HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Piknik Kejutan


__ADS_3

"Eugh," sebuah lenguhan panjang dengan suara yang cukup berat, terdengar menggema. Dari suaranya, jelas sekali kalau pemilik suara itu adalah seoang pria. Terlihat di sana, seorang pria nampak baru saja sadarkan diri. Tubuh pria itu menujukkan gerakan kecil beberapa kali disertai dengan mata yang hendak terbuka.


perlahan tapi pasti, pria itu membuka matanya dan untuk beberapa kali mata itu pun mengerjap. Kening pria pemilik mata sontak berkerut dengan pandangan mata yang masih kurang jelas. Namun saat mata pria itu sudah bisa memandang dengan pasti, dua bola mata itu langsung membulat dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Kalian!" pekik pria tersebut kepada lima orang yang ada di hadapannya. Wajahnya begitu terkejut saat melihat sosok yang pria itu kenali, saat ini berdiri dengan membungkuk di depan matanya. "Apa yang kalian lakukan? Dan aku ..." pria itu memotong ucapannya sendiri sambil celingukan, memandang ke sekitarnya.


"Kenapa, Bang, kaget ya?" salah satu dari mereka nampak tersenyum manis. "Kami sengaja menculik kamu, Bang."


"Menculik?" Ozil kembali terperangah. "Ntar dulu," pria muda itu langsung memegangi kepalanya, terus mengingat ingat kejadian yang dia alami sebelum dia sadarkan diri. "Bukankah semalam ada yang membekapku?"


"Iya," sahut salah satu dari mereka. "Dia orang suruhan kita, Bang. Heheeh ..."


"Apa!" Ozil kembali memekik dengan tatapan tak percaya. "Kalian menyuruh orang untuk membuatku pingsan? Kenapa?" Ozil kembali melempar pertanyaan sembari kembali celingukan, memperhatikan tempat keberadaannta dengan seksama "Ini aku ada dimana? Apa aku sedang berada dalam pesawat terbang?"


"Tepatnya di pesawat pribadi, Abang," salah satu dari mereka kembali bersuara. "Ini pesawat pribadinya Lili."

__ADS_1


Ozil semakin terperangah. "Astaga! Kalian benar benar menculikku? Buat apa!" Ozil sedikit meninggikan suaranya dan agak marah kepada lima wanita yang sudah pernah menjadi hantu tersebut.


"Hahaha ... jangan panik gitu sih, Bang, kita nggak mau ngapa ngapain kok," ucap Melati. "Kita hanya ingin mengenang kebersamaan kita kembali, sebelum kamu menikah, Bang."


"Mengenang kebersamaan kita, maksudnya gimana sih?" Ozil makin terlihat bingung.


"Gini gini gini, biar aku jelasin," Cempaka ambil suara dan dia langsung duduk di sebelah Ozil. Dalam peswat itu memang hanya ada beberapa tempat duduk saja. "Selama kita hidup kembali, kita kan sudah tidak punya waktu untuk bersama sama meski hanya sekedar ngobrol. Apa lagi setelah kami menikah dan tinggal diluar negeri, kita jarang ketemu dan jarang saling kontak. Maka itu sebelum kamu menikah, kita merencanakan ini semua. Anggap aja kita piknik bareng."


"Ntar dulu, aku masih bingung," ucap Ozil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku pasti saat ini sedang dicari orang orang."


"Astaga!" untuk kesekian kalinya Ozil harus menunjukan wajah terkejutnya. "Terus suami kalian gimana? Aku nggak mau loh gara gara aku, rumah tangga kalian nanti menjadi korban."


"Hahaha ..." kelima wanita cantik itu serentak tertawa. "Suami kita nggak apa apa, Abang. Mereka ngijinin kok. Abang ngak perlu khawatir, kita kan perginya rame rame. Cuma ya itu calon istri Abang nggak tahu. Kita takut dia salah paham nantinya," ucap Anggrek.


"Huhh! Kalian ini ada ada aja," sungut Ozil, lalu dia memandang area luar melalui jendela di sebelahnya. Tapi itu hanya sebentar dan Ozil kembali menatap lima wanita mantan hantu. "Kalian mau bawa aku kemana sih?"

__ADS_1


"Yang pasti ke tempat yang baguslah, selama satu minggu nanti kita akan bareng," jawab Lili santai.


"Apa! Satu minggu!"


"Kenapa sih, dari tadi teriak teriak mulu?" sungut Anggrek. "Abang nggak seneng?"


"Bukannya nggak seneng," bantah Ozil. "Tapi ini tuh terlalu mengejutkan. Semua orang juga pasti syok mendapat kejutan seperti ini. Aku kirain ada penjahat yang mau menculikku."


Suara tawa kelima wanita itu kembali menggelegar. "Kita tuh merencanakan ini semua sejak satu bulan yang lalu loh, Bang. Beruntungnya kita semua pada belum punya anak. Jadi kita masih agak bebas jika pergi tanpa suami," ucap Cempaka.


"Udah, Abang jangan terlalu banyak mikir deh," Melati menimpali. "Kapan lagi kita bareng bareng seperti ini setelah kembali menjadi manusia? Nanti, pasti kita juga akan kembali, hidup dengan jalannya masing masing, jadi nikmatin aja waktu kebersamaan kita, Bang."


Untuk kali ini Ozil terdiam. Apa yang dikatakan Melati memang benar. Lagian tidak bisa dipungkiri, Ozil juga merindukan suasana saat bersama kelima wanita itu. Ozil pun sekarang sudah bisa menenangkan perasaanya dan mulai menikmati kejutannya. Mereka pun akhirnya bisa ngobrol santai dengan banyak tawa.


Hingga beberapa jam kemudian, sampailah mereka di tempat tujuan, dan lagi lagi Ozil dibuat terkejut begitu sampai di sana.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2