
Lima hantu wanita sungguh dibuat terkejut dengan apa yang mereka saksikan detik ini juga. Tiga pria yang mereka awasi, kembali membawa seorang wanita yang sudah tidak sadarkan diri. Kelima hantu itu jelas terlihat sangat bingung karena dari berita yang mereka dengar, Seruni adalah target terakhir mereka.
"Apa mereka memiliki target lain, untuk menggantikan Seruni?" tanya Melati dengan tatapan terus memperhatikan gerak gerik para penjahat.
"Nggak tahu. Kita pantau aja dulu," balas Lili. "Aku yakin setelah ini, mereka akan menghubungi bos mereka."
Apa yang Lili katakan memang benar, setelah meletakkan tubuh wanita ke dalam salah satu kamar yang rumahnya di sewa para penjahat, salah satu dari penjahat itu langsung menghubungi bos mereka. Dari pembicaraan melalui telfon itu, para hantu semakin yakin kalau wanita itu akan dijadikan tumbal sebagai ganti Seruni.
"Wahh! Bahaya! Ini tidak bisa dibiarkan," seru Anggrek. "Kalau hal ini sampai terjadi, bisa bisa rencana yang sudah matang dari Ozil bakalan berantakan dan nasib kita akan terus seperti ini."
"Ya udah gini aja, sebagian ikut aku ke tempat Bang Ozil dan sebagian tetap berada di sini, ngawasin keadaan, bagaimana?" usul Cempak.
"Ide bagus itu," jawab Mawar. "Ya udah mending Cempaka dan Melati ke tempat Ozil, sisanya tetap disini," Cempaka langsung setuju dan dia bersama Melati langsung menghilang menuju ke tempat Ozil.
Beruntung saat itu Ozil sedang di toilet jadi para hantu bisa menunggunya di sana. Namun para hantu dibuat terkejut saat ada sosok Seruni yang ada di dalam toilet juga dan dia berada di dalam bersma Ozil.
__ADS_1
"Seruni ngapain di sini?" seru Melati dan suaranya cukup mengagetkan Ozil yang sedang buang air.
"Kalian ih, ngagetin aja!" seru Ozil dan sikap pemuda itu tentu saja membuat Seruni yang sedang memandangi isi celana Ozil saat mengeluartkan air berwarna kuning langsung mendongak dan seketika wanita langsung memeluk Ozil dari belakang.
"Ada hantu yang, Bang?" tanya Seruni sambil matanya mengedar ke semua sisi toilet.
Ozil tahu kalau wanita itu ketakutan, tapi Ozil cukup senang jika tubuh Seruni nempel terus seperti sekarang. "Iya itu, di sebelah kiri kamu." Seruni langsung mengencangkan pelukannya dan memejamkan matanya juga."Jangan terlalu kencang meluknya dong, Run. Ini aku mau mencuci batang jadi susah."
Tapi sepertinya Seruni tidak peduli. Rasa takutnya melebihi segalanya. Ozil hanya mendengus dan dia mau tidak mau mencuci batangnya secara hati hati. Dua hantu yang melihat tingkah Seruni hanya geleng geleng kepala beberapa kali. Setelah urusan toilet selesai, Ozil langsung kembali ke kamar dengan tubuh Seruni yang terus menempal padanya.
"Bang sepertinya rencana kamu bakalan gagal deh, Bang," ucap Cempaka begitu mereka semua kini sudah berada di dalam kamar.
"Ada wanita lain yang katanya bisa menggantikan Seruni untuk persembahan," ucap Melati. "Tadi, para penjahat membawa pulang tubuh wanita lain yang sudah tidak sadarkan diri."
"Hah! Kok bisa?" Ozil tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. "Kalian yakin?"
__ADS_1
"Sangat yakin, Bang. Orang kami tadi mendengar sendiri kalau mereka berbicara dengan bos mereka lewat telfon," jawab Cempaka.
"Terus kalian tahu nggak, kapan wanita itu akan dibawa?"
"Kemungkinan paling besok, Bang. Kan dengar dengar ritual yang akan dilakukan bos para penjahat sebentar lagi. Maka itu dokter Sakurata buru buru mencari pengganti Seruni, dan orangnya sekarang sudah ada di markas penjahat." jawab Melati.
"Kita mungkin bisa saja membantu menyelamatkan wanita itu, Bang, tapi kita taruh dia dimana? Nggak mungkin kan naruh wanita itu di sini?' ucap Cempaka. "Nanti kalau dia sadar dan salah paham gimnana? Nggak mungkin loh, Bang, wanita itu akan percaya begitu saja sama kamu," terang Cempaka.
"Benar juga," kepala Ozil nampak mengangguk beberapa kali dengan tatapan mata yang menunjukan kalau pria itu sedang memikirkan cara untuk menolong wanita tadi. Beberapa saat kemudian, maat Ozil terlihat berbinar. "Sepertinya aku punya ide."
"Gimana, Bang?" tanya Cempaka. Ozil lantas menceritakan idenya kepada dua hantu itu. Di sana, Seruni juga mendengarkannya dengan baik dan hal itu membuat Seruni tertegun karena menurut Seruni, Ozil memilik otak yang cukup cerdas. Seruni tidak tabu apa yang sedang terjadi diantara Ozil dan para hantu. Namun , Seruni cukup memahami kalau saat itu sedang terjadi masalah yang cukup serius.
"Kalau itu kita aku setuju, Bang," Melati nampak antusias menyetujui ide yang keluar dari mulut Ozil.
"Ya udah, Bang, kita kembali bersama yang lain dulu. Nanti kalau ada informasi, kita kabari kamu, Bang."
__ADS_1
Ozil hanya mengangguk beberapa kali, sampai dua hantu hilang dari pandangan matanya.
...@@@@@...