HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Kejutan Lainnya


__ADS_3

Masih di malam yang sama, tapi jauh di tempat yang berbeda. Mbah Wiro kini dengan gagahnya menyodok nyodok lubang sang biduan yang terbaring pasrah. Mbah Wiro berdiri di atas lantai menghadap salah satu sisi ranjang. Sedangkan di hadapannya, sang biduan hanya meracau keenakan saat menerima sodokan demi sodokan dalanm irama yang cukup cepat.


Tok! Tok! tok!


tiba tiba terdengar suara pintu di ketuk.


"Ada apa?" teriak Mbah Wiro.


"Ada Manto, Mbah!" sahut salah satu anak buah Mbah Wiro. Kadang memang anak buah Mbah Wiro memanggil pria itu dengan sebutan Mbah, kadang juga Bos, tergantung keadaaan.


"Suruh tunggu, aku lagi melakukan ritual!" teriak Mbah Wiro sambil terus menyodok lubang nikmat.


"Baik, Mbah!"


"Ternyata Mbah Wiro orangnya gagah banget kalau lagi nyodok nyodok gini," racau sang biduan


"Kenapa. Kamu ketagihan?" tanya Mbah Wiro dengan pinggang yang teerus bergerak dengan stabil.


"Iya, Mbah, punya Mbah juga mantap, gede. Kalau mentok gini enak banget, akhh~"

__ADS_1


"Kalau kamu mau lagi, datang aja kesini, nanti aku jatah!"


"Sangat mau, Mbah."


Mbah Wiro kembali menyeringai. Tak lama setelah itu, tubuh Mabh Wiro bergetar dan mengejang. Saat itu juga menyemburlah benih Mbah Wiro ke dalam lubang sang biduan. "Akh~ enaknya ..."


Sementara itu di kamar Ozil.


"Apa yang kamu pakai?" tanya Ozil dengan suara yang cukup keras, begitu melihat baju tidur yang dikenakan Seruni. Tentu saja Ozil tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya dengan apa yang dia lihat saat ini. Suara Ozil bahkan sampai membuat Seruni kaget dan langsung menatapnya. Padahal tadi Seruni akan langsung berbaring, tapi karena suara Ozil terdengar menggelegar, Seruni sampai mengurungkan niatnya.


"Baju tidur, kenapa? Ada yang salah?" tanya Seruni dengan wajah bingungnya lalu dia memperhatikan dirinya sendiri.


"Kamu nggak takut aku menodai kamu? Masa kamu pakai baju tidur tipis begitu, sampai dua kain yang menutupi bukit kembar dan bawahnya kelihatan?" protes Ozil bersungut sungut.


"Biar bagaimanapun aku tuh laki laki loh, Run. Sebaik baiknya aku, akan tetap tergiur dengan penampilan kamu yang seperti itu," ucap Ozil lagi. Seruni lantas kembali tersenyum sembari menatap punggung pria di sisinya. "Kalau aku ngajak kamu berhubungan badan, belum tentu juga kan kamu mau, kan?"


Seruni masih tersenyum lalu dengan sengaja dia memiringkan tubuhnya menghadap Ozil dan memeluknya dari belakang. Ozil semakin frustasi saja. Tingkah Seruni semakin meresahkan hati dan isi celananya. "Kamu ngapian sih, Run? Kamu sedang menguji kejantanan aku!"


Seruni menahan suara tawanya dan dia bukannya melepas pelukannyaa, tampai malah semakin kencang. "Siapa yang sedang menguji kejantanan kamu? Aku cuma meluk tubuh kamu doang biar hangat," bukannya berkilah, tapi memang tujuannya agar dia merasa hangat saja.

__ADS_1


"Kalau pengin hangat ya pakai baju tidur yang tebal, bukan tipis kayak gitu. Nanti kalau aku beneran menodai kamu, kamu jangan marah loh, Run. Kamu sendiri yang memancing mancing kayak gini," ancam Ozil dengan posisi sama yaitu memunggungi Seruni. terdengar, Seruni malah terkekeh, namun tak lama setelah itu Ozil kembali dibuat terkejut. "Astaga! Runi!"


"Apa sih, Bang?" Seruni malah memasang wajah tanpa dosa.


"Ngapain raba raba kolor aku sih? Bikin resah tahu," sungut Ozil.


"Ya kan pengin mastiin, punya Abang berdiri nggak?"


"Ya pasti berdiri lah, orang aku laki laki normal." Entah Ozil harus seneng atau emosi. Perasaan itu langsung bercampur jadi satu dalam benak Ozil. Tapi pemuda itu tetap membiarkan tangan Seruni nempel di depan kolornya. Pasti tangan itu sangat merasakan betapa tegangnya batang ozil saat ini.


"Abang pernah gituan nggak sih sama cewek? Berhubungan badan?" tanya Seruni.


"Ya belum lah," jawab Ozil agak kesal. "Mana ada cewek yang mau berhubungan dengan cowok miskin?"


"Kalau isi kolor Abang pernah masuk ke mulut cewek nggak?" tanya Seruni lagi yang sepeertinya sangat penasaran dengan kehidupan Ozil.


"Pacaran aja belum pernah, apa lagi melakukan hal kayak gittu! Aku kan udah ngomong, cowok miskin kayak aku mana ada yang doyan? Makanya kamu jangan kayak gini dong, Run! nanti au baper gimana? Kita itu berbeda, antara si kaya dan si miskin loh, Run," geram Ozil.


Lagi lagi, Seruni tersenyum. "Ya udah sini, isi kolor kamu, aku mainkan dengan mulut."

__ADS_1


"Apa!" mata Ozil langsung membelalak.


...@@@@@...


__ADS_2