
Laura terkejut bukan main, dia menatap pria itu dengan mata membulat sambil menggenggam ponsel yang retak layarnya itu.
Dia sangat terkejut karena dia pikir tadi jalannya itu kosong, tak tahunya dia malah menabrak pria asing yang datang entah dari mana.
"Yaahh punya lah, malah kau yang sepertinya tidak punya mata, dasar aneh!! cepat berdiri!!" ketus Laura sambil menatap pria itu.
" Ckk... kau yang menabrakku nona, apa kau tidak merasa bersalah sedikitpun!??" gerutu pria bertubuh tegap dengan wajah tampan berkharisma itu.
Marcel Danuarta, berdiri di hadapan Laura dengan wajah kesal dan dingin.
" Yaahh maaf, aku tidak sengaja, kau juga jalan yang benar makanya," Balas Laura mengomeli pria itu.
" ini ponselmu retak. sayang banget padahal kelihatannya mahal, lain kali hati hati ya, jangan sampai kejedot kambing, hahah..." celetuk wanita itu lalu pergi dari sana begitu saja tanpa mendengar balasan pria itu barang sekalipun.
Marcel terdiam dengan mulut tercekat tak tahu harus membalas seperti apa. Dia kira istri dari musuh terbesarnya itu memiliki karakter seperti wanita lain pada umumnya.
Yang penuh perhatian dan menggunakan suara yang lemah lembut, tapi kenyataannya pria itu malah dihadapkan dengan perempuan bar bar nan aneh yang bahkan berhasil membuatnya kalah telak saat bicara. Bukannya menolong, Laura malah menyelonong begitu saja tak peduli pada Marcel.
Ini pertama kali Marcel merasa tertekan ketika bicara dengan lawan jenisnya, dan yang paling mengejutkan wanita itu adalah target yang akan dia gunakan untuk balas dendam.
" sial, rencana ku buyar semua!!" Marcel mengumpat di dalam hati.
Awalnya dia memang sengaja melakukan itu untuk membuat seolah olah Laura jatuh dalam pelukan nya tapi konyolnya malah dia yang terjatuh ke atas lantai bahkan ponselnya jadi korban.
Dia bahkan sudah menyiapkan paparazi yang bersembunyi untuk mengambil foto candid mereka untuk memulai rumor buruk tentang rumah tangga Simon, tak tahunya dia malah kena getahnya.
" Perempuan itu!! sama menyebabkannya dengan bajingan sialan itu!!" geram Marcel sambil melangkah keluar dari Kafetaria itu dengan wajah kesal dan nafas naik turun.
Seharusnya rencananya hari ini berhasil, dia ingin menggoda Laura dan mendekati wanita itu, tapi sial sekali dia salah sasaran.
" Arrkhh aku tidak bisa membiarkan rencanamu hancur begitu saja, aku sudah basah sekaligus menyelam saja!!" tekadnya bulat.
Marcel menatap layar ponselnya yang pecah, seketika dia tersenyum jahat saat mendapatkan ide dari ponsel retak itu.
Dalam sekejap dia mengubah haluan nya lalu berputar arah dan kembali ke dalam kafetaria dengan langkah yang cepat dan lebar.
Marcel tampak sangat siap dengan tekadnya untuk menghancurkan Simon.
" Kemari kau!!' Marcel menarik tangan Laura yang baru keluar dari toilet.
"Ehhh ehehhe... mau ngapain pak!?? saya di culik!? kenapa nyulik saya pak!?? gak guna!! bapak bisa kena azab!!" celetuk Laura setengah bercanda.
" Kau harus tanggung jawab!" tukas Marcel sembari mendorong Laura ke dinding kafetaria itu, mereka berada di bagian belakang.
__ADS_1
" Tanggung jawab apa? bapak hamil!?" celetuk Laura dengan wajah konyolnya, bisa bisanya dia bercanda di saat seperti ini.
"Ck.. sialan kau!! beraninya kau menyela saat aku bicara!!!" Marcel marah, dia menatap wanita itu dengan tatapan tajam.
Dia pikir akan berhasil membuat Laura takut, tak tahunya yang terjadi berikutnya membuatnya berteriak kesakitan.
Jrukk!!!
" Arkhhhh kakiku sakiiit!!!!" pekik Marcel sambil melompat mundur dari dekat Laura dengan kakinya yang berdenyut-denyut karena diinjak oleh Laura.
" Hahahaha... rasakan, dasar orang aneh!!" celetuk Laura sambil mengambil ponsel Marcel.
" Aku akan menggantinya, tenang saja, ohh iya ini kartu namaku!!" Laura menyelipkan kartu namanya di tangan pria itu," jangan lupa hubungi aku!!" ucap Laura lalu pergi dari sana sambil membawa ponsel Marcel.
" Arkhh sialan, siapa perempuan itu!? tenaganya seperti batu, bagaimana bisa Si Simon Sialan itu menikahi manusia batu seperti dia!" kesal Marcel.
"Mengerikan sekali, wajahnya saja yang cantik tapi kelakuannya seperti Dajjal!!" gerutu Marcel sambil berjalan dari tempat itu keluar dari Kafetaria dengan wajah kesal bukan main.
Sementara itu Laura tersenyum sambil memasukkan ponsel yang retak itu ke dalam tasnya. Lalu bergabung kembali dengan Bizael dan Sandra yang malu malu kucing satu sama lain.
" Andara, Dani kalian sudah tiba!!" seru Laura menyapa pasangan romantis itu.
" Kak Laura!!" balas mereka sambil melambai dengan senyuman indah di wajah mereka.
" Terimakasih untuk jasnya mamanya kembar, Andara sangat suka!!" seru Andara.
" Hahaha Bagus lah kalau kalian suka, ayo kita makan siang!!" seru Laura dengan senyuman lebar di wajahnya.
Mereka semua berkumpul dan makan siang di tempat yang sama. Laura melirik ke luar kafetaria di mana Marcel berada, sedang menggerutu kesal karena dia habis dikerjai oleh Laura.
" Dasar pria bodoh! " batin wanita itu sambil tersenyum dengan misterius.
Marcel kembali ke perusahaan miliknya. Dia berdecak kesal, berkali kali dia menghela nafas karena perbuatan Laura tadi.
" Tidak ku sangka kalau dia itu perempuan seaneh itu bahkan sangat berbahaya, tanpa ku balas pun si Simon bajingan itu sudah hidup menderita karena istrinya!!" umpat Marcel.
Dia kembali ke perusahaannya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi game.
Dia pria sukses yang dilatarbelakangi oleh dendam kesumat pada Simon yang dia pikir menculik kekasihnya.
" Lihat saja Simon, aku akan memastikan kau hancur!" geramnya.
Rencana Marcel tak berhenti sampai di sana, setelah kejadian di restoran, dia mempelajari sikap Laura selanjutnya, dia akan lakukan segala cara untuk menarik perhatian Laura dengan gayanya.
__ADS_1
Sementara itu, setelah makan siang yang penuh dengan drama, Laura dan teman temannya kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan.
Wanita itu berjalan dengan langkah riang menuju ruangan suaminya sambil membawa ponsel retak milik Marcel.
Wanita itu memasuki ruangan suaminya, dia menangkap sosok sang suami yang sedang berdiri membelakangi pintu masuk, menatap dinding penuh grafik di belakang kursinya.
Tak ada asisten pria itu di sana. sepertinya mereka semua sedang sibuk hari ini.
Laura berjalan masuk sambil mengendap-endap seperti anak kecil sambil tersenyum jahil melirik suaminya.
Wanita itu berjalan perlahan lahan lalu berdiri di belakang suaminya dan...
" Sayang!!" seru Laura sambil melompat ke punggung Simon .
" Astaga ada onta mengamuk!! naik ke atas punggungku!!! Kau mengagetkan aku Laura!!" teriak Simon yang sangat terkejut karena keusilan sang istri.
Cup!!
Sebuah kecupan mendarat di pipi pria itu," Heheh maaf sayang," balas Laura sambil tersenyum manis lalu turun dari punggung suaminya.
"Haihh dasar nakal," balas Simon sambil menepuk pucuk kepala istrinya dengan lembut.
" Aku berhasil!!" ucap Laura sambil tersenyum bahagia menunjukkan ponsel retak milik Marcel.
" Wahh bagaimana bisa!? dia pria dengan tempramen yang sangat gila. Bagaimana kau menaklukkannya!?" tanya Simon terkejut.
Laura tersenyum," siapa dulu dong, Laura Khiel gitu loh!!" celetuk wanita itu.
Simon tertawa. Laura memang sulit ditebak, yang dipikir mustahil untuk dilakukan maka bisa dia lakukan dengan baik.
"Tapi Marcel pria bodoh itu, kasihan dia, hidup dengan dendam itu selama bertahun-tahun, apa kau tidak berencana memberitahukan dia kebenarannya?" tanya Laura.
Simon terdiam sambil mengepal kedua tangannya, menatap dingin ke arah luar.
" Sebenarnya...
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1