HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Hantu Tambahan


__ADS_3

"Bang Ozil kemana sih? Kok nggak pulang pulang?" keluh salah satu hantu yang saat ini sedang duduk di sebuah taman kecil yang ada di samping sebuah bangunan, dimana bangunan itu dijadikan tempat kerja oleh pemiliknya. Hantu itu dan empat hantu lainnya sedang dilanda gelisah setelah mereka mendapat informasi yang sangat mengejutkan bagi kelimanya.


"Aku nggak nyangka, dokter Sakurata bisa sebegitunya dalam membantu kejahatan orang lain," ucap hantu yang diberi nama Melati. "Dia mau mencarikan Mbah Wiro, seorang wanita itu untuk korban hanya karena obsesinya mengenai dunia mistis. Kenapa nggak keluarganya aja sih yang dia korbankan?"


"Aku juga sangat kesal," Anggrek menimpali. "Pengin rasanya aku melenyapkan dokter itu dengan kekuatanku.Kalau nggak ingat tubuhku yang belum aman, sudah aku hempaskan hidup itu orang."


"Udah sabar, kita pasti akan menemukan jalan keluar kok," Lili berusaha menenangkan teman hantunya. Meski dia juga geram dengan perbuatan dokter Sakurata, tapi dia tidak punya pilihan lagi selain pasrah dan menunggu rencana. "Kita nggak sendirian. Masih ada satu korban wanita yang sudah dibikin nasibnya kayak nasib kita."


"Ah iya benar," seru Mawar. "Aku yakin pasti korban yang disembunyikan dokter Sakurata saat ini ada di satu tempat dan sudah menjadi hantu. Pasti, dia bingung banget tuh kayak kita dulu."


Di saat bersamaan, kelima hantu itu mendengar suara motor datang. Mereka sontak saja langsung menoleh ke arah pintu gerbang. "Bang Ozil pulang tuh," celetuk Cempaka. "Eh, tapi dia sama siapa? Kok bawa cewek?"


"Waduh, apa itu pacarnya Ozil?" ucap Melati. "Wahh, Bang Ozil sepertinya mau enak enak nih, sampai berani bawa cewek di malam minggu."


"Oh iya, ini malam minggu ya?" seru Anggrek. "Pantes Bang Ozil ngelarang kita untuk ikut, ternyata dia mau kencan dan dia nggak mau diganggu, Hahahah ... ternyata."


Para hantu asyik heboh sendiri dengan segala tebakannyya yang kadang terkesan konyol. Sedangkan Ozil, saat ini sedang membuka gerbang, lalu menuntun motornya masuk ke halaman tempat tinggalnya.


Ini rumah kamu?" tanya wanita yang ikut pulang dengan Ozil.

__ADS_1


"Ini tempat kerjaku, dan aku tinggal di sini juga," jawab Ozil sambil meletakan motor pada tempatnya, lalu dia kembali mengunci pintu gerbang. Setelah itu Ozil melayangkan pandangan ke arah lima hantu yang sedang menatap dirinya. "Kalian ngapaian di situ? Ayok masuk!"


"Apa mereka hantu hantu yang ngikutin kamu?" tanya wanita itu lagi.


"Iya," jawab Ozil singkat lalu dia juga mengajak hantu wanita itu untuk ikut dia ke kamar. Sedangkan para hantu sendiri saat ini sedang pada heboh kembali setelah mendengar Ozil berseru pada mereka.


"Bang Ozil nggak salah, nyuruh kita masuk?" tanya Anggrek. "Apa dia pengin kita nonton dia sedang enak enak?"


"Kayaknya sih iya," jawab Melati. "Mending kita masuk, yuk. Mumpung diberi kesempatan." Tentu saja mereka langsung berpindah tempat ke kamar Ozil.


Sesampainya di kamar Ozil, para haantu itu malah dibuat terkejut dengan apa yang terjadi pada Ozil dan wanita yang bersamanya. Bahkan mereka terperangah dengan hati bertanya tanya karena sosok wanita itu seperti sedang memandang mereka semua.


"Dia hantu, Bang?" tanya Lili dengan wajah yang masih terkejut. "Kok kayak manusia? Nggak pucat sama sekali."


"Iya yah," Mawar menimpali. "Aku pikir kamu pacar Bang Ozil, Mbak. Pantes tadi pas kita datang, kamu kayak sedang melihat kami, ternyata kamu hantu juga."


Hantu wanita yang belum dikasih nama itu tersenyum. Begitu juga dengan Ozil, sambil tersenyum, pemuda itu bangkit dari duduknya dan mulai melepaas semua pakaiannya dan berganti dengan celana kolor.


"Astaga!" pekik hantu baru, saat melihat Ozil melepas semua yang dia pakai di depan matanya. Hantu wanita itu sampai menutup matanya sendri. "Kenapa ganti baju di depan perempuan sih?"

__ADS_1


"Hahaha ... dia memang suka gitu," Anggrek yang menjawab. "Dia memang terbiasa buka bukaan di depan kita."


"Tapi kan aku malu, lihat cowok buka baju di depan mataku," wanita itu masih menutup matanya. "Astaga, mataku ternoda."


Para hantu malah saling tersenyum lebar melihat tingkah hantu baru itu. "Mulai sekarang dibiasakan, Mbak. Bang Ozil kalau sama kita, memang cuek," sahut Cempaka.


Ozil pun hanya cengengesan lalu dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang hanya dengan memakai cealan kolor sseperti biasanya.


"Astaga!" seru Anggrek saat melihat keadaan Ozil. Wanita itu langsung menajamkan pandangan matanya dan mendekat ke arah tubuh pemuda itu.


"Kenapa?" tanya Ozil heran.


"Abang habis ngapain? Kok leher sama dadanya merah merah gitu? Hayo?"


Deg!


Mata Ozil seketika membelalak.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2