Ibu Pengganti

Ibu Pengganti
Episode 17


__ADS_3

sesampainya di rumah,mas bram menyuruh ku istirahat. tapi aku menolak, karena aku ingin membuatkan makan siang untuk mas bram.


"mas mau makan apa?". tanyaku


lalu ku melihat jam sudah jam 2 siang.


"gak apa-apa kan mas, makan siangnya sedikit terlambat".


"gak masalah sayang, lagian aku belum terlalu lapar". jawab mas bram.


"sayang, aku ganti pakaian dulu ya"..


"iya mas".


selagi mas bram mengganti pakaiannya ,aku bergegas ke dapur untuk membuat makan siang.


"hari ini sangat melelahkan". aku melakukan peregangan sebelum mulai memasak.


"apa yang harus aku masak ya hari ini". aku membuka kulkas dan melihat apa yang ada di dalam.


"ada jamur, ada telur, ada sayuran. kenapa  aku bingung". aku masih terus memilah mana yang akan aku masak.


"ini aja deh". aku mengambil jamur dan beberapa sayur lainnya.


aku mulai membersihkan jamur dan memotong paprika untuk aku masak capcay.


"hmm baunya harum". aku menumis bumbu halusnya.


mas bram yang selesai mengganti pakaiannya, segera turun ke bawah dan menemaniku di dapur.


"hmmm baunya menggiurkan". ucap mas bram.


"iyaa dong mas, masakkan aku itu selalu buat orang selera". jawabku dengan pede.


"asalkan jangan gosong lagi aja ya". ledek mas bram.


"ihhh mas, suka banget deh ngejekin istrinya terus". aku memanyunkan bibirku.


beberapa hari yang lalu aku mencoba membuatkan sarapan untuk mas bram nasi goreng . tapi karena aku gak fokus, sampai akhirnya nasi goreng itu berubah menjadi warna hitam dan mengeras.


sejak saat itu, mas bram tidak berhenti-berhentinya mengejek ku. tapi itu semua tidak membuatku putus asa,ada bi nina yang selalu siap mengajariku agar lebih pintar lagi untuk memasak.


"mas duduk aja di situ, jangan cerewet dan jangan membuatku tidak fokus. oke".


"oke oke sayang". mas bram memberikan ku tanda 👌 dengan tangannya.


"tapi sayang, apa kamu sudah tidak mual lagi?".


"sedikit berkurang mas, semenjak aku minum obat dari dokter jeff".


"baguslah sayang.kalau tidak,aku sangat merasa khawatir melihat kamu yang selalu mual seperti itu". jawab mas bram.


tik tok tik tok tik tok...


detakan jarum jam terus berjalan, mas bram sedari tadi yang telah menunggu untuk makan siang.


"sayang, masih lama".


"iyaa mas sebentar,  ini udah selesai". jawabku sambil menata makanannya di atas meja.


"mas, ayo makan".


"oke". segera mas bram berjalan ke meja makan.


"hmmm kelihatannya enak banget". mas bram mengendus-endus bau makanan.


aku memukul bahu mas bram


"udah mas, ayo buruan makan".


"iyaa loh sayang, galak banget sih".


saat mas bram mulai makan, aku melihat ekspresi wajah mas bram yang menikmati masakanku dan itu membuatku senang.


"gimana mas?". tanyaku penasaran.


"hmm... hmm.. enak banget". berkali-kali mas bram mengacungkan jempolnya ke arahku.


aku tersenyum bahagia, akhirnya masakkanku di akui oleh mas bram.


"makan yang banyak mas". ucapku.


mas bram hanya menganggukkan kepalanya karena mulutnya penuh dengan makanan.


***


"sayang, kemari". mas bram memanggilku untuk duduk di sampingnya.


aku tidak menghiraukan panggilan mas bram, aku terus berdiri di ruang tamu dan menatap ke arah luar.


"sayang, kamu nunggu apa sih? dari tadi kok berdiri di sana aja". 


"sebentar mas, aku lagi nunggui alisya kok gak pulang-pulang". aku berdiri dengan rasa gelisah.


"sebentar lagi pasti pulang loh sayang. kamu ini seperti pertama kali aja lihat dia pergi rekreasi". ucap mas bram dengan santainya.


"kamu ya mas, gak ada rasa khawatirnya sama anak sendiri. kamu lihat itu udah jam beberapa?  udah jam 6 sore mas, biasnya mereka pulang jam 5".


ttinnn... ttinn... terdengar suara klakson mobil.


"benerkan aku bilang".


aku langsung berlari keluar untuk menjemput alisya yang baru sampai.


"bunda". alisya yang baru turun dari bus langsung memelukku.


"maaf bu, hari ini kami terlambat pulang". ucap pemandu tur.


"tidak apa-apa mbak, terima kasih sudah menjaga anak saya dengan baik". ucap ku.


"sama-sama bu". jawabnya.


"alisya, say goodbye dulu sama temen-temennya". ucapku pada alisya.


"bye.. bye.... ". alisya melambaikan tangannya pada teman-temannya di dalam bus.


"y uda, kita masuk yuk. papa udah nunggui alisya di dalam". aku menggandeng tangan alisya.


"gimana hari ini?  seru gak sayang".tanyaku.

__ADS_1


"seru banget bunda, kami tadi lihat banyak binatang. ada jerapah tinggi banget bunda". seru alisya.


"ohh iyaa, wahhhh bunda jadi pengen lihat".


"tapi bunda, alisya gak berani lihat hahaha. alisya takut, karna gajahnya besar ".


"gak apa-apa sayang, gajahnya kan baik gak mungkin nyakitin alisya". jawabku.


"bwaaahhhh.... ". mas bram mengejutkan alisya.


"papa.... ". ucap alisya.


"anak papa sudah pulang, cium dulu papa". mas bram menyodorkan pipinya.


"emmuahh... ". alisya langsung mencium mas bram.


"hmmm anak ayah kok bau sih, belum mandi ya". mas bram menggoda alisya.


"papa juga belum mandi". jawab alisya.


"anaknya aja tau mas". ucapku.


"jangan dengeri bunda ya sayang, bunda yang belum mandi. ayah udah keren gini kok di bilang belum mandi"


"jangan menghasut anaknya mas".


"ayo kita mandi sayang". aku langsung mengajak alisya ke kamarnya.


"bunda, adiknya kapan keluar". tanya alisya.


"adiknya?  masih lama sayang. doakan biar adiknya sehat ya".


"iyaa bunda". jawab alisya dengan manis.


alisya begitu antusiasnya menunggu adiknya lahir, semoga bayi ini bisa lahir dengan selamat dan bisa berkumpul dengan kami.


****


hari demi hari telah berlalu, tak terasa usia kehamilanku sudah menginjak usia 4 bulan. sedikit ada perubahan pada bentuk tubuhku, payudaraku sedikit membesar dan perut ku juga.


setiap kali aku bangun tidur, aku selalu berdiri di depan kaca.  memperhatikan bentuk perutku yang sedikit membesar.


mas bram tiba-tiba memelukku dari belakang.


"ada apa sayang?  kenapa bercermin terus setiap hari".


"mas lihat deh, perutku sedikit membesarkan. bayi kita tumbuh dengan baik di dalam perutku".


"mana? coba sini aku dengarkan". mas bram meletakkan telinganya di perutku.


"iyaa sayang beneran. dia manggil-manggil bunda papa". ucap mas bram bercanda.


"ihh apaan sih mas". tawaku.


"tapi mas, aku makin gemukkan". tanyaku.


"gemuk?  siapa yang bilang?  gak kok".


"serius mas".


"terus kenapa kalau kamu gemuk sayang".ucap mas bram.


"nanti kamu gak Cinta aku lagi". ucapku dengan nada pelan.


"dengar ya sayang, mau kamu gemuk atau tidaknya, aku gak peduli. lagian kamu gemuk karena ada anakku di sini". mas bram mengelus perutku.


"I Love You mas". ucapku.


tanpa kata-kata lagi, mas bram langsung memelukku dengan erat.  pelukannya terasa hangat dan membuatku sangat nyaman.


"ohh iya, kamu gak kerja mas".


"maunya aku gak kerja, biar di rumah terus 24 jam sama kamu". jawab mas bram.


"udah deh jangan kebanyakan gombalnya, buruan masuk kamar mandi". aku mendorong mas bram agar cepat mandi.


selagi menunggu mas bram selesai mandi aku menyiapkan pakaiannya. tapi saat aku mencari kemeja putih mas bram tanpa sengaja aku menemukan foto mas bram dan Grace di sela-sela bajunya.


"ternyata mas bram masih merindukan Grace". ucapku saat melihat foto itu.


hatiku terasa sakit dan sedih melihat mas bram masih menyimpan foto grace. tapi gimana juga grace adalah Cinta pertama mas bram, mungkin mas bram tidak bisa melupakannya.


"sayang". teriak mas bram.


mendengar suara mas bram, cepat-cepat aku meletakkan lagi foto itu dan segera menemui mas bram.


"ah iya mas".


"kemana aja kamu sayang".


"i..ini aku mencari kemeja mas". aku meletakkannya di atas kasur.


"sayang,apa kamu bisa.....".


"aku tunggu di bawah ya mas". aku langsung keluar dari kamar.


"sayang ,ada apa ?".


"maaf mas,aku udah sangat berusaha agar tidak cemburu ataupun sedih. tapi aku tidak bisa mas,hatiku sakit"


meskipun grace sudah meninggal tapi aku merasa sakit dengan melihat foto mereka. kalau saja aku gak membuka lemari itu, aku tidak akan melihat fotonya.


"karin, buang jauh-jauh pikiran burukmu". aku mencoba meyakinkan diriku sendiri.


"non kenapa?". tanya bi nina.


"gak apa-apa bi. alisya kemana bi?".


"masih di kamarnya non". jawab bi nina.


"non mau sarapan?".


"gak bi.  bi nanti kalau mas bram tanyakan aku. bilang aja kalau aku lagi gak enak badan ya.  aku mau istirahat di kamar tamu ".


"iya non".


karna memikirkan hal itu kepalaku pusing  dan perut ku juga mual. apa karena moodku yang kurang baik hingga pengarus dengan kehamilanku.


aku merebahkan tubuhku di atas kasur

__ADS_1


"lebih baik aku istirahat saja".


saat pertama kali aku menikah dengan mas bram, perasaanku biasa saja melihat semua foto-foto mereka. bahkan sampai tahun pertama pernikahan kami, perasaanku tidak seburuk ini.


tapi kali ini, seakan aku dikhianati mas bram, hatiku sedih dan sakit. apa aku saja yang berlebihan?.


tokk.. tokk.. tokk "sayang".


"sayang, ayo sarapan dulu. alisya sudah nungguin kamu loh". ucap mas bram.


aku tidak menjawab ucapan mas bram, akhirnya mas bram masuk  ke dalam kamar.


"sayang, kamu sakit?". mas bram duduk di samping ku.


aku membalikkan badan dan membelakanginya.


"gak ".


"sarapan yuk, alisya udah nungguin kamu".


"gak mas, perut ku mual. aku lagi gak nafsu untuk makan".


"apa kita harus menjumpai jeff lagi".


"gak mas, udah buruan kamu sarapan aja sana, entar kamu telat ke kantor".


"gimana aku bisa santai ke kantor, melihat keadaan kamu seperti ini". ucap mas bram.


karena terbakar cemburu, hatiku jadi sangat kesal. aku bangun dan duduk.


"gak perlu mikiri aku mas, aku bisa sendiri".


mas bram terkejut mendengar ucapanku yang sedikit keras dan kasar.


"ada masalah apa?  kenapa tiba-tiba kamu emosional gak seperti biasanya".


"maaf, aku lagi gak mood mas". jawabku.


mas bram menarik tanganku


"cerita karin,ada masalah apa ? sampai kamu merasa kesal padaku".


"lepasin mas tanganku, aku akan cerita".mas bram langsung melepaskan tanganku.


"apa kamu masih memikirkan grace mas?".


mas bram terkejut tiba-tiba aku bertanya seperti itu.


"maksud kamu apa karin?".


"tadi gak sengaja aku melihat foto grace di dalam lemari baju kamu".


"apa?  kamu buka lemari aku?  ahh bukan maksud aku, kamu lihat foto grace di lemari aku?".


"kenapa mas?  apa aku gak boleh membuka lemari baju kamu".


"bukan begitu karin,  dengarkan aku dulu. aku gak ingat kalau ada foto di dalam lemariku. aku sama sekali gak tau karin".


"jangan bohong mas, gak mungkin kamu gak tau mas. gak ada orang lain yang masuk kamar kita, bahkan bi nina pun gak pernah masuk mas".


"iyaa aku tau, tapi kamu udah salah paham. aku gak pernah menyimpan apapun lagi tentang grace.  kamu tau sendirikan foto-foto dia sudah aku simpan di rumah mama".


mas bram mencoba untuk menenangkan ku dan duduk mendekatiku.


"karin, percaya padaku dan aku berkata jujur.  sekarang aku tau kenapa tiba-tiba di kamar tadi ekspresi kamu berubah,ternyata karena masalah ini". mas bram tersenyum.


"kenapa kamu tersenyum mas, gak ada yang lucu".


"kamu lucu kalau lagi cemburu". ucap mas bram.


"auhh ah, males aku bicara sama kamu". aku membaringkan tubuhku.


"aku suka kalau kamu cemburu, tandanya kamu sayang sama aku". mas bram memelukku.


"kenapa kamu gak marah sama aku, karena aku udah ngebentak dan ngomong kasar sama kamu mas".


"ngapain aku harus marah, aku tau kok kalau ibu hamil itu moodnya suka berubah-ubah dan sensitif, lagian karena aku juga sayang sama kamu".


semenjak hamil, sikapku berubah-ubah gak jelas, lebih seringnya aku suka marah-marah ke mas bram.


tapi syukurnya mas bram selalu memahami keadaanku ,jadi kami tidak pernah sampai mengalami pertengkaran yang hebat.


"coba sini, aku mau lihat wajah istriku yang cemburu". mas bram memalingkan wajahku ke arahnya.


"iihh apaan sih mas".


"sini sayang".


"udah pergi ke kantor sana mas".


"aku gak mau pergi sebelum lihat kamu tersenyum". ucap mas bram.


"lihat udah jam berapa ini mas, nanti kamu telat".


"biarin aja telat, lagian gak ada yang marah dan gak berani ada yang mecat aku". jawab mas bram dengan songongnya.


"aku mau berduaan sama kamu". ucap mas bram.


"kalau ada yang ganggu gimana?". jawabku.


"tidak ada yang berani mengganggu kita sayang, kecuali.... ". tiba-tiba handphone mas bram berdering.


"kecuali Ryo ". sambung mas bram


"sebentar ya sayang. hallo Ryo..... ". mas bram keluar untuk menerima panggilan dari Ryo.


aku menatap punggung mas bram dari belakang, punggung yang tangguh dan menahan dari semua beban.  dia lelaki terhebat ku, lelaki pengertianku, semarah apapun aku, dia akan tersenyum untuk mencairkan amarahku.


"sayang, aku berangkat ke kantor dulu ya. jaga diri baik-baik di rumah, kalau ada apa-apa segera hubungi aku"


"iya mas". jawabku.


"aku pergi dulu ya sayang".


"mas... mas ini". aku menunjukkan keningku.


"ahh iya aku lupa. mmuaah..". mas bram mengecup keningku.


"hati-hati ya mas".

__ADS_1


kehidupan rumah tangga itu gak ada yang selalu berjalan mulus. pasti ada sedih, marah, kecewa bahkan pertengkaran yanh hebat.


tapi selama kita saling mempercayai pasangan kita, maka perselisihan itu hanya menjadi sebagai bumbu pelengkap dikehidupan rumah tangga yang membuat kita semakin erat.


__ADS_2