri itu, akhirnya harus pulang karena waktu sudah semakin malam. Kini Ozil kembali sendiri. Larut dengan segala pemikirannya yang cukup rumit. Informasi tentang wanita itu seakan menambah beban pikiran bagi pemuda yang saat ini duduk di kursi, sebelah brangkar.


Ozil memperhatikan wajah wanita terpejam dengan segala pemikiran yang kemana mana. Jika diperhatikan dengan baik, wanita itu tidak kalah cantik dengan para wanita yang pernah menjadi hantu. Jika wajah kelima wanita yang dulu lebih ke arah orang china, wajah wanita yang saat ini Ozil tatap, lebih mirip wanita dari timur tengah. Namun sangat disayangkan, wajah cantiknya tidak membuat nasibnya juga sama cantik.


"Setelah kamu sadar nanti, apa yang bakalan terjadi sama kamu, Mbak?" gumam Ozil lirih. Secara spontan tangan pemuda itu bergerak dan membelai pipi wanita yang belum diketahui namanya. Namun di saat bersamaan, Ozil dibuat tertegun saat dia melihat mata si wanita nampak bergerak. Tak lama setelah mata bergerak, Ozil semakin dibuat terkeejut ketika melihat jari jari wanita itu juga bergerak.


"Akhirnya kamu sadar juga, Mbak," seru Ozil yang wajahnya langsung terlihat berbinar. Dia segera beranjak keluar ruangan untuk memberi tahu berita itu kepada suster yang berjaga. Tak butuh waktu lama, tim dokter yang menangani wanita itu langsung berdatangan untuk memerika kedaan pasien. Disaat itu juga mata si wanita terbuka. Terlihat dari raut wajahnya kalau wanita itu saat ini sedang kebingungan.


"Aku ada dimana?" wanita itu bertanya dengan suara yang begitu lirih tapi masih cukup terdengar ditelinga orang orang yang mengelilinginya.

__ADS_1


"Anda berada di rumah sakit," jawab sang dokter. "Beruntung, anda ditolong oleh anak muda ini. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada anda."


Wanita itu perlahan menoleh dan saat dia melihat wajah Ozil, kening wanita itu berkerut. Ozil sendiri hanya membalasnya dengan senyuman. Ozil tahu, pasti wanita itu memiliki banyak hal yang ingin dia tanyakan. Sama seperti Ozil, pemuda itu juga memilki banyak hal yang ingin ditanyakan.


"Kamu yang menolongku?" tanya si wanita dengan suara yang masih lemah, setelah tim dokter sudah pergi dari ruangan tersebut. "Memang apa yang terjadi kepadaku?"


Ozil lantas tersenyum. "Ceritanya nanti aja, jika kamu sudah pulih sepenuhnya ya?" ucap pemuda itu dengan lembut. Dari wajahnya, jelas sekali kalau Ozil merasa lega dengan keadaaan wanita yang sudah sadar dari tidur panjangnya.


Wanita itu mengangguk pelan dan dia melempar pandangannya ke arah langit langit kamar. Seketika suasana mendadak menjadi canggung. Ozil yang sebelumnya ingin melempar banyak pertanyaan, malah terdiam dengan mata sesekali melirik ke arah wanita yang nampak sedang berpikir.

__ADS_1


"Yang aku ingat, ada seseorang yang menanyakan alamat kepadaku saat aku turun dari angkot," wanita itu tiba tba kembali bersuara. "Setelah itu, aku tidak ingat apa apa lagi. Apa mungkin, aku berada di sini karena ulah paman dan Bibiku?"


...@@@@@...


__ADS_2