
"Maaf ya, Mas, aku jadi ngerepotin kamu," ucap Nirmala begitu dia memasuki kamar dan melihat beberapa hidangan sudah tersaji di atas lantai. Jelas sekali kalau wanita itu tidak enak hati dengan kebaikan pemuda yang baru dia kenal. Meski hanya berupa nasi goreng dan beberapa gorengan, bagi Nirmala yang tidak memiliki uang seperakpun, makanan yang dibelikan Ozil sudah lebih dari cukup.
"Nggak ngerepotin kok," Ozil yang tadi pikirannya sedang traveling kemana mana karena melihat pakaian yang dikenakan Nirmala, langsung tersadar begitu mendengar ucapan yang keluar dari wanita, yang saat ini sudah duduk di lantai menghadap makanan. "Lagian kan secara tidak langsung, aku yang menyebabkan kamu berada di sini, Nir."
Wanita itu sontak tersenyum masam. "Kalau aku tidak dijual pada Dokter Sakurata, aku juga tetap akan mengalami nasib yang sama, ujung ujungnyaa akan dijual ke orang lain. Mungkin ini aku termasuk beruntung ketemu sama kamu. Coba kalau aku jatuh ke tangan orang yang salah, bisa saja nasibku saat ini lebih buruk dari sebelumnya."
Ozil ikut tersenyum tipis. "Udah, nggak perlu mikirin yang lainnya. Sekarang lebih baik kita makan, aku udah lapar," Nirmala mengangguk dan mereka langsung menikmati hidangan yang yang sudah tersaji. Obrolan kembali mengalir sembari menikmati hidangan sederhana tersebut. Bahkan hingga hidangan habis, mereka masih nampak berbagi cerita satu sama lain.
Setelah mereka kehabisan bahan pembicaraan, kedua anak muda itu tiba tiba saling diam dalam kebingungan. keduanya larut dalam pikiran masing masing dan kadang terlihat canggung satu sama lainnnya. Meskipun Ozil pernah beberapa kali satu kamar dengan wanita, tapi tidak mungkin pria itu mengeluarkan jurus nakalnya, meski saat ini melihat keadaan Nirmala membuat otak Ozil, berkelana hebat.
"Udah malam, kamu istarahat saja dulu," akhirnya suara Ozil kembali menggema setelah tadi terdiam beberapa menit."
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" melihat Ozil yang beranjak dari kasurnya, sontak saja membuat wanita Nirmala melempar pertanyaan.
"Aku cuma mau mengecek keadaan. biasa, sebelum tidur, aku harus ngecek kembali keadaan tempat kerjaku," jawab Ozil. Nirmala mengerti dan dia tidak melempar pertanyaan kembali serta membiarkan pemuda itu pergi.
Selain memeriksa kembali keadaan tempat kerjanya, Ozil juga sebenarnya melakukan hal itu sebagai pengalihan pikirannya yang sudah terlanjur kemana mana. Setelah mengenal hubungan ranjang, entah kenapa otak Ozil malah terus memikirkan hal yang tidak tidak saat ini. "Aku harus bagaimana ini?" gumam Ozil merasa cukup frustasi.
Karena cukup lama Ozil berada diluar, dan takut Nirmala memikirkan yang tidak tidak, Ozil pun memutuskan kembali ke kamar. Begitu dia membuka pintu kamar, betapa terkejutnya pemuda itu saat melihat Nirmala yang sudah terlelap. Yang membuat Ozil terkejut adalah, wanita itu tidur hanya dengan beralasan sarung.
Setelah tubuh Nirmala berhasi dipindahkan, Ozil menggunakan kesempatan itu untuk menatap wajah wanita yang matanya sudah terpejam. Sesekali senyum Ozil terkembang dengan hati yang sangat mengagumi wanita cantik di depan matanya. "Wajah kamu begitu cantik, tapi sayang, nasib kamu tidak secantik wajah kamu, Nir," gumam Ozil lirih.
Pemuda itu yang awalnya mengagumi Nirmala sembari duduk, lama kelamaan dia berganti posisi dengan berbaring miring dan matanya tak lepas, menatap lekat wajah wanita yang ada di hadapannya. Namun diluar dugaan, wanita itu bergerak dan berganti posisi menjadi miring menghadap Ozil, lalu tangannya melingkar pada pinggangg pemuda itu. Tubuh Ozi seketika menegang karena kejadian tak terduga saat ini.
__ADS_1
"Aduh, ini sangat meresahkan," gumamnya. Otak Ozil kembali berkelana kemana mana. "Tidak, aku tidak boleh begini. Aku harus cari cara agar aku tidak hilaf," ucapnya dalam hati. Saat itu juga Ozil terus berpikir. Hingga tak lama kemudian Ozil menemukan cara yang bisa meredam hasratnya. Ozil tidak mau merusak wanita itu hanya gara gara hasrat yang tiba tiba terus meronta
Hingga beberapa puluh menit kemudian.
"Ozil! Kamu ngapain malam malam ke sini?"
Ozil pun cengengesan. "Mbak, aku boleh nginep di sini, nggak?" bukannya menjawab, Ozil malah melempar sebuah pertanyaan. Dan sidah bisa ditebak, wanita yang didatangi rumahnya dengan sangat antusias menerima Ozil menginap di sana. Ozil pun merasa lega, karena dia sangat yakin janda itu sangat menanrtikan Ozil untuk menginap di rumahnya.
"Akhh~" akhirnya Ozil berhasil melepaskan hasrat yang meronta bersama salah satu janda cantik rekan kerjanya.
...@@@@@@...
__ADS_1