
Petang itu, di sana, di dalam kamar sebuah rumah yang dijadikan tempat kerja, seorang pemuda sedang terbaring menghadap langit langit kamarnya. Matanya terpejam tapi dia sedang tidak tertidur lelap. Kedua telapak tangannya dia letakkan di bawah kepala sebagai bantal meski dia sendiri sebenarnya sedang menggunakan bantal.
Pria muda bernama Ozil itu hanya sedang menikmati sentuhan demi sentuhan dari tangan seorang wanita cantik berpakaian seksi yang sedang memberikan pijatan kepadanya. Setelah bagian tubuh belakang selesai diberi pijatan hingga menimbulkan rasa nyaman, sekarang saatnya bagian depan tubuh Ozil yang menerima pijatan lembut dari seorang wanita yang bekerja di panti pijat.
Meskipun Ozil merasa nyaman dengan pijatan wanita tersebut, namun tubuh Ozil sedikit menegang saat tangan wanita itu sudah mulai merambat ke atas sampai ke daerah pinggang dan pangkal pahanya. Mata Ozil terbuka dan seketika pandangannya terbagi antara senyum wanita yang sedang memijat serta tangan wanita itu yang sedang menelusup ke dalam sarung yang dia pakai.
Ozil jelas sekali merasakan jari jari lembut tangan wanita itu kini sudah berada di pahanya dan sesekali menyentuh batangnya yang sudah sangat menegang. Bahkan wanita itu dengan santainya meminta Ozil membentangkan sedikit kakinya lalu memijat celah celah paha Ozil dimana di area itu ada dua telur yang terbungkus kulit milik Ozil.
"Kok tegang banget, Mas?" wanita itu malah melempar pertanyaan saat tangannya menyingkap sarung yang Ozil gunakan lalu memijat tubuh Ozil.
Ozil lantas tersenyum dan agak salah tingkah. "Ya wajarlah, Mbak, aku laki laki normal, dipijat bagian itunya oleh wanita cantik, pasti menegang, Mbak."
Wanita itu juga ikut tersenyum dengan jari tangan yang terus bekerja. "Punya kamu gede ya Mas, kayak punya orang italia. padahal selama aku lihat punya laki laki asli negara ini, bentuknya kecil loh, paling gede sekitar empat belas centi kayaknya."
__ADS_1
"Emang kamu pernah mijat punya laki laki Italia, Mbak? Kok tahu punya orang sana gede?"
"Aku berani ngomong ya pasti karena pernah melihatnya, Mas. Gede banget, mirip kayak punya kamu. Mungkin punya kamu sekitar dua puluh centi ya, Mas. Aku pernah ngukur punya bule dari belanda sampai dua puluh tiga centi malah."
"Wahh! Seriusan, Mbak?" tanya Oziil memastikan. Si tukang pijat pun mengangguk tanpa keraguan dengan senyum yang makin melebar. "Wahh! Pasti Mbak langsung main dong?" Ozil mulai berbicara nakal.
"Main apa? Enggak lah, Mas," jawab si tukang pijat menyangkalnya. Tapi mana mungkin ada pria yang mau percaya dengan penyangkalan yang dilakukan. Sebagai tukang pijat tentunya sudah sangat melekat kalau pandangan buruk akan jatuh kepadanya. Jadi akan susah buat orang percaya kalau wanita itu tidak sampai berhubungan badan dengan pasiennya.
"Hehehe ..." si tukang pijat malah terkekeh. "Lah orang aku nggak pernah, masa harus ngaku pernah sih, Mas? Apa kamu butuh bukti atau gimana? Jangan jangan kamu yang sudah berpengalaman dengan banyak cewek."
"Loh, kok malah memutar balikan fakta sih, Mbak?" protes Ozil. "Lagian mana ada cewek yang mau sama cowok miskin, Mbak? Kamu pasti udah tahu kan kalau aku hanya seorang Ob dan dulunya bukan siapa siapa saat di kampung?"
Si tukang pijat itu mengangguk. Biar bagaimanapun dia tahu tentang Ozil dari berita yang dia dengar dan dia baca. Ozil yang sedang viral tentu saja banyak media yang menggali informasi tentang latar belakang pria itu. "Tapi kamu ganteng loh, Mas. Masa nggak ada cewek yang mau diajak main enak sama kamu?"
__ADS_1
Ozil langsung mendengus. Mendengar pertanyaan tersebut Ozil memilih untuk berbohong. "Kalau aku cowok yang berpengalaman, kayaknya batangku nggak akan tegang begitu saja deh, Mbak. Kamu waktu mijat bule bule itu batangnya langsung tegang nggak, Mbak?"
"Ya awalnya enggak sih, tapi saat aku mulai menyentuhnya ketika melakukan pijatan, batang mereka mulai menegang."
"Nah kan, berarti bule itu memang sudah berpengalaman, Mbak. Soalnya gini, saat aku lihat video gituan, aktor bule juga belum menegang meski sudah saling perang bibir. Sedangkan punyaku, sudah tegang dari tadi saat kamu baru mengatakan sebagai tukang pijat, Mbak."
"Hahaha ... benar juga ya?" ucap si wanita itu. "Tapi emang bener juga sih, kalau nonton video yang bule, pemain cowoknya banyak yang nggak langsung tegang, kok bisa gitu ya?"
"Ya kan karena mereka berpengalaman, Mbak, jadi masih bisa mengontrol batangnya meski sudah saling beraba dan perrang bibir."
Si tukang pijat mengangguk beberapa kali, lalu dia menghentikan pijatannya dan bergerak ke arah wajah Ozil dan berhenti saat mulutnya tepat berada di dekat telinga pemuda itu. Mata Ozil membelalak saat wanita itu membisikkan sesuatu.
...@@@@@...
__ADS_1