
Hari ini adalah hari pernikahan Aksa, jika seharusnya pernikahan akan menjadi momen bahagia bagi sebagian orang, tidak dengan Aksa, pria itu terus saja murung, pakainya sudah rapi dengan setelan putih yang akan di gunakan untuk akad, tapi hatinya belum siap, Matanya menatap kosong ke arah tembok berwarna abu, sedangkan di genggam terdapat bingkai foto milik Alayya, sahabat yang begitu ia cintai lebih dari sahabat lainnnya.
pernikahan Aksa dan calon istrinya, hanyalah hasil perjodohan saja, kedua orang tuanya lah yang sudah mengatur semuanya, bahkan sampai sekarang Aksa belum mengenal betul asal usul calon istrinya itu, Aksa hanya tau, calonnya itu bernama Haura, gadis berusia 20 tahun yang di temukan orang tuannya saat berlibur ke kampung halaman, entahlah bagaimana ceritanya mereka bertemu dan berakhir seperti sekarang, Aksa tidak peduli, desakan terus orang tuanya berikan agar Aksa mau menikah dengan Haura, terpaksa pria itu menyetujuinya, Toh tidak ada juga yang bisa ia harapkan lagi dari Alayya, wanita itu sudah bahagia dengan suaminya.
"Aksa, keluar nak... sebentar lagi akad di mulai"
"iya mah, sebentar"
...
"Akhirnya Aksa nikah juga"
"akhirnya Aksa berhenti ganggu istri orang" ucap Nathan menambahkan.
"apaan sih kamu" Alayya tidak suka mendengar Nathan berucap hal sekasar itu.
"haa, iyaa enggak" ucap Nathan lagi, sebaiknya ia tidak memperpanjang ucapannya tadi, bisa terjadi perang dunia lagi, jika Nathan membahas Aksa lagi.
butuh waktu setengah jam mereka akhirnya tiba juga di gedung yang Aksa gunakan sebagai tempat acara akad sekaligus pesta pernikahannya.
Alayya menggandeng lengan Nathan, tidak banyak tamu undangan, acaranya privat, Aksa hanya mengundang keluarganya saja.
mata Alayya menyusur ruangan yang sudah di hias begitu cantiknya, ia mencari keberadaan Aksa, karena Alayya hanya melihat Haura di atas pelaminan, entah kemana perginya Aksa.
"Alayya, Nathan" panggil seseorang yang alayya hapal betul suaranya, mereka berdua berbalik badan,.
"widih, sudah jadi suami aja Lo sa" Alayya menatap Aksa dari ujung kepala sampai ujung kaki, Aksa juga tidak mengalihkan pandangannya dari tangan Alayya yang mengapit Lengan Nathan, tapi perlahan pandangannya turun ke arah perut buncit alayya, seakan ada benda tajam yang menghunus jantungnya, sakit sekali rasanya, sahabat yang begitu ia kasihi sebentar lagi akan menjadi ibu dari anak pria lain, Aksa menahan mati-matian agar air matanya tidak tumpah.
"Aksa" panggil Alayya karena pria di depannya itu hanya diam
"hah, Kenapa Al"
__ADS_1
"kenapa apanya, Lo yang kenapa? sawan Lo, ngelamun aja kerjaannya"
"sa"
"Hem"
"cantik" Alayya menoleh ke arah pelaminan, di sana ada Haura yang duduk sendiri. mendengar pujian untuk wanita yang sekarang telah sah menjadi istrinya, Nathan hanya berdehem saja.
"Pintar juga Lo nyari yang bening-bening, kayaknya masih muda banget, umurnya berasa sa?"
"20 tahun" jawab Aksa singkat.
"buset... muda banget, beda 5 tahun dari Lo, kuliah?" Aksa menggeleng
"dia cuman lulusan SMA " kembali Alayya mengangguk.
"nggak papa, gelar bukan patokan, gue aja S1 tapi bego, ujung-ujungnya cuman di rumah, ngurus suami sama Anak" kembali Aksa hanya mengangguk.
....
Alayya dan nathan pulang,. mereka sudah ada di dalam kamar, Alayya kelelahan dan langsung tidur setelah membersihkan wajahnya dari makeup.
Nathan bergabung dengan alayya, pria itu memeluk sang istri dari belakang, ia selipkan tangannya ke dalam baju piyama yang di kenakan sang istri.
"Kesayangan ayah ibu sama Kaka Raisa"
Nathan mencium kening alayya singkat, kemudian ia ikut masuk ke alam mimpi.
....
Di usia kandungan yang sudah menginjak usia ke 9 bulan, membuat Alayya jadi mudah kelelahan, baru bergerak sedikit saja sudah begah, seperti sekarang, karena bosan, Alayya merapikan baju Raisa yang sedikit berhamburan di dalam lemari, sebenarnya Nathan akan memanggil seseorang untuk membersihkan rumah mereka selama Alayya hamil besar, Nathan tidak ingin Alayya kelelahan, tapi memang wanita itu saja yang keras kepala, sudah tau mudah lelah, masih saja bersih-bersih rumah sendiri.
__ADS_1
Alayya mengesot untuk sampai pada dipan tidur Raisa, Alayya menyandarkan tubuhnya di sana ,ia usap terus perut yang sudah sangat besar.
Alayya tersenyum simpul, ia gemas sendiri melihat perutnya yang membesar.
"sayangnya ibu, makasih sudah hadir di hidup ibu dan ayah,makasih sudah hadir menjadi penghangat di hidup ibu, makasih sudah mau berjuang bersama ibi dan ayah sampai sekarang, ayah sama ibu nggak sabar liat kamu lahir ke dunia, nak"
"Alayya" Alayya mengangkat kepalanya, ia tersenyum pada sang Suami yang sudah Menenteng ayam rica-rica pesanan nya
"Kamu habis ngapain, jadi keringatan gini, sayang"
"cuman beresin pakaian Raisa" Alayya membuka kresek bawaan Nathan, sudah tidak sabar memakan habis ayam rica-rica pesanannya.
"kamu ko ngeyel Banget sih, sayang. ya Allah... jadi keringatan gini" Nathan mengusap peluh yang bercucuran di kening dan wajah Alayya.
"sekali kali olah raga, Nat"
"ya tapi jangan kaya gini juga lah"
"udah ah, aku mau makan" Nathan membantu Alayya untuk berdiri.
"beli dimana ayamnya?"
"di tempat langganan kamu, Abang Roni" Alayya tersenyum.
"oh Abang Roni, Abang Roni, Langganan ku, ayamnya enak banget" Alayya bernyanyi sumbang, Nathan sampai tidak bisa menahan tawanya, Alayya menampar pelan Mulut Nathan, yang sudah berani menertawakannya.
"kurang aja memang, suami satu ini" Alayya berjalan lebih dulu.
"habisnya kamu lucu, sayang" Alayya memutar matanya jengah.
Nathan benar-benar tidak menyangka wanita yang pernah ia buat sakit hatinya adalah wanita yang sekarang akan ia bahagiakan, Nathan tidak menyangka takdir mereka selucu ini, mana pernah terbesit di kepalanya akan hidup dengan Alayya sebagai pasangan suami-isteri, tapi nyatanya Sekarang, sebentar lagi Alayya akan melahirkan anak mereka.
__ADS_1
begitu juga yang Alayya rasakan, memang Alayya sempat menyimpan rasa yang begitu dalam pada Nathan, tapi semuanya berubah semenjak kesalah pahaman yang terjadi. tidak pernah ia berpikir akan berakhir seperti ini, berkahir menjadi wanita yang begitu di cinta Nathan, Jika mereka ingat ingat lagi, momen mereka sebelum menikah, lucu juga... Alayya yang begitu membenci Nathan, akan selalu membuat masalah atau memberikan cacian pada Nathan.