Ibu Pengganti

Ibu Pengganti
Episode 20


__ADS_3

3 hari kemudian....


suara kegaduhan di pagi hari seperti biasanya, terdengar suara teriakkan dari alisya dan aira yang bermain kejar-kejaran .


"aira, jangan di buang boneka kakak". teriak alisya ada adiknya aira.


"alisya, aira jangan lari-lari sayang, nanti jatuh".ucap mama yang sedari dari mengawasi mereka.


aira dan alisya terus saja berlari saling mengejar tanpa henti,begitulah suasana pagi saat ada aira.


"mbak nanti pakai gaun apa?". tanya naiya


"belum tau nay, aku bingung. aku juga gak punya banyak gaun". jawabku.


"mbak pakai apa aja pasti cantik".


"kamu ya nay, bisa aja". aku mencubit lengan naiya.


"tapi mbak seneng loh, kita bisa pergi ke acara peresmian kantornya paman charly satu keluarga lengkap".ucapku.


"pasti mbak deg-degan kan, karna jumpa saudara-saudara dari mas bram".


"iya naiya, apa lagi belum semua keluarga mas bram mbak kenal". jawabku


"hahahaha". naiya tertawa.


"loh kenapa kamu ketawa naiya". aku menatap naiya dengan wajah heran.


"sama seperti aku mbak, aku juga belum kenal semua keluarga mas Bayu". naiya masih saja tetap tertawa.


"hahahaha kamu ya naiya".


saat kami sedang ngobrol-ngobrol, lalu mama datang dengan wajah sedikit kesal.


"ampun deh, lama-lama mama cepet tua". gumam mama.


"kenapa ma?". tanyaku.


"kalian lihat tu, gak sanggup mama ngawasi mereka. sampai habis suara mama neriaki mereka tapi **** aja gak dengerin mama". ucap mama


aku dan naiya tertawa kecil mendengar cerita mama.baru beberapa hari mereka bertemu, tapi sekarang mereka menjadi sangat akrab dan selalu bermain bersama.


"sabar ma, mereka lagi asik-asiknya bermain".jawab naiya.


"mama istirahat aja, nanti mama sakit terlalu capek jagain aira dan alisya". ucapku.


"baiklah, mama ke kamar dulu". mama langsung bangkit dari sofa dan menuju ke kamar.


"mbak lihat deh". naiya menunjukkan handphonenya.


"kenapa?". aku melihat layar ponsel naiya.


"mbak suka gaun ini gak". naiya menunjukkan beberapa jenis gaun.


"ini Bagus nay, mbak suka warnanya". aku menunjukkan gaun berwarna hijau tosca.


"iyaa mbak cantik gaun ini, mbak mau?  biar kita langsung pesan". tanya naiya.


"mbak mau aja nay, tapi apa muat sama mbak, lihat ini perut mbak semakin besar". aku menunjukkan perutku pada naiya.


"pasti muat mbak, ini kan bagian perutnya agak mengembangkan mbak. mbak pasti cantik pakai gaun ini".


"oke mbak mau deh, tapi apa bisa kalau kita pesan sekarang?". tanyaku.


"bisa mbak, gaun ini ready di butiknya dan yang punya butik ini temen aku. dan mbak lihat ini, gimana?  cantik kan mbak?" naiya menunjukkan gaun lainnya.


"cantik banget, warnanya juga soft pasti sangat cocok buat kamu".


"iya mbak, aku ambil gaun ini. ya udah kita pesan sekarang aja ya mbak biar cepat sampainya". naiya langsung memesan gaunnya.


"nanti kabari mbak saat pembayarannya ya".


"iya mbak". jawab naiya.


"kamu laper gak?"ucapku pada naiya.


"laper mbak?  mbak mau masak apa? biar aku bantu". naiya langsung menawarkan diri.


"masak sayur asam dan sambel bawang sepertinya enak deh, apa lagi siang-siang gini". aku langsung laper membayangkan sayur asem.


"boleh juga itu mbak, ayo kita buat". naiya bergegas ke dapur.


bi nina yang sedang bersih-bersih di dapur terkejut melihat ku dan naiya tiba-tiba datang ke dapur.


"kenapa non?  ada yang bisa bibi bantu?". tanya bi nina.


"aku mau masak sayur asem bi, tiba-tiba pengen aja". jawab ku.


"biar bibi buat aja non".


"gak usah bi, biar aku dan mbak karin yang masak". ucap naiya.


"iya bi, gak apa kok. kita masih punya sayuran kan bi?". aku membuka kulkas.


"masih non, kalau butuh yang lain bilang aja sama bibi non".


"iya bi" jawabku


"mbak, biar aku aja yang buat sambal bawangnya ya". naiya tampak sangat antusias untuk masak.


"iya, biar mbak yang masak sayurnya. kamu suka pedas gak?". tanya ku


"suka mbak, kita buat yang pedas aja ya".

__ADS_1


"boleh juga".ucapku sambil memotong sayuran.


semenjak hamil aku jadi doyan makan, apa aja bisa aku makan tanpa pilih-pilih, bahkan tengah malampun aku masih suka makan. jika di lihat,sekarang berat badanku semakin naik.


kata orang, kalau hamil tidak boleh banyak makan nanti anaknya besar. tapi buatku selama yang aku makan adalah makanan sehat banyak buah dan sayur itu gak masalah, semakin membuatku berenergi.


"bi".panggilku.


bi nina datang menghampiri ku


"iya non".


"bi, tolong awasi alisya dan aira ya".


"baik non". bi nina pergi melihat anak-anak.


"mbak-mbak, cobain sambal buatan ku". naiya menyuapiku sambal buatanya.


"hmm enak nay, pedes dan rasanya pas.pintar kamu buat sambalnya". pujiku.


"beneran mbak?wahh terima kasih mbak". naiya terlihat senang.


"sekarang giliran kamu cobain sayur asamnya". aku menyuapinya.


saat mencicipinya, mata naiya membelalak lebar dan tersenyum.


"wahh.. wahh...rasanya luar biasa mbak, enak banget. gak sabar pengen makan terus". ucap naiya.


"kamu panggil mama di kamar, biar mbak yang siapkan makannya".


"iya mbak". jawab naiya.


"semoga mama senang".ucapku sambil meletakkan piring di atas meja makan.


sejauh ini, mama tidak pernah komplain soal masakkan ku. semua yang aku masakakan mama selalu suka dan itu membuat aku sangat bersyukur.


awalnya aku khawatir mama gak menyukainya, karena yang aku masakkan selalu masakkan lokal bukan internasional.


aku berpikir bahwa selama ini mama selalu makan makanan internasional jadi aku berinisiatif memasakkan mama makanan lokal yang tak kalah enaknya.


"hmm harum nya udah tercium dari sini". ucap mama.


"mama, duduk ma. kita makan siang bareng". ucapku.


mama langsung duduk di sampingku dan aku langsung menaruh nasi di piring mama.


"sudah lama banget mama gak makan seperti ini, mama jd inget jaman dulu kalau lihat sayur asam".


"iya ma, kata mbak karin sayur asam ini bisa membuat selera makan kita naik". ucap naiya.


"benar, sekarang mama semakin lapar". jawab mama.


"ayo ma silakan di makan". ucapku


"hmmm enak, mama suka. sambalnya juga enak rasanya pas". komentar mama.


sontak membuatku merasa senang mendengar pujian dari mama.mama itu tipe orang yang to the point,apa yang dia suka atau tidak langsung ia katakan.


"syukurlah kalau mama suka,makan yang banyak ma". ucapku.


"terima makasih ma ,udah kasih pujian untuk masakkan kami". naiya yang terlihat sangat bahagia.


"kalian ini seperti lagi di acara perlombaan masak aja ya, kenapa harus berteri makasih sama mama. seharusnya mama yang berterima Kasih ada kalian, sudah masakkin mama makanan yang anak-anak". seru mama.


"iya ma". serentak jawab kami.


"udah, buruan makan. setelah itu kita bersiap-siap untuk pergi ke acara paman charly". ucap mama.


kami menikmati makan siangnya dengan baik, mama terlihat makan lebih banyak dari sebelumnya dan membuatku sangat bangga.


makan siang telah selesai,  seperti biasa aku dan naiya membersihkan dapur yang telah kami berantakin.


ting.. tong.. ting... tong bel rumah berbunyi .


"bi..... ". teriak ku


"gak usah mbak, biar aku aja". jawan naiya.


"ohh iyaa ". aku lanjut membereskan meja.


naiya langsung pergi membuka pintu untuk lihat siapa yang datang. beberapa menit kemudian naiya kembali dengan 2 kantong belanja besar.


"apaan itu nay? ". tanyaku terheran.


"ini belanjaan kita mbak, gaun yang kan kita pakai nanti malam". jawab naiya. 


"loh uda sampai gaunnya, kok gak bilang sama aku, aku kan belum bayar? ".ucapku.


"udah gk apa-apa mbak, semua udah aku bayar. ini gaunnya mbak". naiya memberikannya padaku.


"kok gitu sih, gaun ini kan mahal naiya. aku jadi merasa gak enak sama kamu". bagaiaman bisa gaun semahal itu naiya membayarnya sendiri.


"adalah mbak, itu hadiah dari aku buat mbak". naiya menunjukkan rasa perhatiannya.


"terima kasih naiya. mbak bakalan kasih hadiah juga buat kamu". aku merangkul naiya.


"kalian kok belum siap-siap, sebentar lagi papa, bram dan Bayu pulang loh". ucap mama.


"iya ma, ini aku mau ganti pakaian dulu". segera aku naik ke lantai atas.


pertama kalinya aku menghadiri acara resmi seperti ini, sebelumnya mas bram tidak pernah mengajakku karena aku selalu menolaknya.


aku takut menjadi pusat perhatian banyak orang di saat aku menghadiri acara seperti itu, apalagi mas bram adalah seorang pengusaha muda terkenal, orang-orang pasti memperhatikannya.

__ADS_1


"gaun ini terlalu cantik buat aku". aku melihat diriku di dalam cermin.


aku terus berputar-putar di depan cermin, memperhatikan setiap bentuk tubuhku. perutku yang semakin besar seiring waktu, membuatku sedikit sesak jika memakai gaun yang sedikit ngepas di tubuhku.


"apa aku ganti gaun lain aja ya?  tapi, aku gak punya gaun yang lebih Bagus. gimana ini?". aku mengusap-usap wajahku.


"kamu cantik sayang". tiba-tiba mas bran masuk ke kamar dan mengejutkanku.


sontak aku membalikkan badanku


"ahh mas bram, buat aku terkejut aja".


"maaf sayang?". mas bram mengecup keningku


"kamu cantik sayang pakai gaun ini, ku suka". mas bram memuji penampilanku.


"aku merasa aneh mas, karena gaun ini terlalu cantik buatku". aku menatap mata mas bram.


"gak sayang, kamu juga cantik banget. kamu bidadariku kamulah satu-satunya orang yang paling aku ingin perkenalkan kepada semua orang bahwa kamu istri cantik ku" entah kenapa mas bram ucapkan kata-kata itu.


"gombal ih kamu mas". wajah ku langsung memerah.


"ya sudah, kamu siap-siap aja dulu aku tunggu di bawah ya sayang". mas bram keluar ninggalkan aku di kamar.


"iya mas". aku memakai makeup di wajahku.


aku berhenti memakai make-up dan menatap wajahku lagi di cermin.aku memperhatikan setiap detail di wajahku,terkadang aku berpikir bahwa aku tidak terlalu cantik seperti yang mas bram katakan, tapi setidaknya kata-katanya membuat ku percaya diri akan diriku sendiri.


"bunda". alisya datang ke kamarku 


"ada apa sayang".


"woow bunda cantik banget".alisya terbengong menatap wajahku.


"kenapa bengong gitu sih sayang. ada apa anak bunda".


"ayo bunda,papa udah nunggu di bawah". alisya menarik-narik tanganku.


"ohh iya sayang, bunda uda selesai kok. ayo kita turun". aku dan alisya turun ke lantai bawah.


papa, mama, mas bram Bayu dan naiya sudah siap dan menungguku di ruang tamu. mereka semua terlihat tampan dan cantik, bahkan aku merasa gak yakin pada diriku sendiri jika bergabung dengan  keluarga mas bram.


di setiap langkah ku aku selalu menarik nafasku dalam-dalam untuk membuat diriku tenang.


"mbak karin cantik banget". naiya menatapku dengan wajah takjub.


"apaan sih nay, buat aku malu aja". aku tersipu malu.


semua tersenyum melihat aku memakai gaun yang tidak biasa aku pakai.


"beneran loh mbak, iyakan mas bram" lagi-lagi naiya menggodaku.


"karena semua sudah berkumpul, ayo kita berangkat. nanti paman charly khawatir kalau kita belum sampai". ucap papa


"kita satu mobil saja, pakai mobil abang bram". kali ini Bayu malas untuk membawa mobilnya.


"pintar kamu ya". jawab mas bram.


"ya uda mas gak apa, ayo kita berangkat". aku menarik tangan mas bram.


****


Perusahaan Paman charly...


begitu banyak mobil mewah yang terparkir di sini, banyak wartawan ataupun media-media yang datang untuk meliput acara peresmian  Option Buildings.


aku gugup melihat banyak orang yang hadir, karena ini pertama kalinya aku hadir di hadapan banyak orang sebagai istri Bramantyo.


"mbak, jangan gugup". naiya memperhatikanku dari tadi.


mas bram langsung memegang tanganku yang gemetaran


"gak apa-apa sayang,ada aku".


aku hanya menganggukkan kepalaku dan menarik nafas agar tenang.


"ayo kita turun". bayu langsung membuka pintu mobil dan turun.


kami turun satu persatu dari mobil,begitu kami turun lampu flash kamera dari para media langsung menyoroti kami .lampu-lampu itu begitu terang mengenai mataku dan membuat aku sedikit pusing dan membuatku sedikit hoyong.


"kamu baik-baik aja sayang". mas bram terus memegang tanganku.


"aku hanya tidak tahan dengan cahaya-cahaya itu mas". aku menghalangi mataku dengan telapak tanganku.


"pegang tanganku sayang,semua akan baik-baik aja". mas bram melindungiku dari cahaya kamera dengan tubuhnya.


aku berpegangan tangan mas bram dan mengikuti langkahnya dari belakang secara perlahan,sampai akhirnya kami tiba di ruang acara.


"kamu duduk di sini aja dulu ya".mas bram tahu kalau aku merasa pusing.


"gak mas, aku gak apa-apa. biar aku temani kamu menyapa paman charly". aku berusaha untuk baik-baik aja.


"biar aku temani mbak karin di sini mas". ucap naiya.


"baiklah, kamu di sini saja ya. kalau ada apa-apa hubungi kami ". jawab Bayu.


"ayo kita jumpai paman charly dulu". Bayu dan mas bram pergi.


"nay, aku jadi gak enak sama mas bram, tapi emang beneran aku merasa pusing dan mual saat flash kamera media menyoroti kita". aku menceritakan bagaimana keadaan ku pada naiya.


"iya mbak, aku paham. itu semua karena mbak tidak terbiasa dengan situasi seperti ini, lagian mbak juga sedang hamil, itu wajar mbak. mbak minum aja dulu, kalau udah mendingan nanti kita jumpai mas bram dan mas Bayu di sana". naiya mencoba membuatku tenang.


mungkin kalau saja tidak ada naiya, aku tidak tahu harus berbuat apa saat menunggu sendirian.

__ADS_1


__ADS_2