HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Membuat Salah Paham


__ADS_3

"Akh!" teriak seorang wanita yang sedang memijat kakinya yang terkilir. Teriakan wanita itu sontak saja membuat dua tukang yang sedang fokus merapikan pekerjaannya karena waktu pulang telah tiba, menjadi ikut kaget juga. Salah satu dari mereka bergegas beranjak menghampiri wanita yang tadi berteriak. Karena mereka tidak lagi berada di halaman belakang, jadi salah satu dari mereka yang pergi.


"Loh, Kenapa, Mbak? Kok Pakaiannya basah?" tanya tukang bangunan yang cukup kaget melihat si wanita kebasahan.


"Nggak tahu ini, Pak, tiba tiba air dalam teko ini tumpah dan menyiramku," jawab Amel sambil mengibas ngibas pakaiannya yang basah. Tukang bangunan yang mendengar jawaban Amel sontak keningnya mengernyit.


"Emang tadi kamu mau minum apa gimana, Mbak?" tanya si tukang lagi.


"Enggak. Orang aku lagi diam dan mijitin kaki, tiba tiba airnya tumpah dan nyiram aku." jawaban Amel tentu saja membuat si tukang semakin mengernyitkan keningnya. Bagaimana mungkin ada tempat air yang tumpah sendiri dan membasahi wanita itu dari ujung rambut.


"Kamu yakin, Mbak? Masa yang basah rambutnya sih?" si tukang jelas saja ragu.


Amel sontak mendengus dan menatap tajam tukang yang usianya sekitar tiga puluh tahun ke atas itu. "Dikiranya aku bohong apa gimana?" Amel yang sedang berdiri, hendak melangkah pergi dan meminta si tukang untuk minggir karena menghalangi jalannya. Namun di saat tubuh Amel tepat berada di hadapan si tukang, Anggrek dengan kekuatannya, menghempaskan tubuh Amel sampa nabrak tubuh tukang bangunan.


Bugg!


"Akhh!" Amel dan si tukang bangunan langsung terjerembab dengan posisi tubuh Amel ada di atas si tukang.

__ADS_1


"Astaga! hati hati dong, Mbak, kalau jalan," protes si tukang yang sebernarnya cukup senang karena dada Amel menempel dan menekan tubuhnya, dan benda kenyalnya sangat terasa. Apa lagi Amel hanya menggunakan tangtop yang kencang sampai sebagian bukit kembarnya menyembul dan menggiurkan.


"Ya maaf, Pak. Orang tidak sengaja. Lantainya licin kena air," sungut Amel dan dia berusaha bangkit. Namun, lagi lagi Amel merasakan keanehan. Tubuhnya tidak bisa digerakkan. "Ini, kenapa tubuh aku ngak bisa diajak berdiri?" gumam Amel, dan tentu saja si tukang mendengar gumaman itu.


"Nggak bisa berdiri? jangan bercanda deh, Mbak?" sungut si tukang meski keenakan karena dada Amel terus bergerak, secara otomatis dada si tukang merasakan gerakan benda kenyal itu menggilas gilas dadanya.


"Serius, Pak. Aku nggak bisa bangun, kayak ada yang nekan punggungku agar tidak bisa berdiri," Amel mulai merasa panik.


Kening si tukang pun kembali mengernyit. "Aneh, tadi katanya tempat air yang tumpah ke kepala sendiri, sekarang tubuhnya nggak bisa berdiri, apa dia sengaja melakukannya?" gumam Si tukang dalam hati. Karena merasa curiga, si tukang sengaja diam, tidak ada inistiatif untuk membantunya. Apalagi dalam posisi enak seperti ini.


Untuk mempermainkannya, para hantu sengaja mengurangi kekuatan agar Amel bisa bangkit. Namun di saat Amel sedang berusaha bangkit, ketiga hantu mendorong tubuh Amel lagi sampai tubuh itu kembali jatuh di atas tubuh si tukang.


"Akhh!" teriak Amel.


"Bilang aja deh, Mbak, kamu sebenarnya sengaja melakukan ini kan?" si tukang sudah tidak tahan dengan apa yang dia pendam sejak beberapa saat yang lalu.


"Sengaja bagaimana?" tanya Amel dengan suara yang cukup lantang dan juga terlihat bingung juga dengan tuduhan yang terlontar dari mulut si tukang.

__ADS_1


"Kamu sengaja pengin dekat dengan aku, iya kan?" pertanyaan si tukang langsung membuat mata Amel membulat.


"Yang benar saja! Mana ada aku sengaja melakukan kayak gini? Lagian nggak mungkin aku mau sama tukang," bantah Amel.


"Alah, nggak usah munafik, Mbak. Lagian mana ada, tempat air tiba tiba nyiram tubuh kamu sendiri dari ujung rambut. Dan ini apa! Sengaja jatuh diatasku nggak mau bangun," si tukang jelas nggak mau kalah. Ditambah ucapan Amel terdengar merendahkan profesi pria itu sebagai tukang.


Mata Amel semakin membelalak begitu mendengar tuduhan si tukang. "Nyatanya memang seperti itu, aku ngak bohong!"


Si tukang langsung menyeringai. "Udah deh, Mbak, nggak usah bohong. Kalau mau aku juga bisa kok bikin puas kamu."


Di saat bersamaaan rekan si tukang bangunan mendatangi mereka dan dia cukup terkejut dengan apa yang sedang terjadi di sana. "Kalian lagi ngapain?"


Amel yang tadi hendak mengeluarkan amarahnya langsung bungkam karena kaget dengan kedatangan tukang yang satunya. Berbeda dengan tukang tukang yang berada di bawah tubuh Amel, dia malah menyeraingai. "Dia lagi main sandiwara, Bro. lagi ingin merasakan isi celanaku."


"Hati hati kalau nuduh! Aku nggak mungkin tertarik dengan tukang bangunan kayak kamu!" hardik Amel sambil terus berussaha mengangkat tubuhnya.


"Oh iya, bagaimana kalau kita buktikan? Apa setelah merasakan isi celanaku, kamu tetap masih tidak tertarik?"

__ADS_1


Deg!


...@@@@@...


__ADS_2