Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
100


__ADS_3

Obelia memasuki kamar mandi sembari membawa paper bag berisi pakaian yang belum dia cek sama sekali. Sedangkan di ruangan kamar, tampaknya Sadrakh mulai gelisah dan merasa aneh dengan tubuhnya,” sial kenapa tiba tiba panas?” pikir Sadrakh yang merasa tak nyaman.


Sedangkan di dalam kamar mandi, Obelia mulai kehausan dan merasa tubuhnya panas. ” arhhk kenapa jadi panas ya? Jantungku juga berdebar kencang,” gumamnya sambil membuka pakaiannya. Gadis itu mengganti pakaian kotornya lalu membuka paper bag dan..


Jrengg...


Tampaklah pakaian cantik nan menggoda dengan rumbai yang indah tetapi membuat Obelia terbelalak saat melihat pakaian kurang bahan yang tipis dan pas pasan itu,” apa apaan ini?” pikir Obelia.


Sebuah kertas kecil jatuh ke lantai, dia membungkuk dan mengambilnya,” Selamat unboxing, semoga adonannya jadi, dari kakak cantikmu, Laura,” ucap Obelia membaca pesan itu sambil menyerngitkan keningnya.


Tubuhnya mulai terasa panas dan dia gelisah, entah apa yang terjadi tetapi gadis itu tak nyaman dengan tubuhnya.


” Panas.. sangat panas, kurasa kalau pakai ini akan dingin,” ucapnya dengan polos tanpa sadar kalau yang dia pegang itu adalah pakaian yang akan membawanya terbang ke surga .


Obelia memakainya, rasanya masih panas, tetapi bentuk tubuhnya jelas terlihat di sana, ia merasa aneh, lalu mengambil handuk mandi dan membungkus tubuhnya dengan itu.


” ya ampun kenapa panas sekali,” Obelia cepat cepat keluar dengan wajah merah. Dia berjalan terburu-buru sampai tidak dasar kalau di depannya ada Sadrakh yang bertelanjang dada karena merasa gerah.


” wahh ini sangat dingin, ini dingin aku mau..”gumam Obelia yang tampaknya mulai mabuk. Tangannya meraba raba benda empuk di depannya yang menurutnya terasa sangat dingin dan sejuk membuat suhu tubuhnya sedikit lebih tenang.


” Sial, apa ini yang mereka maksud?” batin Sadrakh saat melihat Obelia yang juga mengalami hal yang sama.


” Obelia kau kenapa.. jangan dekat denganku aku sedang merasa aneh,” ucap Sadrakh sambil berusaha menghindari Obelia, tapi Gadis itu malah semakin menempel padanya.


” Aku juga begitu, panas sekali, gerah.. arhhh tolong aku..” ucap obelia yang mulai melenguh dan membuat Sadrakh terbelalak dengan sempurna tetapi reaksi tubuhnya benar benar tak terduga.


Hingga dia merasakan ada yang tegak tapi bukan keadilan, ,ada yang bangkit tapi bukan dari kematian. Pria itu menenggak salivanya dan menatap sesuatu yang menggembung di bawah sana.


Obelia mulai kehilangan kendali, sama halnya dengan Sadrakh,” Ya ampun Obelia bagaimana ini,”pikir Sadrakh sambil menatap wine itu.


Seketika wajah jahat, Laura, Diego, Zayn dan Hendry melayang layang di botol itu dengan lontaran kata-kata mesum mereka.


Benar saja feeling Sadrakh, mereka melakukan sesuatu pada liburan pasangan pengantin baru itu. Dan inti dari pekerjaan para sahabat bar bar itu adalah membantu mempercepat proses cocok tanam.

__ADS_1


” dasar kalian..”


” Sadrakh... aku kepanasan,” Obelia mengigau, dia melepaskan handuknya, dan...


Tampaklah pemandangan indah yang membuat gejolak di hati Sadrakh semakin menggebu gebu. Dia tercengang, terdiam dan takjub hingga tak bisa mengontrol dirinya lagi.


” maafkan aku Obelia, kemarilah, aku tidak sanggup begini,” ucap Sadrakh sambil menarik Obelia dan menarik rahang indah gadis itu .


Penjelajahan alam di mulai, mulai dari lembah, sungai, gunung, bukit dan semua sisi di jelajahi. Malam yang panas dan menegangkan. Suara suara indah di malam hari yang membuat orang tersenyum mendengarnya.


Sadrakh dan Obelia, akhirnya melakukannya.


Sementara itu di negeri asal mereka, Si Bumil cantik sedang duduk di pinggir balkon bersama Simon, dan Diego sambil makan jambu air dengan sambal rujak yang sangat pedas.


” Menurutmu mereka sudah bikin adonan kak?” celetuk Laura.


” kurasa sudah, pasti sampai semalaman hihihih obat itu kan.. bikin perkasa dan kuat, hahahahha mereka akan pulang dengan dedek bayi.” celetuk Diego sambil tersenyum bahagia.


” Benar La, kakak juga berharap Obelia dan Sadrakh hidup bahagia, mereka berdua telah melalui banyak hal yang tidak manusiawi,” tambah Diego.


” Iya bener, gimana menurut kamu sayang?” tanay Laura.


Simon tak menjawab sama sekali sampai membuat Laura ada Diego menoleh.


” Nyema nyeam nyam... hahhh hahah.. ini pedas dan enak aku mau lagi..”


” Ya ampun Simon kau makan sambal? Itu pedas dodol!!" Diego dan Laura terbelalak saat melihat Simon begitu lahap memakan semua sambal rujak tanpa buah sama sekali. Sambal rujak yang dibuatkan khusus oleh nyonya Felicia ibu Laura.


“ Enak…. Aku lapar. Tapi Cuma pengen makan ini,” ucap Simon dengan wajah belepotan sambal dan bibir merah merona karena kepedasan.


” Sayang kamu bisa sakit perut nanti,” ucap Laura khawatir.


”Tau nih anak, yang hamil siapa yang ngidam rujak siapa, bisa aja lo, kenapa sih?” celetuk Diego heran.

__ADS_1


” Entah, kayaknya memang ngidam juga, kan ada tuh bapak bapak yang ikut ngidam waktu istrinya ngidam,” celetuk Simon sambil tersenyum.


Mereka berdua tertawa, terkadang Simon terlihat seperti anak kecil yang polos, tapi di sisi lain dia adalah pria tangguh yang bisa bertahan sendirian sampai saat ini.


Tanpa mereka sadari, di gerbang masuk ada dua orang kakek kakek yang sedang tertawa menyaksikan tingkah mereka bertiga yang duduk dengan kaki menjulur dan menggantung di atas balkon.


” hahahha ya ampun pak tua bau tanah, lihat cucumu itu dia sangat lucu,” Pak Mandu tertawa terbahak bahak.


” Wahh dia benar benar menuruni sifat ayahnya ya, dulu waktu emaknya hamil dia, yang ngidam dan mual muntah itu bapaknya, dan sekarang dua duanya ikut ngidam,” balas tuan besar Mignolet Kent yang sudah kembali setelah menikmati waktu bersama pak Mandu.


Pak Mandu tertawa, di saat yang sama para pelayan rumah yang melihat tuan besar Mignolet Kent berdiri di sana langsung berteriak histeri seperti mereka melihat hantu. Kepala pelayan langsung menghampiri pria itu dengan senyuman bahagia,” selamat datang kembali tuan besar,” ucapnya.


” Tuan besar Kent masih hidup..” para pelayan berlari menghampiri pria itu sambil menangis bahagia.


Diego, Laura dan Simon yang mendengar itu sontak terkejut dan melihat ke bawah dengan mata membulat sempurna.


” Ya ampun itu KAKEK.!!!” teriak Simon terkejut sambil mengusap kedua matanya tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.


” aku tidak sedang bermimpi kan, itu kakek?” tanya Simon pada Laura dan Diego.


” Benar itu kakekmu Simon, ” balas Diego tak kalah terkejutnya.


” Iya dan beliau bersama pak Mandu..” ucap Laura yang juga terkejut melihat ini.


Di bawah sana tuan besar Kent menatap ke lantai dua sambil mengangkat tangannya dan melambai ke atas,” hei anak nakal, turun kau kemari..” teriak Tuan Mignolet Kent dengan senyuman bahagia di wajahnya.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2