Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
183 Season 2: Media Play


__ADS_3

Keesokan paginya,


Laura berjalan menuju kantor kepolisian dengan tatapan dingin dan datarnya. Menatap kantor itu dengan wajah kesal.


Hari ini suaminya dan teman temannya di pulangkan karena terbukti jelas kalau mereka tidak bersalah atas pengedar narkoba itu.


Penangkapan ini sebenarnya cara mereka untuk menarik perhatian publik dengan menggunakan media play. Bersamaan dengan keluarnya Presdir dari kepolisian, seluruh masyarakat menaruh perhatian mereka pada perusahaan itu.


Banyak yang mengumpat nama detektif sombong itu karena menangkap orang yang salah tanpa meneliti isi video yang direkam sembarangan oleh anak buah Lanang sendiri.


Pria yang memberikan stiker pada si kembar memang kaki tangan Rendra, tetapi Lanang sudah mengawasi gerak gerik pria itu terlebih dahulu.


Namun hal yang tidak disangka terjadi saat si kembar melewati lorong di perusahaan itu dan malah dipaksa olehnya. Inilah yang membuat Lanang murka sampai menghancurkan pria itu.


Yang Pria itu lakukan telah direkam kamera, dan rekaman saat Lanang menempel stiker ke tubuh pria itu yang di kirim oleh mereka sendiri kepada Gabriel untuk membuat pria itu hancur sekaligus menjadi peringatan keras bagi semua pelaku yang terlibat dalam perusahaan mereka.


Kejadian itu hanya pancingan, sekaligus balas dendam atas perbuatan kasar Gabriel yang sombong dan angkuh.


Video sesungguhnya di kirim ke kantor kepolisian oleh tim Aryn, bahkan rekaman transaksi pria yang dipukul habis oleh Lanang itu juga menjadi bukti kuat kalau Grup Kent tidak terlibat sama sekali dengan apa yang terjadi.


Penyebaran narkoba itu di luar tanggung jawab mereka, bahkan transaksi yang awalnya dilakukan di luar perusahaan malah perlahan masuk dengan cara yang halus oleh Rendra.


Tetapi pelaku sesungguhnya belum mereka ungkap, sampai mereka mendapatkan semua bukti yang tidak bisa dibantahkan oleh pelaku maupun diubah oleh pihak yang berkepentingan.


Tuntas!


Satu kata yang menggambarkan pekerjaan Tim Aryn.


Para wartawan berkumpul, orang orang kenalan Laura dibawa ke sana dan membuat berita ekslusif tentang Presdir grup Kent yang dikenal oleh Detektif bodoh yang tidak punya kemampuan dan hanya bisa menyalak dan menyerang korban.


Bukan kasus pertama dia menyerang korban seperti yang dia lakukan pada Andara, ada beberapa kasus di mana para korban malah seolah merasa ditodong bahkan sampai dikuntit oleh pria bodoh itu.


Angkuh dan tidak mau belajar, padahal dahulu dia bukan orang seperti itu.


"Nyonya bagaimana tanggapan anda tentang kasus ini? bukankah sangat merugikan grup Kent?"

__ADS_1


"Nyonya apa yang akan kalian lakukan!?


"Nyonya bagaimana bisa Presdir terlibat kasus ini? apa benar ada orang dalam yang terlibat!?"


"Apa kalian tahu pelaku sebenarnya!??"


Beribu pertanyaan terlontar dari mulut para wartawan. Dengan skill aktingnya, Laura menangis di depan mereka. Media play yang sedang dia mainkan sangat mempengaruhi pendapat banyak orang.


" Hiks.. hiks.. hiks... suamiku dan rekan rekanku dituduh melakukan pengedaran narkoba, apa yang bisa ku katakan, jujur saja aku mencurigai saingan saingan kami yang memasang banyak mata mata, arrhhh kenapa setiap orang berbuat baik selalu saja ada yang ingin menghancurkannya!!" ucap Laura.


"Aku yakin, mereka tidak akan tenang sebelum perusahaan kami bangkrut, sebelum suamiku mati!? hiks hiks hiks... jahat sekali huhuhuh...aku sangat sedih, bahkan putra dan putriku dilibatkan, mereka jahat sekali!!!" Laura mendengus sesenggukan.


Dia dirangkul oleh Irvan dan Arka. Permainan media memang sangat kejam. Setelah pernyataannya barusan, seluruh artikel dipenuhi dengan ucapan kesedihan atas apa yang terjadi pada Laura dan perusahaan suaminya.


Simpati masyarakat baik dan tertuju pada mereka. Grup itu terkenal dermawan, dan benar benar bersih dari kejahatan, itu sebabnya banyak masyarakat yang memberikan dukungan pada mereka.


Sesaat setelah kata kata itu diucapkan oleh Laura, mata publik langsung tertuju pada Rajawali grup yang jelas jelas adalah saingan Kent grup.


Pemikiran ini dimulai dengan isi artikel yang secara blak-blakan menyebut Rajawali dan beberapa perusahaan saingan mereka yang lain.


Sungguh cerdik wanita ini mempermainkan orang lain. Dia menggunakan ketenarannya untuk mencari dukungan dan membuat Rajawali grup terdesak dengan sendirinya.


Laura masuk ke dalam kantor polisi sambil dikawal lelah anak buah mereka. Laura, Arka dan Irvan tersenyum tipis saat rencana mereka berhasil.


Mereka memasuki kantor itu, di saat yang sama Simon menyambut istrinya.


"Babe, i'm here," ucapnya pelan.


Laura menghamburkan pelukannya pada Simon. Rasanya lega setelah suaminya lepas dari jebakan itu.


"I Miss you, bajingan itu membuatmu menginap di kantor polisi, lihat wajahmu jadi kering, kau bertambah kurus, apa kau sakit sayang hmm? dasar pria jahat, dasar kurang ajar!!!" kesal Laura.


Dia menatap wajah suaminya dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Simon.


"Huhh.. wajah tampanmu jadi rusak, dia tidak akan bertanggung jawab untuk itu, kau pasti kedinginan sayang, dasar polisi berengsek!!!" kesal Laura.

__ADS_1


Gabriel hanya mengeraskan rahangnya dan menghela nafas karena dia benar benar telah dibodohi oleh pesan anonim itu dan kesaksian palsu pelaku yang ditangkap sebelum nya.


"Arrhhkk... berkat seseorang aku bisa tidur nyenyak setelah sekian lama," celetuk Dani sambil meregangkan tubuhnya dan melirik Gabriel dengan tatapan sinis.


"Ahrrrrkkk.. aku penasaran bagaimana nasib bajingan ini sekarang hahhaha, jadi begini rasanya keluar dari penjara? aneh ya..." balas Lanang seraya menyindir Gabriel yang tertunduk malu atas perbuatan konyolnya.


"Maaf atas ketidaknyamanannya, nyonya Laura," Key menyapa Laura sambil tersenyum.


"Hello Key, nice work brother!!" seru Laura sambil tertawa.


Jelas sekali suasana hati Laura berbeda dengan suasana hatinya saat di luar barusan. Dia telah membuat perhatian publik sepenuhnya menjadi miliknya.


Key juga bekerja sama dengan rencana tiba tiba ini. Dia mengeluarkan surat perintah dengan bukti video terpotong yang dikirim pada Gabriel yang sangat menggebu-gebu ingin menangkap para pelaku.


Tetapi sialnya, Gabriel hanya mereka gunakan untuk 'memancing' pelaku sesungguhnya beraksi. Dan mereka telah menemukannya.


Mereka semua keluar dari tempat itu sambil tersenyum. Hanya Gabriel yang berwajah kecut karena sekali lagi dia bukannya menunjukkan kompetensinya, tetapi dia malah mempermalukan dirinya dan menunjukkan pada dunia kala dia adalah detektif yang tidak hati-hati.


Puk.. Puk.. Puk!


Tangan Kevin mendarat di bahu pria itu," Karma instan bajingan, ingat apa yang kau lakukan pada Andara, kau memang pantas mendapatkannya!" ucap Kevin sambil tersenyum sinis.


Gabriel hanya bisa terdiam seribu bahasa, perbuatannya yang bodoh telah membuatnya hancur. Bahkan dia tidak tahu kalau Ketua divisi Satres narkoba memang sengaja memanggilnya ke divisi itu karena dia tidak berguna. Kasus penting yang dihadapi Satres narkoba tidak dibocorkan padanya, dia hanya sebagai boneka bodoh yang dipermainkan oleh dirinya sendiri.


"Sialan, hah...sialan, aku dipermalukan lagi!!" dia mengumpat dirinya sendiri.


drrtt.. drrttt...


Di saat yang sama pesan masuk muncul di ponselnya, kali ini dari nomor anonim juga tetapi ada wajah Andara di sana.


" Aku di sini, datang lah ada yang mau ku tunjukkan padamu, dari Andara!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2