Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
130


__ADS_3

Sarah dan Mirna mendaptakan ganjaran atas apa yang mereka berdua lakukan selama ini. Dan nasib buruk menghampiri Sarah karena penelitiannya sendiri, efek obat itu ternyata sangat mematikan, dia berubah menjadi orang yang berbeda, kehilangan kewarasannnya dan tersiksa karean sarf sarafya menegang setiap saat.


Dia menjadi gila dan sering berhalusinasi. Tetapi terkadang di waktu waktu tertentu dia kembali sadar dan di saat itu lah dia menyadari kesalahan fatal yang telah dia lakukan pada orang lain.


Mengambil nyawa orang yang tidak seharusnya dia buat gila dan mati, dan merusak kehidupan orang lain hanya untuk kepentingannya seorang, sungguh takdir yang kejam kini menghampiri gadis itu.


Setelah memastikan Sarah dan Mirna serta seluruh bukti diserahkan kepada pihak yang berwajib, Zayn pulang ke kediaman Kennedy dengan wajah lelah.


Prosesnya memakan waktu yang lama.


Bersama Dani dan Lanang yang sangat energik dia berjalan seperti beruang yang sudah siap untuk melakukan hibernasi bertahun tahun. Dia sanagt kelelahan tetapi tampaknya dua manusi licik dan usil yang ada di masing masing sisinya tak kehabisan tenaga barang seliter pun.


Seolah mereka adalah mesin yang bisa bekerja setiap saat, belum lagi Dani yang sangat bersemangat mengingat hari ini mereka akan bertemu dengan Laura, nyonya muda sekaligus kakak baginya.


“ Wahahhaha akhirnya tugas selesai,” celetuk Danielle sambil tersenyum riang gembira, melompat ke sana kemari seperti tarzan yang tengah bermain di tengah kediaman keluarga Kennedy.


“ Aku akhirnya bisa bersama Kak Laura lagi, yeayyy..” seru gadis itu dengan senyuman bahagia.


“ Dasar kau ini seperti robot saja, apa kau tidak lelah? Kenapa bersemangat sekali?” tanya Zayn eran.


“ tuan , dia ini bukan manusia, dia itu robot setengah manusia yang tak punya rasa lelah sedikitpun , Anda habis dikelabui oleh si licik ini,” ucap Lanang.


“ idihhh iri bilang saja bos, iri ya karena aku bisa dekat dekat nyonya muda heheheh... kangen banget tahu..” celetuk gadis itu sambil tersenyum dengan wajah bahagia memasuki kediaman Kennedy.


“ kalian sudah tiba?” suara lembut Laura si Ibu Hamil yang perutnya sudah sangat besar bahkan berjalan saja sudah kesulitan terdengar di telinga mereka.


Dani yang menenteng sekantong makanan menatap ke arah sumber suara itu,” Nyonya .. ehhh kak.. Laura...” ucanya tak percaya sambil melihat penampilan laura yang sangat berbeda dengan saat terakhir mereka bertemu.


Dani sangat menyayangi Laura, tapi karena Simon tahu dia itu sangat berisik dan suka berbuat kasar, dia membatasi pertemuan Dani dengan laura dengan alasan keselamatan, jelas sekali Simon menjaga istrinya dari Danielle yang tengil dan sering bergerak sembarangan.


“ kak Laura!" seru gadis itu dengan perasaan berbunga bunga. Dia berlari sekencang kencangnya hendak menghampiri Laura saking senangnya sampai saat dia hampir tiba di dekat Laura....


Hap...


“ Jangan asal peluk , dasar ceroboh!!" Suara Hendery terdengar jelas di telinga gadis muda itu.

__ADS_1


Tuuukkkk...


Kepalanya di dorong oleh jari telunjuk seseorang, gadis itu terperangah saat melihat Hendry berada tepat di depannya.


“ Pak tua Hendrottt.. kau sedang apa sih?” teriak Danielle kesal dan marah, yang dia peluk bukannya Laura, tapi dia malah berdiri di depan pria yang paling mengesalkan menurutnya.


“ Pak tua, pak tua kepalamu, dasar nenek tua laknat, kau tidak pernah melihat situasi ya? Nyonya muda sedang hamil besar dan kau ingin memeluknya begitu saja dengan cara berlari seolah dia tidak sedang berbadan dua, kau mau membunuh dua orang sekaligus?” tanya Hendry sambil menatap gadis itu dengan tatapan tajam.


Dani terdiam sambil mengerucutkan bibirnya, dia tersadar kalau sekali lagi dia hampir berbuat ceroboh dan konyol karena melakukan hal yang tak benar seperti saat ini.


“ heheh maaf,” ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.


“ Hahaha.. Dani kemarilah, tapi jangan seperti tadi atau mereka semua akan mengamuk padamu,” ucap Laura sambil tersenyum menatap gadis tengil kesayangan mereka semua itu.


Sekalipun Dani terlihat kuat dan dia adalah pendekar yang sangat kuat dan mampu membuat semua musuh mereka bertekuk lutuk bagi kelompok itu, Dani hanyalah seorang gadis kecil yang harus mereka sayangi dan perlakukan bak anak perempuan lainnya.


Di kelompok itu , dia yang termuda tetapi ketika mereka melihat bagaiamana Sikap Dani yang bisa menyesuaikan diri bahkan terkadang lebih dewasa dari seharusnya.


Dani tersenyum bahagia seperti anak kecil, dia segera memeluk si mama Gorilla yang sangat dia rindukan.


"Kangen kak," ucapnya sambil mengendus endus ceruk leher laura seperti seekor anak kucing yang merindukan ibunya.


" Kakak juga sayang," ucap Laura dengan lembut seperti dia memperlakukan adiknya sendiri.


Dani sangat bahagia setelah bertemu dengan Laura, hidupnya yang sebelumnya hanya fokus bekerja seperti orang gila kini lebih berwarna dengan kehadiran Laura.


"Uhhh... ini sepertinya sudah mau meletus!!" celetuk Dani sambil mengusap perut Laura yang terlihat cukup besar untuk ukuran seorang Ibu hamil normal.


"Isinya dua ya kak!?" celetuk Dani penasaran karena perut Laura tampak sangat besar dari normal.


"Terakhir kali di cek, cuma satu Dani, mungkin babynya gede!" ucap Laura.


Dani menggandeng tangan wanita itu," Sini duduk dulu," ucapnya.


" Kak Zayn, sepertinya kakak iparku ini punya anak kembar deh, perutnya besar sekali, berbeda dengan ibu hamil yang biasanya.

__ADS_1


Zayn menatap perut Laura sambil duduk di dekatnya, demikian dengan yang lain. Melihat ukuran perut yang tidak biasa itu tentu saja membuat mereka merasa aneh.


Zayn mengusap perut adiknya," Mungkin saja ada hidden baby di sini La, beberapa kasus kehamilan kadang terjadi hal seperti itu, sampai si bayi semakin matang di kandungan ibunya, dia tidak menampakkan diri alias bersembunyi di balik tubuh saudaranya," ucap Zayn.


Laura hanya tersenyum sambil mengusap perutnya,"Kita tunggu saja, beberapa hari lagi akan ketahuan, apa benar benar ada Hidden Baby di sini, atau mungkin saja seorang Giant baby," ucap Laura.


Semua orang sangat bersemangat menantikan kelahiran bayi Laura dan Simon. Saat Simon sendiri tengah mempersiapkan rumah sakit dan seluruh kebutuhan istri dan anaknya saat hari persalinan tiba.


Pria itu sangat bersemangat mengetahui dirinya akan jadi seorang ayah. Dia tidak peduli kalau tubuhnya lelah, yang terpenting kenyamanan anak dan istrinya terjamin.


"Kakek, Pak Mandu kapan kalian akan pulang? Laura pasti senang kalau kalian di sisinya saat dia melahirkan!!" Suara Simon terdengar menggelegar di lobi rumah sakit.


"Hohoho... sabar bocah tengik, kakek dan Pak Mandu sudah mempersiapkan semuanya, kami akan pulang dua hari lagi!" ucap tuan besar Kent dengan tawanya yang khas itu.


" Haahhh.. baiklah, Simon nantikan!" ucap pria itu.


Simon sibuk mondar-mandir bersama dengan Diego, Gretta dan juga Obelia. Mempersiapkan semua kebutuhan kelahiran Laura.


"Obelia, Apa semua perlengkapan bayi dan ibu yang baru melahirkan sudah lengkap?" tanya Simon.


" Sudah semua, perlengkapan nya sudah komplit, tak ada yang tertinggal," jelas Obelia.


"Wahhh aku tidak sabar melihat wajah anakmu bro, aku yakin dia akan sangat menawan karena mirip istrimu, kalau mirip kau pasti jelek!!" celetuk Diego.


"Kampret kau! dasar kurang ajar, sama saja kau mengatakan jelek!' ketus Simon.


Mereka tertawa mendengar celotehan Diego. Di saat mereka asik berbicara, tiba-tiba suara seseorang berhasil membuat Obelia terdiam membatu.


"ANAK KURANG AJAR, BERANINYA KAU MENOLAK PANGGILAN TELEPON KU!??? DI MANA TATA KRAMAMU OBELIA!!!!!"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2