Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
203 Season 2: Math


__ADS_3

Suasana sekolah tampak tenang, tetapi siapa yang tahu di dalamnya sedang terjadi gejolak mengejutkan karena kejadian di kelas unggulan.


Untuk pertama kalinya seorang Benny, pria yang dikenal sebagai premannya sekolah di hukum di depan kelas karena berlaku buruk.


Biasanya guru tak menemukan kesalahannya karena dia mengancam di korban, tetapi kali ini, dia salah sasaran dengan menargetkan perempuan psiko yang sudah tobat dari masa lalunya.


Hingga jam pelajaran pertama selesai, pria itu berdiri di depan kelas. Dan entah bagaimana di saat yang sama, anak anak dari kelas lain sedang melakukan pelajaran outdoor dan mereka semua melewati kelas itu dan menatap Benny yang dihukum di sana.


Tentu saja pria itu jadi bahan tertawaan.


Benny tak ingin hal ini diketahui orangtuanya, melakukan bully pun dia sembunyi-sembunyi tetapi berlagak orangtuanya mendukung perangainya yang buruk.


"Sialan, ini semua karena perempuan gila itu, awas kau nanti!!!" geram Benny yang kehilangan wajahnya di depan para siswa.


Semua yang melewati nya menertawakan dirinya, bagaiman mungkin bahkan anak unggulan pun melakukan kesalahan sekonyol ini?


"Hihihi... lihat dia!!"


"Wahh ini kejadian langka!"


"Akhirnya bajingan itu di hukum juga!! karma itu!!"


Para siswa menertawakan dirinya, berbisik bisik dan bergunjing tentang perangainya yang dikenal buruk.


"apa kau lihat lihat bajingan!" umpat Ben.


"Wahh apa jagoan sekolah ini akhirnya dikalahkan!? bisa bisanya kau membuat malu kelas unggulan dengan di hukum begini hahahaha... kasihan," sindir salah satu rival abadi pria itu.


"Sialan kau, apa maumu hah!? jangan merasa menang karena aku direndahkan begini sialan!!" umpat Benny sambil menatap tajam pria yang kerap di sapa Isak.


"Cara mainmu kotor bro, jangan pikir tidak ada yang tahu kalau kau melakukan sesuatu pada Josua, kau akan dapat balasannya bajingan!" bisik Isak.


Ben terkejut, dia menatap Isak dengan tatapan tidak percaya. Sedangkan Isak pergi begitu saja sambil berjalan menatap kamera CCTV yang mengawasi. Dia tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke arah kamera itu.


Ben menatap Isak," sialan kau, awas aja kau!!!' geram Ben.


Di saat yang sama Kevin muncul dengan perannya sebagai seorang guru pengganti.


Puk!!


"Jam pelajaran kedua dimulai, apa kau tidak pakai telinga!??" ucap Kevin sambil menepuk kepala pria itu dengan keras.


"Sialan siapa kau!!!" teriak Ben sampai membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Kevin tersenyum, penampilannya yang kolot dan ketinggalan jaman cukup mengejutkan Ben.


"Guru pengganti, cepat masuk, ku dengar kau membuat keributan, di kelasku tidak ada keributan paham nak!?" ucap Kevin sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"ke mana guru matematika kami? " tanya Ben ketus.


"Ahh dia sedang honeymoon, kau paham kan!? " ucap Kevin sambil mengedipkan matanya lalu tersenyum dan berjalan memasuki ruangan.


"cepat masuk atau kau mau dihukum lagi!?" ucap pria itu.


Ben yang merasa sangat sial hari ini masuk ke dalam kelas dengan wajah masam. Dia malah mendapati Dani duduk di kursi miliknya.


"minggir!" ketus Ben.


"Ahh, kursiku masih kotor, aku akan duduk di sini, kalau kau mau duduk bersihkan saja itu!" ucap Dani sambil tersenyum memegang cermin bulat miliknya tanpa menghiraukan Ben yang marah dan tatapan teman sekelasnya yang tajam.


"Sialan!!" geram Ben.


"Apa kau tidak mau duduk!? Benny John, apa kau melawan guru!?" teriak Kevin.


"Sialan, dasar pengganti sialan dasar siswa pindahan sialan!!!" umpat Ben.


Pria itu berjalan dengan langkah besar dan wajah kesal, tetapi dia terhenti kala melihat orangtuanya, yaitu sang ayah tengah berdiri di luar kelas sambil menatap ruangan itu bersama kepala sekolah dan kepala Yayasan.


"Papa!? si..sial!!!"


Mau tak mau Ben menurut, dia mengambil kursi itu dan membersihkannya sendiri, berperilaku sebagai anak baik dan taat. Tingkahnya yang sok jagoan dia sembunyikan dari ayah dan ibunya,jika sampai mereka tahu maka tamatlah riwayatnya!


"Sialan, kenapa Ben tidak beruntung hari ini, dia sama sekali tak berkutik, Ayahnya , Papa dan kepala sekolah malah datang di waktu yang tidak tepat, dan hari ini kedatangan tiga orang baru, Guru di depan itu dan Dani mereka mungkin sulit ditangani, kalau gadis culun ini, dia bukan tandingan!" batin Mika.


"Arkhh astaga!!"


"Aku terkejut sia... ekhhm!!" Tom berteriak. Anak anak lain juga terkejut.


"Astaga, Kevin kau sedang apa sih?" batin Ella yang juga terkejut dengan perbuatan Kevin.


Dia memukul buku ke atas meja, sampai semua mata tertuju padanya.


Dengan senyuman lebar dia menatap mereka di sana," Selamat siang, saya Kevin, guru pengganti selama seminggu penuh untuk kelas 11 A, selama seminggu ini kalian akan berada di bawah bimbingan dan pengawasan saya, paham!??" ucap Kevin sambil tersenyum licik.


"Tapi kenapa? di mana guru kami yang lai!??" protes Nike.


"Ahh mereka semua sedang sibuk," ucap Kevin.


"Kalian akan mendengar pengumuman dari sekolah terkait hal ini, jadi selama seminggu ini, tolong siapkan diri kalian!" ucap Kevin sambil tersenyum lagi.


"Tcihhh... hanya seminggu kan, dasar kolot, hanya guru pengganti tapi gayanya selangit!!" ketus Mika.


"Baik hari ini kita mulai pelajarannya!! Mika, tolong bacakan pelajaran terakhir kalian bersama guru matematika!" ucap Kevin.


Semua orang menatap Mika, jelas mereka tahu kalau Mika tidak senang mencatat, biasanya dia akan merekam pelajaran dengan ponselnya.

__ADS_1


"Tanya saja pada guru matematika, kenapa harus tanya..." Mika terdiam saat sesuatu mendarat tepat di kening.


Syuutt. Ctak!!


"Arkhhh!!!


"BERANI KAU MENJAWAB GURUMU SAAT MEMERINTAH!? DASAR TIDAK PUNYA ETIKA!" Kevin melempar kepala gadis itu dengan kelereng kecil yang dia kantongi.


"Berdiri di depan!" teriak Kevin.


"Sial!! kalau aku tidak mau kau ma.." Gadis itu berhenti bicara saat melihat sang ayah menatap nya dengan tatapan menghardik dari luar ruangan.


"Ke..kenapa Papa..."


"Ba..baik pak!" ucap Mika dengan ketus saat dia mendapatkan kode dar sang ayah untuk menuruti permintaan pria itu.


" Sial, siapa guru pengganti ini, kenapa rasanya papa takut padanya!?" batin Mika sambil berjalan ke depan.


Kevin mulai menjelaskan pelajaran, tentu saja dia adalah ahlinya matematika terutama ketika duduk di bangku SMA.


Pelajaran cukup menegangkan, semuanya serius. sekalipun anak anak itu sering membully rekannya sendiri, mereka adalah anak yang dituntut untuk terus belajar dan meraih nilai tertinggi, jika tidak maka resiko yang mereka terima dari keluarga mereka akan sangat besar.


Hingga waktu istirahat tiba, anak anak itu di siksa habis habisan oleh pelajaran berat yang diberikan oleh Kevin. Pelajaran SMA yang dikembangkan dengan rumus baru, sangat komplit dan penuh teka-teki.


"Baiklah, silahkan istirahat, nanti kita lanjut sesi berikutnya!" ucap Kevin.


Tetapi aneh, tak ada yang keluar dari kelas itu, lebih tepatnya tak ada yang berani keluar sebelum meskipun sudah menyelesaikan soal.


Yang pertama keluar harus bagian dari kelompok Benny dan teman-temannya, jika tidak maka orang itu akan jadi target berikutnya seperti Vanya.


"Kenapa mereka tidak keluar!?" batin Kevin, bahkan Dani pun terkejut.


"Pak saya sudah selesai dengan soal barusan!" Ella berdiri lalu berjalan ke depan dengan senyuman lugu membawa kertas ujiannya.


Seketika seisi kelas terdiam hening dan melirik kelompok Benny dan teman-temannya.


" Mampus!!'


"Jal4ng sialan!!!' umpat Nike di dalam hati.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2