Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
167 Season 2: They Found it!!


__ADS_3

Dalam waktu singkat, Dani dan timnya telah menemukan jejak penculik Andara dengan bantuan Simon.


Simon pemilik perusahaan itu, turut turun tangan karena tak atahan melihat anak-anakanya menangisis paman bintang merkea yang terkapar di rumah sakit saat ini.


Dengan kemampuannya, simon menggunakan smeua koneksi untuk menemukan penculik yang berkedok sebagai lembaga penyedia lapangan pekerjaan bagi para penyandang disabilitas.


Dani dan yang lainnay kesulitan menemukan mereka karena penyamaran mereka sangat mulus. Atas bantuan koneksi Simon, dia berhasil melacak orang ornah ini dnegan cepat.


Bizael berdiri di antara mereka, dia sampai menatpa takjub dnegan simon dan Laura yang memiliki aura yang begitu kuat dan mendominasi.


“ Pelakunya adalah sekelompok orang dari lembaga penyedia lapangan kerja yang mencari orang ornag penyandang disabilitas untuk di pekerjakan,” ucap simon.


“ Mereka juga bekerja di bawah naungan perusahaan besar yang cukup terkenal karena belakangan ini mereka naik daun dengan berbagai produk ramah anak-anak dan ramah lingkungan yang mereka ciptakan,” ucap laura yang juga dduk di depan komputer di sebealh suaminya.


“ Perusahaan besar ini mengoperasikan beberapa cabang bisnis, tetapi anak perusahaan mereka yang paling tidak pernah di lirik oleh publik adalah penyedia tenaga kerja yang bekerja langsung di bawah pengawasan mereka dan pemerintah setempat,” tambah Dani menjelaskan.


“ Jika demikian, ada oknum pemerintah yang terlibat dengan ini..” ucap Bizael terkejut.


“ kau benar, ada beberap oknum yang kami curigai, dan salah-satunya bukan hanya dari bagian pemerintah tetapi dari kantor kepolisian,” ucap Dani.


Dengan mata elangnya, tim aryn langsung menyebar begitu mengetahui Andara, bintang terang mereka itu menjadi korban penusukan bahkan hampir mati di tangan para penjahat mengerikan nan keji itu.


“ Jika bagian dari kepolisian sampai terlibat, maka kasus ini akan membuat nama mereka semakin hancur, " ucap Lanang.


Mereka berdiskusi, mengutarakan pendapat masing-masing dan memberikan ide untuk menangkap para penjahat itu.


"Baiklah semuanya perhatian!" Simon berdiri diantara orang-orang itu dan mengumpulkan perhatian mereka untuk segera terfokus padanya.


Semua mata tertuju pada ayah si kembar menggemaskan yang sudah tidur nyenyak di rumah keluarga Sadrakh dan Obelia.


Simon menatap mereka," Operasi pelacakan pelaku di mulai besok pagi, persiapkan diri kalian dengan rencana yang sudah kita bahas, operasi ini mungkin akan butuh waktu lama dan berisiko tinggi, oleh karena itu persiapkan diri kalian!" ucap Simon.


"Siap tuan!" jawab mereka serentak.


Bizael terus menerus dibuat takjub dengan kekompakan mereka yang jelas di luar dugaan pria itu.


Untuk pertama kalinya dia melihat orang-orang sekompak dan secerdas mereka.


"Kebenaran akan selalu berdiri paling tegak, hanya butuh waktu untuk menyelesaikannya dan juga kemampuan yang tepat!"


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya, Hari pertama memancing para pelaku kejahatan.


"Ahahahah... ini enak... Ummm... enak sekali, Dani suka sekali!!!"


"Kevin juga suka, ini benar benar enak!!"


Dia manusia prik nan aneh itu sedang duduk di kursi umum di pinggir jalan sambil menjilati es krim dingin yang melumer ke tangan mereka.


Dani dan Kevin duduk di halte bus sambil tertawa satu sama lain.


Semua mata tertuju pada mereka, bagaiman tidak!? Penampilan mereka dari ujung kepala sampai ujung kaki terlihat seperti bocah TK yang baru masuk sekolah.


"Lihat mereka, astaga bagaimana bisa ada orang seperti itu!!"


"Sstthhh diam, jangan menyinggungnya, kau akan kena sanksi sosial jika mengejek penyandang disabilitas!!"


"Mereka anak anak Syndrom yang menyedihkan!!"


Orang-orang mulai bergunjing saat melihat dua mahluk aneh itu duduk di sana,bertingkah persis seperti anak kecil .


" Ummm... uwahhh... udaranya harum tapi sayang polusi udara membuat lapisan ozon rusak, orang orang harus berhenti memakai parfum dan menggunakan kulkas, akan sangat berbahaya!" ucap gadis itu.


"Hu UM!" Kevin mengangguk setuju.


Pria tua dengan topi hitam bundar, kacamata hitam, Kardigan cokelat dan celana hitam, tampak sangat misterius berdiri di sana sambil bersandar.


" Hehh bertingkah dewasalah, dasar orang sinting!!!" ejek orang itu lalu langsung naik ke bus tanpa menoleh.


Dani dan Kevin hanya terdiam sambil mengerucutkan bibir mereka.


Keduanya duduk di sana. Duduk berdua masih dengan penyamaran mereka.


Dani memakai pakaian serba merah sedangkan Kevin serba hitam. Keduanya duduk tegap sambil menikmati es krim dan bergumam seperti kebiasaan Andara.


Jika orang melihatnya, maka tak satu pun akan sadar kalau mereka sedang berpura pura menjadi penyandang disabilitas.


Keduanya menjalankan misi pertama, sama seperti Bizael yang sedang berjalan sendirian dengan penampilan Andara. Berjalan sambil bergumam dan bertingkah aneh tak seperti orang normal.


Mereka sengaja berpencar, berbagi tempat yang mungkin jadi titik paling rawan penculikan korban penyandang disabilitas yang hilang selama beberapa bulan terakhir.


" Tidak mungkin orang-orang itu hilang tanpa jejak, ayo tim lacak mereka dan biarkan mereka menemukan umpan kita!" Lanang memimpin operasi dari gedung tim Aryn.

__ADS_1


Anak buah mereka juga disebarkan dengan jenis penyamaran yang sama. Dan mereka dilengkapi alat pelacak, takut jika sampai terjadi sesuatu yang sama persis dengan apa yang dialami oleh Andara.


Hingga tiga hari berturut-turut mereka melakukan hal itu, menyamar menjadi penyandang disabilitas bahkan menyebar ke berbagai tempat. Tetapi tampaknya pencarian mereka masih belum menemukan titik terang lokasi utama para pelaku kejahatan itu.


Lembaga yang menjadi agen resmi pencari tenaga kerja bukanlah tempat mereka yang asli. Itu sebabnya Dani dan yang lainnya berjuang keras untuk mencaritahu lokasi asli mereka, dibawa ke mana para korban dan apa aktivitas mereka.


Cukup sulit dan menguras tenaga.


Setelah semua yang dia coba lakukan, Dani kembali ke rumah sakit di mana Andara berada.


Berjalan dengan langkah kaki yang panjang, Dani berkali-kali menarik nafas dalam-dalam untuk membuang penat dan suntuk di kepalanya.


Dia masuk ke ruangan Andara. Gadis itu melemparkan barangnya begitu saja ke atas lantai lalu duduk dan ambruk di sisi Andara.


Dia meletakkan kepalanya di bibir brankar dan menatap Andara yang masih terlelap.


Gadis itu menggenggam tangan Andara, dengan mata berkaca-kaca dia menatap pria itu.


" Kapan kau akan bangun? aku lelah Andara, omeli aku, kau lihat ini, aku sangat kotor sekarang, mengomel lah tak apa, aku kangen!" ucapnya sambil menahan tangisannya.


Andara tak menunjukkan perkembangan yang baik. Dia hanya berbaring di sana dan tidak tahu entah kapan dia akan bangun.


"Momen bersamamu sangat berharga, aku merindukan semuanya, dasar bodoh, kau membuat gadis yang menyukaimu menangis, apa kau itu bintang atau malah petir!?" celetuk Dani.


Dia meletakkan foto langit berisi bintang di atas meja di dekat brankar Andara. Berharap saat Andara bangun, Dia langsung melihat foto foto itu.


Saat dia tengah asik menyusun foto itu, ponselnya berdering.


" Halo, ada apa?' tanya Dani.


" Kami menemukan lokasinya, Kevin di bawa ke teman itu!!!!" Teriak Lanang dari seberang sana.


Deghh!


Dani terhenyak, dia menatap Andara dengan air mata yang lolos begitu saja.


"Akhirnya!! akhirnya Andara!!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2