Ibu Pengganti

Ibu Pengganti
Episode 11


__ADS_3

selesai sarapan pagi,  kami bersiap untuk pergi ke rumah ibu. alisya tampak bahagia karena ini pertama kalinya dia berkunjung kerumah ayah dan ibu.


"bunda, nanti alisya boleh main sama kakek kan".


"boleh dong sayang, alisya boleh main sepuasnya di sana". jawabku.


"wahhh... beneran bunda.  makasih bunda". alisya memelukku.


mas bram yang tengah sibuk meletakkan barang-barang di bagasi mobil.


"udah selesai semuanya, ayo kita berangkat ".


"ayo papa". alisya mengikuti tingkah mas bram.


sebelum pergi, aku berpamitan dengan bibi nina.


"bi, aku berangkat dulu ya.  kalau ada apa-apa segera hubungi aku".


"baik non.  non hati-hati di jalan ya".


aku mengganggukkan kepala ku


"iya bi".


brakk..


aku menutup pintu mobil dan duduk di samping mas bram.


"oke, gak ada yang ketinggalan kan?". tanya mas bram.


"gak mas.  semua udah di dalam bagasi mobil".


"oke, alisya sayang duduk yang manis ya.  kita akan segera berangkat kerumah nenek dan kakek". teriak mas bram.


"hore...... ". alisya sangat antusias dalam perjalan ini.


"mas, nanti kita berhenti di supermarket ya. aku ingin belanja dulu".


"baik sayang ku". mas bram mengelus kepalaku.


perjalan kerumah ibu memakan waktu kurang lebih 4 jam.


sepanjang perjalanan, mas bram dan alisya terlihat sangat happy.  mereka berdua sesekali bernyanyi bersama sambil tertawa lepas.


"alisya,  gak ngantuk sayang". tanyaku.


"gak bunda".


aku menoleh kearah mas bram.


"kalau capek, istirahat mas.  kita cari minimarket dekat sini".


"gak sayang, aku gak capek kok". jawab mas bram.


selama ini mas bram tidak pernah menyetir mobil sendiri saat perjalanan jauh, kemana-mana mas bram selalu memakai sopir.


tapi entah kenapa, kali ini mas bram lebih memilih untuk menyetir mobil sendiri. dia bilang, ingin menghabiskan waktu bareng keluarga tanpa ada orang lain.


"kamu jadi belanja sayang".


"jadi mas, tapi nanti saja. di depan sana ada supermarket besar. nanti kita berhenti di sana saja".


"oke nyonya" .


"iihh apaan sih mas".


"kamu kan nyonya besar bramantyo". mas bram tersenyum.


"apa kamu sudah hubungi ibu kalau kita akan berkunjung?". tanya mas bram.


"belum mas, aku emang sengaja gak kasih tau ibu".


"loh,  kenapa sayang".


"kalau aku kasih tau, entar ibu repot mas. pasti ibu sibuk buat makanan untuk menyambut kita". jelas ku.


"iyaa juga sih sayang, kamu bener. pintar istri ku". mas bram membelai kepalaku.


"apaan sih mas". wajahku memerah dan terasa panas.


sepanjang jalan, aku dan mas bram banyak ngobrolin hal-hal masa lalu kami. mas bram sudah mulai banyak terbuka dengan kehidupannya,  dan itu membuat ku senang.


"loh, alisya tidur". aku melihat alisya tertidur di kursi belakang.


"biarin aja sayang,  lagian masih jauh rumah ibu".


"iyaa mas".


"mas, kita belok kanan ya, disana ada swalayan khusus untuk buah dan sayuran".


"kamu mau belanja sayuran?".


"iya mas,  untuk persiapan kita makan.  biar gak ngerepotin ibu".


"oke,  bentar ya aku parkirkan mobil dulu".


selagi mas bram memarkirkan mobil, aku lihat alisya masih tertidur, aku jadi gak tega untuk membangunkannya.


"mas gak ikut turunkan. lagian alisya masih tidur,kasihan kalau di bangunkan".


"iyaa gak apa,biar aku tunggu di mobil aja ya".


"iyaa mas,aku belanja dulu ya. mas ada yg mau di titip?".


"hmm beli buah aja ya sayang".


"iya mas". aku langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke swalayan.


saat aku masuk ke dalam swalayan, aku di sambut oleh pegawainya yang ramah.


"selamat datang ibu,  selamat berbelanja". ucap pegawai swalayan.


aku hanya tersenyum membalas ucapan mereka.


aku membawa keranjang belanjaan sambil memutari isi swalayan.  begitu banyak buah dan sayuran yang masih segar-segar.  jelas saja daerah sekitar sini memiliki suhu dingin yang cocok untuk bercocok tanam.


"wah,  apelnya segar-segar banget".


tanpa berpikir panjang aku langsung memilih apel yang ingin aku beli.


"sayuran ini kesukaan ibu,  ibu pasti senang kalau aku bawa ini".


tak terasa ternyata Sudan 1 jam lebih aku berada do swalayan,  tangan ku masih sibuk memilih dan mengambil sayuran yang ada.


"apa lagi ya.... ".


aku masih bisa berpikir untuk membeli lebih banyak lagi, padahal isi keranjang bawaan ku sudah cukup penuh dengan sayuran dan buahan.


ddrrt.... ddrrt... ddrrt....

__ADS_1


handphone ku terasa bergetar di dalam tas.


"iyaa hallo mas, ada apa?".


"loh, kok ada apa sih sayang.  aku udah nunggui kamu hampir 2 jam di mobil. entar kita kemaleman nyampek rumah ibu".


"ya ampun mas, iyaa aku lupa. maaf mas,  aku gak ingat kalau kamu lagi nunggu di mobil". akibat terlalu asik belanja, aku lupa dengan mas bram.


"ya uda, ayo buruan sayang".


"iyaa mas, tunggu sebentar, aku bayar dulu".


cepat-cepat aku menuju ke kasir untuk membayar semua belanjaan ku.


"berapa mbak semuanya?".


"semuanya, 1 juta bu". ucap kasirnya.


"ya ampun, banyak banget aku habis belanjanya".


"terima kasih mbak".


kedua tanganku penuh dengan barang belanjaan,  ada sekitar 3 kantong plastik belanjaan.


dengan langkah terhuyung-huyung aku membawa semua belanjaanku dan sedikit berlari ke parkiran.


melihat aku kesusahan membawa belanjaan, mas bram keluar dari mobilnya untuk membantu ku.


"ya ampun sayang, banyak banget".


"maaf mas, udah nunggu lama". nafasku sedikit terengah engah.


"sini biar aku masukkan ke dalam bagasi, kamu masuk aja ke dalam mobil".


"terima kasih mas".


brakk...


terdengar suara mas bram menutup bagasi mobil.


"sudah beres semuanya, ayo kita berangkat lagi".


mas bram menghidupkan mesin mobil dan  mengendarainya perlahan.


"alisya belum bangun-bangun mas".


"belum". jawab mas bram.


aku terdiam sejenak mendengar jawaban mas bram yang terlalu singkat.


"mas, marah sama aku?".


"marah?  maraha kenapa sayang".


"marah karena aku kelamaan belanja dan mas nunggu aku berjam-jam.  jadi mas jawab pertanyaanku singkat gitu".


mas bram tertawa mendengar perkataanku


"hahahahaha ya ampun sayang, kamu ada-ada aja deh.  mana mungkin aku marah sayang, wajar dong suami nunggui istrinya  belanja, hitung-hitung aku lagi uji nyali".


"iihh mas apaan sih".


sudah 4 jam lebih kami mengendarai mobil, akhirnya kami sampai di rumah ibu.


sudah 2 tahunan aku tidak pulang kerumah ibu, semua tampak sama. bahkan halaman rumah ibu masih ada ayunan tempat ku bermain waktu kecil.


"kan ide kamu mau buat kejutan untuk ibu". mas bram membuka bagasi dan menurunkan semua barang-barang.


sementara aku pindah ke kursi belakang untuk membangunkan alisya yang masih tertidur.


"sayang, kita udah sampai. ayo bangun". aku mengusap-usap pipinya.


"belum bangun juga". ucap mas bram.


"belum mas,  sepertinya dia ngantuk banget".


"ya sudah, biar nanti aku yang gendong alisya".


sedangkan dari kejauhan terdengar suara teriakkan ibu yang begitu nyaring melihat kedatangan kami.


"ya ampun,  kenapa gak kasih kabar ibu kalau kalian akan datang". ibu berlari kecil dari dalam rumah.


"ibu, apa kabar". seketika langsung aku memeluk ibuku.


"kabar baik sayang,  ibu rindu banget sama kalian".


mas bram yang melihat ibu juga menghampiri dan memberi salam.


"apa kabar ibu". ucap mas bram sambil mencium tangan ibu.


"kabar baik nak,  kamu lelahkan berjam-jam menyetir". ibu mengusap pundak mas bram.


"ahh tidak buk,  sudah biasa saya perjalan jauh". jawab mas bram.


"ayo masuk,  tapi ibu tidak punya apa-apa, karna tidak tahu kalau kalian akan datang".


"tidak apa-apa bu, kami juga bawa banyak makanan".


"ngomong-ngomong alisya gak ikut?". ucap ibu.


"alisya tidur bu di kursi belakang".


ibu langsung berjalan melihat ke dalam mobil.


"ya ampun sayang, dia pasti lelah karena perjalanan jauh".


"iya bu, sepanjang jalan dia tertidur".


"ya uda, ayo buruan masuk.kasihan alisya tidur di kursi mobil".


begitu banyak bawaan kami saat pulang kerumah ibu.sampai harus bolak-balik untuk mengangkutnya.


"ini apaan sih yang kalian bawa". ibu memeriksa satu persatu .


"ini semua sayuran dan buah-buahan bu. tadi aku singgah ke swalayan tempat biasa kita dulu belanja".


"ya ampun karin, itukan jauh banget 1 jam gitu dari sini". ibu masih terheran-heran melihat plastik belanjaan.


"kan tadi sekalian lewat bu".


"ohh iyaa ya hehehe.lagian,udah seperti gak ibu kasih makan aja sampai harus bawa belanjaan sendiri".


"iihh ibu makin bawel ya". aku mencubit pipi ibu.


"ayah kemana bu ? kok aku gak ada lihat ayah".


"ayah masih kerja,sebentar lagi juga pulang. nanti pasti dia seneng lihat kalian datang.setiap hari asik tanyain alisya terus kapan kemari". ibu sambil menyusun sayuran di keranjang.


lagi asik ngobrol bareng ibu, tiba-tiba mas bram teriak manggil-manggil aku.

__ADS_1


"sayang, ini koper letak dimana?".


segera aku berlari menuju ke mas bram.


"apaan sih mas".


"ini kopernya sayang".


aku menunjukkan ke lantai atas


"letak aja di kamar atas mas, itu kamar aku alias kamar kita".


"heheheh oke sayang". mas bram segera naik membawa koper-koper.


"alisya dimana mas?".


"itu di kamar bawah". mas bram menunjukkan dengan memancungkan bibirnya.


lalu ibu datang menghampiriku


"tadi ibu suruh letakkan di kamar ibu saja.  kamu istirahat aja, pasti capekkan".


"gak apa bu, biar aku bantu ibu beres-beres dulu".


aku dan ibu kembali ke dapur untuk beres-beres dan membuat makan malam.


"kita masak capcai dan ayam semur aja ya". ucap ibu.


"iyaa bu,  sudah lama aku gak makan semur buatan ibu". aku membantu ibu membersihkan sayuran.


"gimana kabar ibu mertua kamu". tanya ibu.


"ohh mama mas bram udah pindah ke Singapura bu".


"loh, kenapa pindah".


"papa mas bram memilih menjalankan bisnis yang disana bu, jadi yang di sini di serahkan semua oleh mas bram".


"walaupun mertua kamu itu temen ayah, tapi ibu gak begitu dekat dengan mereka. ibu cuma tau kalau papanya bram orang yang baik,  tapi ibu gak tau kalau ibu mertua kamu".


"mama mas bram orang yang baik kok bu, sebelum mereka pindah, mama mas bram sering datang berkunjung". jawabku.


"aku tidak bisa memberitahukan ibu, kalau sebenarnya aku tidak begitu dekat dengan mama mertuaku".


"karin, kenapa kamu melamun".


"ahh gak bu. ini potong-potong kan bu sayurannya". aku mengalihkan ucapan ibu.


"karin, bawakan dulu teh hangat ini ke bram, kasihan dia lelah". ibu menyeduh tehnya.


"iyaa bu, sebentar ya bu". aku pergi ke kamar untuk menemui mas bram.


aku bahagia, sekian lama akhirnya aku bisa pulang. jika saja hubunganku dan mas bram tidak baik, mungkin aku tidak akan pernah bisa pulang.


tokk. took... tok...


"mas, kamu di dalam".


ckrekk.. mas bram membukakan pintunya


"kenapa sayang, kangen ya".


"mulai deh, ini aku bawakan teh buat mas".


"perhatian banget istriku". mas bram menyeruput teh yang ku bawa.


aku berjalan mengelilingi kamar ku, setiap sudutnya tidak ada yang berubah. ternyata  ibu tidak mengubah apapun pada kamarku.


"kamu ngapain sayang". mas bram memelukku dari belakang.


"lihat deh mas foto pernikahan kita, kamu gak ada senyum sedikit pun".


"maaf sayang, waktu itu aku tidak bisa berpikir dengan baik.  tapi sayang, kamar kamu enak juga ya.  pemandangan dari balkon pun Indah".


"kamu baru tau kalau kamar aku ini nyaman banget.  oohh iya, waktu kita menikahkan kamu gak mau nginap di sini langsung pergi pulang". aku sedikit menyindir keadaan waktu kami pertama menikah.


"udah dong sayang, jangan di bahas masa lalu, aku kan udah minta maaf". mas bram merayuku.


mas bram menarik tanganku"sini deh sayang".


"mau kemana mas".


"Indah kan".


mas bram memperlihatkan indahnya matahari terbenam dari balkon kamarku.


aku tersenyum melihat cahaya orange dari matahari terbenam, semuanya tampak Indah dan hangat.


serta banyak pepohonan yang terbentang hijau di sekitarnya, membuat suasana semakin Indah.


"suasana di sini pas banget untuk membuat calon adik alisya". goda mas bram.


"ihh mas bram, pikirannya entah kemana-mana deh". aku tersipu malu.


"iya kan sayang, untuk menikmati waktu liburan kita di sini".


"ahh tau ah,  aku gak denger". aku menutup kedua telingaku.


"mau kemana sayang, ayo lah". mas bram menarik-narik tanganku.


"ihh mas bau keringet deh, buruan mandi sana". aku mendorong tubuh mas bram agar menjauhiku.


mendengar ucapanku, mas bram mengendus-endus tubuhnya, memastikan kalau dia tidak bau keringat.


"hm hm hm gak kok, aku Wangi.  coba deh.. ".


"iihhh gak ya mas,  ya kali istrinya di suruh cium keringat". aku menutup hidungku.


tak terasa aku banyak bercanda dengan mas bram sampai melupakan ibu yang sedang masak sendiri di dapur.


tokk.. took.. took...


"karin,  bram ayo turun, kita makan malam".


terdengar suara ibu yang memanggil-manggil.


"iyaa bu, sebentar lagi". jawab ku.


"lepasin mas, ibu udah manggilin kita itu". mas bram tak ingin melepaskan pelukanya.


"5 menit lagi loh sayang".


"di balik sifat mas bram yang dingin dan cuek,ternyata mas manja juga ya". aku mengelus-elus kepalanya.


"manja sama istri sendiri kan gak apa-apa". jawabnya.


semakin aku mengenal mas bram,ternyata ada banyak sisi darinya yang belum aku ketahui.


selama ini aku berpikir bahwa mas bram orang yang berhati dingin dan cuek tapi di sisi lain ,dia memiliki sifat manja dan humoris.

__ADS_1


__ADS_2