Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
107


__ADS_3

Sadrakh menatap wajah wanita cantik yang sudah benar benar saja menjadi istrinya bahkan miliknya seutuhnya. Die mantap wajah cantik nan polos yang terlelap di sampingnya seperti anak bayi yang sedang tidur.


Segurat senyuman indah tergambar di wajah pria tampan yang semalam telah mendapatkan seorang gadis perawan.


Dia masih jelas ingat kejadian semalam. ha yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya karena bantuan gila dari teman temannya yang sinting.


" Laura, Diego dan kau Zayn awas kalian nanti ya," gumamnya seraya tersenyum kecil mengingat betapa jahilnya ketiga manusia itu.


Malam pertama yang sukses di Ahri mereka tiba di pulau itu. Sungguh kejutan luar biasa dari teman teman bar bar mereka.


Dia menatap Obelia, tidur pun dia sangat cantik di mata pria itu. Belum lagi bekas bekas perjalanan cinta yang tampak melekat di leher, tulang bahu dan bagian bagian tubuh Obelia yang lain membuat Sadrakh tersenyum.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang hari, dan mereka masih belum beranjak dari kamar itu saking lelahnya dengan pertempuran semalam.


Lebih tepat Obelia yang untuk pertama kali mendapatkan hal seperti ini jelas telah dibuat mabuk kepayang dengan pelayanan Sadrakh.


Tangan nakal Sadrakh mendarat di pipi gadis tu, mengusapnya lembut dan memainkan anak rambut gadis itu.


Sampai Obelia benar-benar terbangun seraya melenguh sakit di sekujur tubuhnya.


"Arhhh... badanku pegal," gumam gadis itu masih belum sadar atas apa yang sudah terjadi. Sadrakh hanya memperhatikan saja, dia menatapnya dengan seksama.


Obelia meraba ke sana kemari, sangat malas membuat matanya.


Sampai dia tersadar dengan benda hangat dan bidang yang dia raba barusan. Mata gadis itu langsung terbuka dan membulat sempurna.


"Apa itu!!" ucapnya sambil menatap objek di depannya.


" Kyaakkk... Tuan Sadrakh kenapa anda tidak pakai baju!!!!" teriak Obelia panik sambil terduduk dengan wajah syok sampai tidak sadar dua melon segarnya menggantung di hadapan Sadrak.


Pria itu tertawa melihat kelakuan Obelia, tapi yang benar saja. Melihat pemandangan indah begitu di tengah hari malah berhasil menegakkan sesuatu d bawah sana.


Sadrakh menatap dada Obelia sambil tersenyum senyum tipis," Kau... mau lagi?" ucap Sadrakh sambil melirik dada gadis itu.


Obelia tersadar, dia tidak pakai baju!


"ya ampun!!!!" teriak ya lagi sambil menarik seluruh selimutnya dan menutupi tubuhnya tapi sial oh sial dia malah melihat antena yang sudah tegak di bawah selimut.


" Apa itu, ahhhrrrhhh ada terong bakar yang benar saja!"' Obelia terbelalak, dia syok, pipinya memerah, jantungnya berdebar sampai akhirnya ingatan akan suara suara lembut di malam panas kemarin terngiang di kepalanya.


"Ya ampun!!" Obelia menutup kepalanya.


"Hahahahha.... sayang kenapa malu malu, kau malah menyukainya semalam, ada apa? kenapa begini!??" celetuk Sadrakh sambil menarik selimut menutup pusakanya.


"A.. apa kita sudah melakukan ... ekhm... i..itu..." Ucap Obelia malu malu sambil mengintip dari balik selimut.

__ADS_1


Sadrakh mengangguk," Kau ingat pasti, kau yang paling bersemangat!" ucap Sadrakh sambil tertawa di depan Obelia.


Seketika Obelia terdiam syok saat ingat kalau dirinya memang sangat bersemangat bahkan empat ronde pun dia jabani.


"Ya ampun itu bukan aku, itu bukan aku tuan, yang benar saja," Oceh gadis itu lagi sambil menggelengkan kepalanya saking malu dengan kejadian itu.


" Hahahhaha.... "Sadrakh menarik Obelia dan mengungkung perempuan yang telah membuatnya tergila-gila.


Gadis itu berbaring di bawah tubuh Sadrakh, menatap pria perkasa di depannya dengan wajah kaget.


"Masa iya kau tidak ingat dengan ini?" ucap Sadrakh sambil mengecup leher Obelia sampai membuat wanita itu melenguh.


" emphh ... itu aku!??" Obelia terbelalak.


Sadrakh malah semakin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa. Obelia luc menurutnya.


" Iya sayang, itu kita berdua," ucapnya sambil berbaring, ingin rasanya Sadrakh melakukan lagi tapi Obelia juga terlalu kelelahan.


Obelia tersipu malu, pipinya memerah dan dia tersenyum di balik selimut itu. Jelas dia sadar dengan k jadian semalam.


" Kita dijebak oleh tiga manusia paling absurd yang pernah ku temui, ahhhh mereka memang benar benar luar biasa," ucap Sadrakh sambil berbaring dan menatap istrinya.


"Apa kau menyesalinya?" tanya Obelia.


Sadrakh menatap lekat wajah itu, memutar tubuh Obelia agar mereka saling berhadapan," Tentu tidak, aku tidak menyesalinya Obelia, aku hanya takut kau malah tidak nyaman,' ucap Sadrakh.


"Emm sejujurnya, di bawah sana tidak nyaman, rasanya sakit..." ucap Obelia malu-malu.


Padahal yang dimaksud Sadrakh bukan itu tapi dia malah jujur dengan rasa sakit yang kurang nyaman itu.


Sadrakh tertawa," sesakit itu kah!?" ucapnya dengan tangan nakal yang sengaja menjalar ke bagian yang disebut Obelia.


Mata Obelia membulat, " Sadrakh!!!" ucapannya dengan wajah tersipu malu.


" Hahahahha kau sangat menggemaskan, aku sayang padamu!!!" , godaan demi godaan mulai dia lontarkan.


Dua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu menikmati liburan panjang mereka.


Sementara itu di workshop sang tukang kayu, Gretta berbaring di atas tempat istirahat pria itu dengan Diego yang tengah mengerjakan proyek ya.


Setelah Gretta pingsan dia membawa perempuan itu ke rumah sekaligus workshop nya. Zayn telah dua hubungi dan bertugas memeriksa kondisi Gretta.


Gadis itu hanya syok dan selebihnya tidak ada masalah. Gretta masih terlelap, Zayn juga mengatakan bahwa lebih baik Gretta beristirahat yang banyak.


Diego tengah bekerja d ruangan kerjanya yang penuh dengan potongan kayu, desain perabot yang belum selesai dan beberapa desain yang sudah jadi.

__ADS_1


Gedung itu memiliki beberapa ruangan lain di mana karyawannya bekerja di sana, ruangan ini adalah ruang khusus untuknya.


Sesekali dia akan memeriksa kondisi Gretta, melanjutkan pekerjaannya dan menghubungi yang lain terkait kondisi Gretta.


Diego terus bekerja sampai tidak sadar kalau Gretta sudah terbangun dari tidurnya.


Gadis itu duduk di atas pembaringan dan menatap kekasihnya yang bahkan dari belakang pun terlihat sangat tampan.


Dia tersenyum sambil mengusap kepalanya.


"Apa yang ku perbuat di masa lalu sampai aku mendapatkan seorang pria sehebat, sesabar dan sebaik dia," gumamnya sambil menatap Diego yang sedang serius.


Punggungnya sangat bidang dibalut dengan kemeja putih, lengan bajunya dilipat menunjukkan lengannya yang kekar.


Gretta perlahan bangkit dari tempat tidur, berjalan tanpa alas kaki menghampiri Diego dengan senyuman lembut di wajahnya.


Perlahan dia mendekati pria itu kedua tangannya bergerak dan memeluk Diego dari belakang. Kepalanya dia sandarkan di balik punggung bidang itu.


Diego terkejut, dia menatap tangan kecil yang memeluknya, namun sedetik kemudian senyuman tampannya keluar. Dia melirik ke belakang, sang kekasih ternyata sudah bangun.


" Kau bangun? aku ribut ya?" tanya Diego.


Gretta menggelengkan kepalanya," kau sedang sibuk, aku pasi mengganggu,' ucap Gretta.


Diego balas juga dengan gelengan kepala," Apa kepalamu masih sakit?" tanya Diego.


" Tidak, lanjutkan pekerjaanmu, aku hanya ingin berada di posisi ini sebentar saja," ucap Gretta.


Diego tersenyum lagi, melihat Gretta yang mulai nyaman di dekatnya membuatnya bahagia. Itu artinya traumanya pada pria juga sudah berangsur pulih.


" Selamanya juga tidak apa apa my angel," balas Diego dengan celotehan absurdnya.


Gretta terkekeh, dia memperat pelukannya dan bersandar di sana," Aku bahagia... aku sangat bahagia sekarang, " ucap Gretta.


"Apalagi aku Gretta, kau datang dan mengubah hidupku yang suram, kurang apa lagi aku, terimakasih mau menerima pria tampan ini," Celeyuk Diego.


" Hahahhahaha dasar narsis, tapi aku suka!!"


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2