
ting... tong... ting... tong bel rumah burnyi.
"bi, tolong lihat siapa yang datang". aku sedang menemani alisya makan siang.
"iya non". jawab bi nina yang langsung pergi ke pintu utama.
"siapa bi?". tanyaku.
"tuan dan nyonya besar non".
mendengar ucapan bi nina aku terkejut karena mas bram tidak memberitahuku bahwa papa dan mama akan datang.
"alisya ". ucap papa.
"kakek". alisya langsung berlari ke arah papa.
"wahh udah besar ya cucu kakek". papa mengelus-elus kepala alisya.
"sini sayang, peluk nenek". ucap mama.
"bram kemana?"tanya mama.
"mas bram di kantor ma".jawabku
"apa bram gak bilang kalau kami mau datang". tanya papa.
"mas bram gak ada bilang kalau mama papa mau datang hari ini".
"silakan duduk ma, pa".
aku berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman mama dan papa.
"bi, tolong buatkan minuman ya"
"iya non".
tuut... tuut... tuut... aku langsung menelpon mas bram.
"hallo sayang, ada apa?".
"mas, gimana sih kamu. kenapa gak bilang kalau mama dan papa datang hari ini".
"aku lupa sayang,maaf ya. papa dan mama udah sampai rumah?"
"udah mas, kamu buruan pulang ya".
"iya iya sayang, ini aku akan pulang sekarang".
setelah menelpon mas bram, aku membawakan minuman untuk mama dan papa. aku melihat alisya sedang duduk di sebelah papa dan mereka bermain bersama.
"mama dengar dari bram, kamu hamil ya". tanya mama.
aku tersenyum mendengar pertanyaan mama
"iya ma, sudah 4 bulan".
"wah, sudah besar juga ya. berarti sudah lama kita tidak pulang kemari ya ma". ucap papa.
"iya pa, coba lihat alisya sudah besar dia. kapan alisya mulai sekolah". tanya mama.
"tahun depan ma, sebenarnya tahun ini mau aku masukkan sekolah tapi mas bram ngelarang". jawab ku
"loh kenapa?". ucap papa
"kasihan katanya pa, nanti kelamaan di sekolah".
"bram itu ya malah ngajari anaknya yang tidak baik. dia dulu juga paling bandel di sekolah, jarang sekolah karena bosan dia bilang". mama menceritakan masa kecil mas bram.
aku hanya ketawa mendengar cerita mama. tapi siapa sangka ,mas bram yang masa kecilnya bandel tapi setelah dewasa dia menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab.
"ya sudah, nanti alisya ikut kakek aja ya, sekolah di Singapura. nanti biar kakek yang antar jemput alisya sekolah. Mau kan?"tanya papa pada alisya.
"papa ini tanya nya ada-ada aja deh". ucap mama.
"alisya gak mau, alisya mau di sini aja sama papa bunda". jawab alisya.
"udah pa, lihat itu mata alisya udah merah mau nangis dia". mama langsung meluk alisya.
saat kami sedang berbincang-bincang di ruang tamu, terdengar suara mobil mas bram di depan rumah.
"itu bram pulang " ucap papa.
selang beberapa menit mas bram masuk dengan membawa beberapa makanan yang di belinya.
"aku pulang". ucap mas bram dengan semringah.
"mama". mas bram memeluk mamanya.
"udah mama bilang, kalau mama mau datang, kok malah gak ada di rumah". ucap mama.
"hehehe maaf ma, aku lupa". jawab mas bram.
"ini sayang letakkan di piring".mas bram memeberikanku bungkusan yang dia bawa.
"iya mas. ayo bi kita ke dapur". ajakku pada bi nina.
dari dapur terdengar suara tawa mas bram dan papanya.sesekali mataku melirik ke ruang tamu,melihat keseruan mereka.
"non, apa non besar masih cuek sama non". tanya bi nina.
"gak bi, mama baik banget kok. dulu kan karena kami belum saling mengenal bi. tapi sekarang aku udah gak canggung lagi". jawab ku.
"Bagus deh non, bibi senang dengarnya". bi nina tersenyum.
"udah ah bi, ayo kita bawa kesana".
aku meletakkan cake yang di bawa mas bram di atas meja.
"ma, pa di makan cake nya".
"iya karin, terima kasih". jawab mama.
"lihat itu papanya bram,bahagia banget kalau udah ketemu sama alisya".mata mama menatap ke arah papa.
"sama seperti mas bram ma.setiap mas bram capek pulang dari kantor tapi kalau udah lihat alisya,wajah mas bram terlihat ceria". jawab ku.
"itulah mengapa kita harus punya anak,karena anak sebagai kekuatan orang tuanya.di saat kita ada masalah,anaklah tempat kita berpulang selepas dari masalah yang kita hadapi". seru mama.
benar apa yang di bilang mama,dulu ayah dan ibu selalu bilang kalau aku adalah alasan mereka hidup, alasan mereka bertahan, dan sekarang aku merasakan apa yang mereka rasakan.
__ADS_1
"ma, katanya Bayu ikut pulang juga". tanya mas bram.
"dia beda penerbangan dengan mama, mungkin sebentar lagi mereka sampai".jawab mama.
"Bayu pulang ma? Naiya dan aira ikut juga dong ma ". tanya ku.
"iyaa, mereka semua pulang".
"wahh, alisya bakalan seneng lihat aira datang".ucap mas bram.
Bayu adalah adik mas bram, Bayu dan istrinya selama ini tinggal di Singapura. bayu sendiri sudah memiliki anak bernama aira usia 2 tahun.
aku sendiri tidak pernah bertemu dengan mereka, karena mereka tinggal di luar negeri. selama ini kami hanya berkomunikasi melalui telepon dan video call saja.
"ini pertama kalinya kamu bertemu mereka kan? ". tanya mas bram.
"iyaa mas, aku jadi gak sabar ingin ketemu mereka". jawab ku.
"mama nginap di sini kan?". ucap mas bram.
"iya, papa kamu gak mau pulang ke rumah yang di perumahan, katanya sepi gak ada alisya".
"ya sudah ma tidak apa-apa, nanti Bayu juga nginap di sini aja". jawab ku.
"kalau itu udah pasti dong sayang". jawab mas bram sambil memelukku.
aku mencubit pinggang mas bram
"malu ada mama papa". ucapku pelan dengan merapatkan gigi.
"gak apa-apa". bisik mas bram.
"biarkan papa bermain dengan alisya, mama mau istirahat dulu". mama beranjak ke kamar.
"iya ma". jawab ku.
saat mama pergi ke kamar, aku dan mas bram masih duduk ruang tamu, sedangkan papa dan alisya bermain di taman belakang.
"papa apa gak capek mas? main terus sama alisya". tanya ku.
"biarin aja sayang, kalau capekkan nanti berhenti". jawab mas bram dengan santai.
saat sedang ngobrol-ngobrol dengan mas bram, tiba-tiba mas bram mendengar suara lapar dari perutku.
"sayang, kamu belum makan?".
"belum mas, tadi rencana mau makan tapi mama dan papa datang, aku jadi lupa". jawab ku.
"sayang, tega banget sih kamu buat anakku di dalam sini kelaperan". mas bram mengelus perutku.
"apaan sih mas".
mas bram menarik tanganku dan mengajakku duduk di meja makan.
"duduk di sini, biar aku masakkan buat kamu". ucap mas bram.
"emang kamu bisa mas?". tanya ku.
"hmm kamu gak percaya sama aku, duduk manis aja di situ ya". mas bram langsung membuka kulkas mencari bahan makanan.
mendengar suara gaduh di dapur, bi nina langsung keluar dari kamarnya.
"gak usah bi, bibi istirahat aja. biar aku masakkan buat karin". jawab mas bram.
"tapi tuan... ".
"udah bi gak apa-apa, biar mas bram aja yang masak". jawabku.
"baik non". bi nina langsung kembali ke kamarnya.
setelah menunggu beberapa menit, mas bram memberikan ku sepiring nasi.
"silakan di makan sayang".
"mas, ini apaan?". tanyaku.
"nasi buat kamu makan sayang".jawab mas bram.
"telur goreng doang?".
"hehehee aku hanya bisa masak ini doang sayang".
"jadi tadi mas ngeluarin bahan-bahan begitu banyak buat apaan? ".
"cuma untuk action aja sayang, biar kelihatan pro aja gitu ". jawab mas bram.
"hahahaha ada aja ya mas, tapi terima kasih suamiku sudah masakakin". aku langsung makan .
"enak kan sayang". mas bram duduk dengan menatapku makan.
"hmm enak kok mas,terima kasih sayang". ucap ku sambil memberikan tanda👌 pada mas bram.
mas bram hanya tersenyum melihat ku makan dengan lahap. sebelumnya aku memang agak susah buat makan, meskipun sudah tidak mual lagi. tapi setiap kali ada mas bram,makan ku jadi lahap.
ting..tong...ting tong...bel rumah berbunyi.
"apa itu bayu mas?". tanya ku.
"mungkin sayang".
"biar bibi yang lihat non". ucap bi nina.
"iyaa bi".
"makan terus sayang,habiskan nasi dan telurnya. lihat, aku sampai berkeringat karena goreng telur untuk kamu". ucapan mas bram sedikit lebay.
"hahahaha apaan sih mas". aku terus ketawa.
bi nina datang menghampiri kami di meja makan.
"non, tuan Bayu datang".
"oh iya bi, terima kasih". ucap mas bram.
"ayo mas, kita kedepan lihat mereka".
"kamu makan aja dulu sayang, biar aku aja". ucap mas bram.
"aku udah selesai mas". segera aku bereskan piring.
__ADS_1
saat berjalan ke ruang tamu, aku melihat sosok Bayu yang tinggi besar, putin, tampan dan ganteng gak beda jauh dengan mas bram.
"mas itu bayu". bisikku.
"iyaa sayang". jawab mas bram.
"wahh akhirnya kalian sampai juga ya". mas bram langsung memeluk bayu.
"iya bang, wah makin keren aja kamu". ucap bayu.
"biasa aja.o iyaa ini karin istriku,belum pernah ketemu kalian kan". ucap mas bram.
"wahh cantik juga ya istri abang, bayu mbak". bayu memperkanlkan diri padaku.
"karin". jawabku.
"mbak,ini istriku Naiya". bayu memperkenalkan istrinya
"ternyata mbak aslinya cantik banget". ucap naiya.
"kamu juga cantik kok,aira juga lucu". aku menyapa naiya dan aira.
"mbak lagi hamil ya,wah selamat ya mbak.semoga anaknya gak seperti mas bram". canda bayu.
mas bram langsung memukul pundak bayu
"sembarangan kamu bilang".
"hahahha beneran loh. o iyaa mana mama dan papa?". tanya bayu.
"mama lagi tidur,kalau papa ...". ucapan mas bram terhenti karena papa datang.
"sudah sampai kamu bayu". ucap papa.
"papa". Bayu langsung menyalami papa dan memeluknya.
"sudah kenalan dengan karin".
"sudah pa" jawab naiya.
saat itu mataku tertuju ke aira yang di gendong oleh naiya, aira terlihat lelah dan mengantuk.
"kalian pasti capek kan, istirahatlah dulu. kasihan itu aira udah ngantuk banget". ucapku.
"iyaa mbak, tadi di perjalanan aira rewel banget, sampai disini dia baru diam". jawab naiya.
"ya udah,ayok aku antar ke kamar". aku menunjukkan naiya kamarnya.
"maaf ya mbak ngerepotin". ucap naiya.
"gak kok,jangan bilang begitu. kita kan keluarga,jangan merasa gak enakkan ya. anggap aja rumah sendiri,jangan segan-segan". jawab ku.
"iyaa mbak,terima kasih".
"nah,ini kamarnya.istirahatlah dulu,kalian kan capek perjalan jauh.kalau butuh apa-apa minta aja sama bi nina,yang bantuin di rumah ini".
"iya mbak".
"aku tinggal dulu ya". aku pergi ke dapur untuk membuatkan minum.
"bi ,buatkan minum untuk bayu ya".
"iya non". jawab bi nina.
karena waktu sudah sore, aku langsung memasak untuk makan malam. kali ini aku harus membantu bi nina, karena begitu banyak yang harus di masak.
"non, apa yang kita masak?". tanya bi nina.
"kita buat aja ikan gurami bakar dengan sambal matah, sayur capcay dan soup ayam bi". jawab ku.
"iya non, biar bibi yang bakar ikannya ".
aku dan bi ijah berbagi tugas untuk membuat makan malam. aku memilih menu yang di sukai oleh keluarga mas bram.
"bi, kita ada buah-buahan segar". tanyaku.
"ada non, di dalam kulkas. nanti biar bibi cari non".
"gak usah bi, biar aku cari sendiri aja". aku langsung membuka kulkas.
"mbak, ada yang bisa aku bantu". naiya tiba-tiba datang ke dapur.
"gak usah naiya, biar aku saja dan bi nina. kamu pasti capek kan, istirahat aja". jawabku.
"gak apa-apa mbak, lagian aira lagi tidur kok".
"hm ya udah, kamu potong-potong aja apel dan melon ini". ucapku.
"iya mbak". naiya langsung membersihkan buah-buahannya.
"mbak, maaf ya. waktu mbak dan mas bram menikah kami gak bisa datang". ucap naiya.
"gak apa-apa kok naiya, tapi terima kasih ya kadonya". jawabku.
"non, ini udah matang ikannya".
"letakkan aja langsung di meja makan bi". Jawabku.
aku langsung lanjut ngobrol dengan naiya
"gimana tinggal di Singapura? seru gak?".
"sebenarnya seru mbak, enak juga di sana. tapi, karena jauh dari keluarga kadang buat gak betah mbak". jawab naiya.
"jadi udah berapa lama kalian tinggal di sana?". tanyaku lagi.
" sekitar 5 tahun mbak, kami sempat LDR 2 tahun karena waktu itu aku harus selesaikan kuliah dulu di sini mbak, setelah selesai baru pindah ke Singapura ikut mas Bayu".
"wahh perjuangan banget ya LDR sampai 2 tahun, apa lagi udah jadi suami istri, pasti rindu banget ya" ucapku.
"hehehehe banget mbak, tapi mau gimana lagi. setelah pindah kesana, aku baru hamil aira mbak".
"berarti saat aku menikah dengan mas bram, kamu lagi hamil dong". tanyaku.
"iya mbak, itu salah satu alasan Juga kami gak bisa datang, karena aku ngalami mual muntah saat naik pesawat". jelas naiya.
"y sudah, itu kan sudah lama banget. yang penting hari ini kita bisa berkumpul bersama".
"iya mbak". naiya tersenyum.
__ADS_1
baru pertama kali bertemu, tapi kami sudah banyak berbicara satu sama lain. naiya baik, dia sangat ramah dan perhatian. aku senang bisa kenal dengannya dan aku merasa seperti punya adik kandung.