Ibu Pengganti

Ibu Pengganti
Episode 15


__ADS_3

ruang dokter....


tokk.. tokk.. mas bram mengetuk pintu ruang dokter.


"silakan masuk". terdengar suara pria.


"wahh lihatlah siapa yang datang, seorang CEO terkenal". ucap dokter jeff.


"berlebihan kamu.  perkenalkan ini istriku Karina". mas bram memperkenalkanku dengan dokter jeff.


"Karina ". aku menjabat tangan dokter jeff.


"saya jeff, temannya Bram".


sekilas dokter jeff terlihat sangat ramah dan baik, bisa di bilang dokter tampan yang pernah aku jumpai.


"silakan duduk, sepertinya mendesak banget ya. kamu sampai memohon padaku untuk meluangkan waktu". ucap dokter jeff.


"aku ingin memeriksa kandungan istriku, sudah seminggu dia mengalami mual yang berlebihan".


"kamu ya bram seperti baru pertama kalinya aja ngalami hal itu. kamu tau karin, gimana paniknya bram saat menelponku". dokter jeff senyum-senyum saat menggoda mas bram.


"jeff,  aku serius". jawab mas bram.


"oke oke.karna karin yang hamil, biar aku bertanya pada karin. gimana karin?  ceritakan semua yang kamu keluhkan".


"ceritakan aja sayang semuanya". mas bram menggenggam tanganku.


"rasa mual yang aku alami seminggu ini, terasa gak nyaman. bahkan aku tidak bisa makan, apapun itu membuatku ingin memuntahkannya". ucapku.


"boleh tau kapan kamu terakhir mendapat Haid". tanya dokter jeff


"sekitar 2 bulan yang lalu dok".


"oke baiklah, karna usia kehamilannya masih usia muda atau sekitar 8 minggu, mual muntah adalah hal yang wajar. semua itu karena hormon  estrogen dan progresteron dalam tubuh ibu hamil meningkat. kamu tidak akan mengalami mual lagi saat memasuki semester ke dua atau saat usia 4 bulan ke atas".


"tapi dok, rasanya perut ini terasa kram dan sakit".


"ini dia masalah yang sering banget di keluhkan oleh ibu hamil muda.  sebenarnya kram perut itu hal yang wajar, karna adanya pertumbuhan janin maka ada perubahan pada tubuh ibu hamil itu yang membuat perut terasa kram".


dokter jeff menlanjutkan penjelasannya


"yang perlu harus di ingat, saat hamil muda tolong hindari stress, kerja berat, benturan. karena,kondisi janin masih lemah dan gampang mengalami keguguran".


"tapi kemaren,saya ada keluar darah seperti haid,dan sebelumnya saya mengalami nyeri di bagian bawah perut dok".


"apa kamu ada jatuh atau kelelahan karena bekerja". tanya dokter jeff.


aku berfikir ,mungkin itu karena pertengkaranku kamaren dengan ibu lidya,sehingga aku mengalami pendarahan sedikit.


"mu.. mungkin karena aku kelelahan". aku melirik ke arah mas bram.


"apa itu gak masalah jeff". ucap mas bram.


menunjukkan ke layar komputer, melihat hasil pemeriksaan USG.


"syukurnya tidak ada terjadi apa-apa pada janinnya, lain kali tolong waspada dan jaga diri baik-baik".


"syukurlah". ucapku


"ini, saya resepkan beberapa vitamin. di minum setiap harinya ya". dokter jeff memberikan resepnya kepada mas bram.


"terima kasih jeff untuk hari ini".


"sama-sama bram, kalau bukan karena kamu bram,aku sudah libur hari ini". ucap dokter jeff bercanda dengan mas bram.


"hahaha terima kasih". jawab mas bram.


aku sedikit lega setelah konsultasi dengan dokter jeff. aku jadi lebih tau keadaan ku sekarang. kedepannya aku harus lebih berhati-hati lagi agar bayi ku bisa lahir dengan selamat.


"dokter jeff baik ya mas, ramah lagi".


"dia emang terkenal dengan ramahnya sayang, semua pasien di sini sangat menyukai jeff".


"kapan-kapan kita kemari lagi ya mas". ucapku dengan tersenyum nakal.


"hmm.. hmm kamu suka ya dengan jeff". mas bram memasang wajah cemberut.


"bawaan bayi mas". jawabku


"gak ada yang namanya bawaan bayi ya sayang, kamu ini yaa nakal". mas bram mengacak-acak rambutku.


"aku laper mas".


"oke, mari kita makan siang. mau makan apa sayang". tanya mas bram.


"kita makan ke restoran favorit kita aja mas".


"baik nyonya besar, silakan masuk ke dalam mobil". mas bram membukakan pintu mobil untukku.


****


restoran....


hari ini aku sangat tersanjung dengan sikap mas bram yang begitu perhatian. seharian dia menemani aku dan selalu menjagaku.


"kamu mau makan apa sayang". mas bram melihat buku menu.


"aku mau makan.... ".


"jangan yang pedas ya, ingat kamu lagi hamil".


mas bram bisa menebak apa yang ingin aku makan.


aku mengerutkan keningku


"mas... ".


"gak sayang, gak boleh. biar aku aja yang milihkan makanannya ya".


aku memanyunkan bibirku


"sama aja kalau kayak gini". ucapku dengan pelan.


"kamu bilang apa sayang".


"hmm gak ada apa-apa kok mas". aku memasang wajah tersenyum.


"baiklah, saya pesan steak carbonara 1, steak black hot paper 1 dan soup rice chicken 1 ya". ucap mas bram pada waitres.

__ADS_1


"mas aku pesan... ".


"ah, minumnya jus apel 1 dan caffe latte 1 ,sudah itu saja". ucap mas bram.


"baik tuan, mohon di tunggu sebentar, kami akan menyiapkan makannya". ucap waiters.


aku kesal dengan mas bram, aku tidak bisa makan atau minum yang aku inginkan, semuanya di tentukan oleh mas bram.


"kenapa cemberut aja sih sayang, udah laper banget ya". mas bram meledekku karena cemberut.


"auh ah mas, kamu keterlaluan sama istri sendiri".


"sayang, ingatkan tadi jeff bilang apa. kamu harus jaga baik-baik kehamilannya karena masih di usia muda. aku gak mau kamu sampai pendarahan lagi kayak kemarin". maa bram mencoba untuk membuatku mengerti.


setelah mendengar penjelasan mas bram aku mengerti, apa yang dia lakukan untukku gak sepenuhnya salah. dia hanya ingin melindungi bayi kami agar tetap sehat. 


"iya mas".


"gitu dong senyum, aku kan makin Cinta". mas bram memberikan kecupan hangat.


"ya sudah, ayo kita makan. kamu harus makan yang banyak ya. sehat terus anak papa". mas bram mengelus-elus perutku.


aku bahagia, mas bram begitu antusiasnya dengan kehamilanku. meskipun ini bukan pertama kalinya dia menghadapi wanita hamil, tapi sikap dia begitu hangat terhadapku.


"oya mas, kapan mama dan papa akan datang berkunjung kerumah kita".


"mungkin dalam minggu ini, tapi aku tidak tahu kapan pastinya". jawab mas bram sambil memotong daging steak untukku.


"hmmm". sambil menganggukkan kepalaku.


"nah, silakan di makan sayang". mas bram memberikan daging yang sudah di potongnya.


"makasih suamiku". ucapku dengan gaya sok imut.


"kenapa kamu tanya mama dan papa kapan datang? ".


"gak mas, setidaknya aku punya waktu untuk menyiapkan makanan untuk mama dan papa kalau datang nanti". jawabku.


mas bram cepat-cepat menelan makannya.


"gak sayang, kamu gak boleh capek, ingat itu ya.  biar bi nina aja yang siapkan semuanya".


aku sudah menebak, mas bram pasti menentangnya.


"iya iya mas, aku ingat semuanya".


"sepertinya beberapa bulan kedepan akan sulit buatku untuk melakukan sesuatu secara bebas".


entah aku yang egois atau mas bram yang terlalu berlebihan untuk menjagaku.


****


Rumah...


"padahal kita masih punya banyak waktu, tapi kenapa kamu mau buru-buru pulang sih". ucap mas bram.


"apa kamu gak ingat mas, kalau kita punya alisya. kasihan dia kalau seharian kita tinggal terus".


"kan ada bi nina loh sayang".


mencubit pinggang mas bram


"aaaahhhh aahh aahh sakit sayang".


"biarin aja". aku semakin memperdalam cubitan di pinggangnya.


dari kejauhan aku mendengar langkah kaki mungil berlari ke arahku.


"bunda.... ". teriak alisya.


"sayang". aku memeluk alisya.


"bunda kok lama".


"maaf ya sayang, semua karena papa yang ngajak bunda jalan-jalan  jauh". aku melirik ke mas bram.


"ohh gak sayang, bunda yang gak mau pulang". mas bram berusaha membela dirinya di depan alisya.


alisya melihat ke arahku dan aku hanya tersenyum padanya.


"papa". alisya memasang wajah cemberutnya.


"iya sayang, maafin papa malaikat kecilku. papa janji gak akan ajak bunda main lama-lama lagi". mas bram mencubit kedua pipinya alisya.


"udah makan sayang". tanyaku.


"udah bunda" jawab alisya.


" pintar anak bunda".


aku menggandeng tangan alisya menuju ke ruang keluarga. sehari tidak melihat alisya, hatiku terasa gelisah dan buat aku tidak tenang.  ketika pulang melihat alisya ceria membuatku senang dan nyaman.


****


Ruang keluarga....


"alisya sayang, lihat papa punya apa" ucap mas bram.


alisya melihat ke arah mas bram


"apa papa".


mas bram mengeluarkan beberapa plastik snack dari tangannya yang dia sembunyikan di balik badannya.


"taaaaaraaaaa...... papa punya snack enak buat alisya". mas bram menggoyangkan beberapa kantok plastik di tangannya.


mata alisya membelalak melihat apa yang papanya bawa dan berlari.


"alisya mau pa, alisya mau" alisya melompat-lompat untuk mengambil snack di tangan mas bram.


"sayang, jangan lompat-lompat gitu ah nanti jatuh".


"ayo coba ambil dari papa". mas bram malah bikin alisya semakin melompat.


"mas, udah deh. kasihan anaknya lompat-lompat terus".


"nih, snack buat anak papa yang cantik. muaachh.. ". mas bram mencium alisya.


"terima kasih papa". alisya senang bisa mendapatkan snacknya.

__ADS_1


mas bram mendekatiku dan mencubit pipiku


"kamu bawel banget sih".


"aduh, sakit mas". aku mengerutkan dahiku.


"tadi bilangnya mau ke kantor mas, kok gak jadi". tanyaku.


"besok aja deh, kalau udah di rumah mager buat kemana-mana lagi". mas bram menyenderkan kepalanya di bahuku.


kami berdua duduk menyaksikan alisya bermain dengan boneka-bonekanya. tak terasa alisya semakin besar dan akan segera masuk sekolah.


"alisya, sebentar lagi sudah masuk sekolah mas. aku bakalan kesepian di rumah sendiri". ucapku.


"kok kamu bilang gitu sih, nantikan bakalan ada anak kita yang ini". mas bram mengelus perutku.


"tapikan dia belum lahir mas. aku bakalan sendirian kan sebelum dia lahir". ucapku.


mas bram menatap mataku


"jadi kamu mau aku di rumah terus nemani kamu ya".


"ahh gak gitu mas. kalau kamu gak kerja, terus kita makan apa dong. ya uda biar aku aja yang kerja ya".


"ehh.. mana ada istrinya yang kerja. entar aku di bilang suami gak bejus lagi. kamu tetap duduk manis di rumah dengan anak-anak ya sayang".


bagaimana aku tidak bahagia dengan suami seperti mas bram. mungkin sebagian orang pikir, aku bahagia karena mas bram memiliki harta yang berlimpah. tapi bukan itu, karena alisya dan mas bram yang tulus menerima ku di kehidupan mereka.


yang awalnya mas bram menyenderkan kepalanya di bahu ku, tiba-tiba mas bram terbangun dan menatapku.


"kenapa mas? ada apa?". aku pun ikut terkejut melihatnya.


"gak apa-apa sayang". jawab mas bram dengan senyuman yang nyebelin.


"apaan sih mas, buat terkejut aja". aku memukul bahu mas bram.


"aku cium ya". mas bram memanyunkan bibirnya ke arakku.


"ihh gak mas, gak mau. kamu bau tau, buruan mandi sana udah sore". aku mendorong tubuh mas bram.


mas bram mengendus-endus aroma tubuhnya.


"gak bau kok".


"jorok banget sih, malah di cium-cium gitu keringatnya". aku menutup hidungku.


tiba-tiba mas bram menarik tanganku dan mengajakku untuk naik ke lantai atas.


"mau kemana mas? alisya sendirian".


"ada bi nina loh sayang". mas bram gak peduli dan tetap menarik tanganku.


"bi, tolong bereskan alisya ya". teriak ku pada bi nina.


"baik non".


***


Kamar...


"ada apa sih mas? mau mandi kenapa harus aku ikut juga".


"siapa bilang aku mau mandi. kamu duduk di sini dulu ya". mas bram pergi ke ruang ganti.


"apaan sih mas bram, tiba-tiba gak jelas gitu". aku menggerutu kesal.


"mas, ngapain sih". teriakku.


"sebentar sayang". jawab maa bram.


"sayang, coba tutup mata kamu". ucap mas bram.


"kenapa mas?". tanyaku.


"udah, tutup aja sayang matanya".


"hmm oke, sudah mas". aku mengikuti apa yang mas bram katakan.


"jangan ngintip ya. tunggu sebentar, oke sekarang aku hitung sampai 3 kamu buka matanya ya. 1 2 ......3 taaraa..... ".


ada dua buah kotak besar di hadapanku, kotak itu bermerek G***i. sebuah brand yang sangat terkenal.


"ini apa mas?".


"buka dong sayang, ini semua buat kamu". ucap mas bram.


aku membuka satu-persatu kotak hadiah itu, ini pertama kalinya aku mendapatkan hadiah termahal.


"wahh... cantik banget mas". mataku langsung bereaksi terhadap barang yang aku lihat.


"semoga kamu suka ya sayang, ini aku beli waktu di singapura kemarin".


"aku suka banget mas,terima kasih mas". aku langsung memeluknya.


"kok banyak banget sih mas kasih hadiahnya". aku membuka hadiah lainnya.


"semenjak kita nikah,aku kan belum pernah memberikan kamu hadiah yang bener-bene pantas. jadi ini hadiah buat kamu sayang dan ucapan terima kasih ku, karena telah menjadi istri yang baik buat aku". ucap mas bram.


"berapaan ini mas? pasti mahalkan". jawab ku.


"yaaaa....aku lagi romantis-romantisnya ,kamu malah tanyain harga.ngerusak suasana aja kamu ya". mas bram merasa kesal.


"hahahahhaa maaf sayangku, terima kasih juga telah jadi suami aku". aku memberikan flykiss pada mas bram.


"gitu doang,yang asli dong". pinta mas bram.


"banyak maunya kamu ya mas". pada akhirnya aku memberikan kecupan kening pada mas bram.


"terima kasih cintaku". ucap mas bram dengan bergaya manja.


"iihh apaan sih mas,geli tau dengarnya".


"biar romantis kayak orang-orang loh". jawab mas bram.


"iya deh,suami ku yang paling romantis". ucapku dengan senyuman.


tidak ada yang mencintai kita seperti keluarga. pengorbanan yang di berikan mas bram hanya untuk membuatku bahagia merupakan anugrah terindah yang tidak ada bisa aku dapatkan dari mana pun.


"I Love You, suamiku". aku memandangi wajah mas bram dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2