Ibu Pengganti

Ibu Pengganti
Kabar gembira


__ADS_3

Belum sempat ia membuka pintu, Nathan lebih dulu masuk dengan menggendong Raisa.


"maaf Nat, aku ketiduran"


"iya, nggak papa" Nathan mengusap ubun-ubun Alayya, kesalnya langsung hilang setelah melihat wajah wanita yang begitu ia cintai.


Raisa tertidur di gendongan, Alayya membantu membawa tas milik Raisa, mengekor di belakang Nathan, masuk kedalam kamar anaknya, setelah memastikan posisi tidur Raisa nyaman, ke-dua orang tua itu keluar.


"Nat, mau makan"


"aku langsung ke kantor aja deh, soal nya ada rapat satu jam lagi" Nathan melirik jam tangannya.


Alayya mengantar Nathan hingga pintu, ia menyalami tangan Nathan dengan takzim.


"aku berangkat, yaa. kalian hati-hati di rumah, assalamualaikum"


"waalaikumsallam, kamu juga hati-hati" Alayya baru menutup pintu setelah punggung Nathan tidak terlihat lagi di Balik tembok, ia merutuki dirinya sendiri, karena ia... Nathan harus bolak balik dari rumah sakit ke sekolah terus ke rumah dan harus balik ke rumah sakit.


Alayya juga baru ingat testpack yang belum ia gunakan, benda kecil itu ia keluarkan dari saku celana.


"jangan kecewa Al, apapun hasilnya nanti"


...


Alayya tidak berani memilih benda kecil yang ia sembunyikan di balik tubuhnya, berulang kali ia menarik nafas dalam.


"Bismillah"


"Allahu Akbar" Alayya membungkam mulut nya, air matanya luluh sudah, ia coba sadarkan diri jika ia tidak sedang bermimpi.


"aa--aku hamil" dua garis biru, di benda pipih di genggaman, menunjukan wanita 25 tahun itu sedang berbadan dua.


"Allahu Akbar, masyaallah, aku hamil, ada bayi di perut ku" Alayya menunduk menatap haru perutnya yang masih rata. kalimat syukur, beserta pujian pada sang pencipta tak henti hentinya terlontar dari mulut.


ingin rasanya ia segera memberi tahu Nathan dengan berita ini, tapi ia urungkan, Alayya ingin memastikan lebih dulu dengan melakukan USG, jika hasilnya sama, barulah ia berikan kejutan untuk Nathan.


...


Di ruang tamu Alayya sedang melakukan panggilan Video call dengan orang tuanya, wajah bahagia sang anak tergambar jelas di layar ponsel.


*" anak ibu kenapa nih, dari tadi senyum - senyum terus, kaya lagi kasmaran aja"


" Alayya memasukkan satu potong buah mangga ke mulutnya, ia kunyah sebelum menjawab pertanyaan sang ibu.


"kenapa nih, cerita dong sama kita" kali ini Ali yang berucap.


"kepo" ucap Alayya jahil


"ok, sekarang main rahasia - rahasia an"

__ADS_1


"mau tau aja atau mau tau banget, nih"


"mau tau bangeeeeet" ucap Ali dan Farah bersamaan


"lihat " Alayya menunjukkan benda kecil yang sudah membuatnya terus tersenyum seharian ini, ke-dua orang tuanya saling pandang.


"kamu hamil, nak " Alayya menunduk menatap perut nya.


"semoga saja buk, besok Alayya mau periksa dulu "


"tapi ini kali pertama menunjukkan garis dua kan , nak" Alayya mengangguk dengan senyuman di wajah cantiknya, aura wanita hamil memang terlihat beda


"Alhamdulillah" rasa haru begitu orang tuanya rasakan, mereka tau betul hal itu begitu di nantikan sang putri. ke-dua orang tuanya alayya pun tak kuasa menahan haru, melihat orang tuanya menangis, Alayya juga ikut menangis, tangisan bahagia yang ia tunggu.


"ayah ibu senang"


"kebahagiaan kamu, kebahagiaan ayah sama ibu, nak" ingin rasanya Alayya memeluk mereka, tapi jarak yang memisahkan


"sudah kasih tau Nathan?" Alayya menggeleng


"kenapa, nak. kalian ada masalah?" takut takut Farah bertanya, semoga saja tidak.


"nggak... ibu,aku sama Nathan Baik aja ko, cuman aku mau mastiin dulu, besok aku mau cek sekalian USG, baru deh kasih tau Nathan " Farah dan Ali mengangguk paham.


"banyak istirahat nak, jangan stres, jangan kelelahan, hamil muda ini rentan Lo sayang "


Alayya menoleh, tanda seseorang sedang membuka pintu untuk masuk ke dalam.


"ibu ayah nanti al Telepon lagi ya , Nathan sudah pulang"


"iya nak, jaga kesehatan jangan sakit - sakit "


"iya ayah, udah ya, assalamualaikum "


"waalaikumsallam "


"lagi telponan sama siapa?"


"ayah ibu " Alayya berdiri, seperti biasa ia membantu Nathan melepas dasinya, ia juga mengambil alih tas jinjing penuh dengan berkas penting di dalamnya.


"mandi, aku siapkan hari hangat " Nathan mengangguk dan berjalan masuk ke dalam kamar.


....


Alayya selalu suka seperti ini, di peluk Nathan, dan tangan Nathan mengusap - usap pinggang nya, pria itu sudah menutup mata mencoba tidur, tapi tidak dengan Alayya, ia tidak sabar menunggu pagi, ingin segera memeriksakan kandungannya, apalagi saat ia beritahu Nathan semuanya, Alayya memainkan jakun nathan, membuat pria itu terganggu.


"sayang.... jangan, aku mau tidur" ucap Nathan memohon.


"aku belum ngantuk, bingung mau ngapain "

__ADS_1


"coba tidur, ya.."


"nggak bisa, belum ngantuk "


"gara-gara kelamaan tidur siang ?"


Alayya mengangguk.


"kamu cinta nggak, sama aku Nat?"


"Hem, cintaaa banget " Nathan masih memejamkan mata, pertanyaan itu memang sering terucap akhir - akhir ini dari bibir wanita di pelukan nya.


"kamu sayang nggak sama aku, Nat"


"Hem, sayaaaaang banget " meskipun ia sudah sangat amat mengantuk dan lelah, Nathan masih setia meladeni sang istri yang kesulitan tidur, Alayya mencium bibir Nathan, begitu juga Nathan, meskipun mata pria itu terpejam.


"Kamu tulus sama aku, Nat?"


"iyaa, sayang, aku tulus hanya untuk Alayya seorang"


Alayya menggesek-gesek kan wajahnya di dada bidang Nathan,ia mencari kehangatan, Nathan mempererat pelukannya, mengunci kaki sang istri dengan kakinya.


"udah sekarang tidur , ya" Alayya mengangguk, sekali lagi Nathan mencium ubun-ubun sang istri.


....


"Nathaaaan, turun kalo sudah selesai, nanti makanannya dingin, aku bikinkan nasi goreng " teriak Alayya dari bawah, ia sedang menyuapi Raisa yang juga sudah rapi dengan pakaian sekolah nya, anak itu sedang aktif- aktif nya, subuh sudah ikut bangun mengganggu orang tuanya sholat, pagi-pagi sudah ingin berangkat sekolah, ada saja tingkahnya, apa dia juga punya firasat akan menjadi Kaka, jadi ia takut kasih sayang orang tuanya terbagi, lucu juga jika di pikirkan.


Alayya menoleh pada Nathan yang ikut bergabung dengan mereka.


"kenapa lama banget sih, ngapain di atas ? dingin jadinya" omel Alayya


"tadi nyari flesdisk buat rapat hari ini, aku nggak ingat naruh di mana" pagi sekali mood Nathan sudah di buat rusak, ia harus melakukan prestasi, tapi flesdisk yang berisikan fail - fail penting yang sudah tersusun siap di gunakan menghilang, entah kemana.


"sudah kamu cari semua, laci, tas, lemari depan "


"sudah, tapi nggak ada, udah kah nggak papa sampai rumah sakit aku bisa susun lagi materinya, paling aku ubah jadwal presentasi nya" Alayya tidak ingin membahas lagi, ia tau mood suaminya sedang buruk, terlihat dari wajahnya.


"mau aku bawain bekal"


"boleh, kalo kamu nggak kerepotan"


"kenapa aku kerepotan? nggak sama sekali"


"ayah, aa--ayah"


"iya, nak. ayah di sini, habiskan makanan Raisa"


begitulah kegiatan pagi mereka lewati.

__ADS_1


__ADS_2