
"Masukan gimana, Mbak, maksudnya?" tanya Ozil. Biar bagaimanapun pemuda itu memamng butuh masukan agar dia bisa mengambil keputusan yang menurutnya tepat. Beruntung, Ozil orangnya terbuka. Setelah semalam mendapat masukan dari Mbak Lisa, sekarang ada lagi yang memberi masukan buat dirinya.
"Begini, Zil, kamu kan lagi ditunggu kehadirannya oleh beberapa stasiun televisi dan juga beberapa vlogger terkenal, kenapa kamu nggak memanfaatkan itu saja untuk menolong Nirmala," ucap Mbak Anin. Kening Ozil seketika langsung berkerut. Dari tatapan matanya, jelas sekali kalau anak muda itu butuh penjelasan lebih rinci lagi dari istri bosnya itu.
"Begini, melihat keadaan Nirmala yang sangat memprihatinkan, nggak salah kan kalau kamu memanfaatkan media masa untuk membantu wanita itu. Kamu ajak aja Nirmala untuk ikut menjadi bintang tamu. Aku sih yakin, banyak pihak yang bakalan antusias menerima wanita itu untuk ikut wawancara, secara dia itu juga salah satu korban Sakurata."
"Nah, benar itu, Zil," Mas Ari tiba tiba langsung ikut mengeluarkan suaranya. "Dari sana, nanti si Nirmala itu pasti akan dapat pemasukan juga dan pemasukan itu bisa dia gunakan untuk modal usaha dan sebagainya. Jadi kamu juga tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk wanita itu."
Untuk beberapa saat, Ozil terdiam dengan pikiran yang mencerna setiap kata yang keluar dari mulut suami istri di hadapannnya. "Benar juga ya, Mas. Ya udah deh, nanti aku coba bicara sama Nirnala."
"Nah, harus itu. Tapi kalau dia masih mau tinggal satu kamar dengan kamu ya aku sih nggak masalah, Zil. Silakan aja, asal kalian bisa jaga diri," ucap Mas Ari lagi.
"Iya, Mas, makasih," balas Ozil dengan perasaaan yang lebih tenang. "Ya udah, Mas, kalau gitu aku permisi dulu, mau nyari baju buat Nirmala."
"Nyari baju buat Nirmala?" tanya Mbak Anin heran.
__ADS_1
Ozil mengangguk. "Dia nggak punya baju satupun, Mbak. Semalam aja dia memakai bajuku. Dia hanya punya satu baju saja yang melekat ditubuhnya."
"Astaga!" pekik Mbak Anin. "Ya udah anaknya bawa kesini saja, Zil. Suruh dia pilih Baju aku aja. Baju aku banyak yang nggak kepake itu. Kali aja ada yang cocok."
"Beneran, Mbak?" tanya Ozil untuk memastikan. Begitu mendengar penegasan dari Mbak Anin, pemuda itu langsung mengucap terima kasih dan dia bergegas pamit untuk memberi tahu kan hal ini kepada Nirmala.
Hingga beberapa jam kemudian.
"Bos kamu baik banget ya, Mas," puji Nirmala sambil menenteng beberapa kantung plastik berisi pakaian dari Mbak Anin. "Pantesan kamu betah kerja di sini. Jarang jarrang loh ada bos sebaik mereka."
"Ya begitulah," jawab Ozil. "Kamu juga tadi dengar sendiri kan, kalau kamu diijinkan tinggal di sini untuk sementara?" kini dua anak manusia itu sudah berada di dalam kamar yang biasa Ozil tempati.
"Jangan terlalu mikirin hal kayak gitu. Kamu fokus aja sama apa yang ingin kamu lakukan," balas Ozil. "Kamu setuju kan, untuk menghadiri beberapa wawancara bersamaku?"
"Sangat setuju dong, Mas. Kan tadi aku sudah bilang sama bos kamu," jawab Nirmala. "Nanti kalau kamu jadi orang besar dan sukses, aku kerja di tempat kamu aja ya?"
__ADS_1
"Hahaha ... doakan saja." Dua orang itu sontak saling tertawa dan kembali melanjutkan obrolan mereka.
Seperti yang sudah disarankan Mbak Anin, Ozil akhrinya mau menerima dan menghadiri beberapa acara yang mengundang dia. Beruntung saat itu ada Nirmala, Ozil jadi tidak keteteran soal jadwal. Karena selain ikut dalam wawancara, Nirmala juga secara tak langsung mengatur semua waktu agar tidak ada acara yang saling tabrak salah satu sama lain.
Tepat sesuai dugaan yang diutarakan oleh istri sang Bos, Nirmala mendapat hadiah yang cukup melimpah akibat kisahnya yang juga ikutan viral. Nirmala tidak menyangka kalau kisahnya banyak mengundang simpatik banyak orang. Bahkan diluar dugaan, Nrmala dibuat tertegun saat para saudara dari keluarga dari pihak kedua orang tuanya mulai menampakan diri sebagai saudara, setelah beberapa tahun menghilang saat Nirmala ditimpa musibah.
Dan beberapa hari kemudian setelah Ozil dan Nirmala selesai menghadiri undangan wawancara, kini kedunya kembali merancang rencana berikutnya untuk masa depan selajutnya. Dari kedekataan itu juga, gosip langsung menyebar kalau Ozil dan Nurmala ada hubungan spesial dan banyak yang mendukungnya, termasuk para wanita yang Ozil tolong.
Sementara itu di tempat lain.
"Pokoknya kalian harus berhasil membawa Ozil, harus!"
"Baik, Bos! Kalau begitu kami permisi dulu. Kami akan menangkap Ozil dan membawanya kesini."
"Bagus. Pergilah!"
__ADS_1
"Siap!"
...@@@@@...