
Kembalinya Andara menjadi sukacita terbesar bagi mereka. Pria itu semakin lama semakin membaik, perawatan terbaik diberikan dan dukungan terhebat mereka berikan.
Tak butuh waktu lama, kondisi Andara sudah pulih. Patah tulangnya sudah sembuh dan luka tusuknya sudah kering.
"Badan Andara jadi jelek!!" Ucap pria itu tiba-tiba saat dia berdiri menghadap cermin.
Dani yang baru masuk dibuat terkejut dengan ucapan Andara yang tiba-tiba.
"Engg??? Andara? ada apa?" Gadis itu terkejut.
Andara berbalik, dia bertelanjang dada, menatap Dani dengan wajah kesal dan cemberut sambil menunjuk bekas luka di tubuhnya itu.
Dadanya cukup bidang, jika ditambah latihan tubuh sedikit, dia akan terlihat sangat perkasa.
Glek!!
Dani malah terhenyak menatap Andara yang tak memakai kaos, padahal lebih dari itu pun sudah dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Kenapa tidak pakai baju ihh, malu Andara!!!" Celetuk gadis itu sambil memalingkan wajahnya yang bersemu merah.
Andara mengerucutkan bibirnya, berjalan mendekati Dani dan tiba-tiba saja menarik tangan gadis itu," Lihat ini!!" ucapnya sambil mengarahkan Dani menatap bekas luka tusuk di tubuhnya.
Mata Dani jelas sekali melihat belasan luka tusuk dari bagian bahu sampai ke pinggang pria itu, pasti sangat menyakitkan saat itu terjadi.
"Ini pasti sangat sakit, apa kau baik-baik saja?" ucap Dani yang terdiam menatap semua bekas luka itu.
"Tidak sakit, tapi jadi jelek, ahhhh Dani bagaimana cara menghilangkannya!? Andara tidak suka!!!' rengek pria itu.
Dani terkekeh, tingkah Andara sama sekali tidak berubah, hanya saja mereka sangat takut, jika Andara tiba-tiba mengingat kejadian penusukan itu.
"Tetap bagus kok, kamu tetap tampan dengan luka luka ini!" ucap Dani yang menyentuh bekas luka Andara menggunakan ujung jari telunjuknya.
" Ahahahah geli tahu, geli sekali Dani... Kenapa digelitik hahaahhaa...." Andara tertawa terbahak bahak, merasakan geli saat Dani menyentuh bekas lukanya.
"Benar benar geli?" ucap Dani sambil tersenyum licik.
Dani mengangguk ," Kalau begitu rasakan ini!!! hahahahaha....
Dani menggelitik pria itu, tawa Andara terdengar begitu ceria. Untuk seorang pasien yang mengalami kejadian buruk itu, dia termasuk manusia langka yang tidak mengingatnya.
"Setidaknya untuk saat ini kau tidak mengingatnya Andara, aku takut ketika kau mengingatnya, maka kau akan mengalami trauma," batin Dani.
" Dani stooooooopp... Andara lelah!!!" ucap pria itu.
Dani berhenti, dia menatap Andara dan menepuk bahu pria itu," terimakasih sudah bertahan!" ucap Dani sambil menatapnya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Andara terhenyak, hari ini dia melihat Dani begitu cantik,"Dani kenapa cantik sekali hari ini? seperti galaksi!!' ucap pria itu seraya menepuk pucuk kepala Dani.
Pipi gadis itu bersemu, gejolak di dadanya membuat dia tidak tahan.
Cup!
Spontan gadis itu mengecup pipi Andara dengan wajah semerah tomat.
Andara yang dikecup di pipi terdiam membatu dengan mulut menganga dan mata membulat sempurna.
"Ta..tadi Da.. Dani.... A.. apa yang...
Dani terkekeh melihat wajah pria itu. Dia memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya," Dani mencintai Andara!" bisiknya dengan hati berbunga-bunga.
Andara terdiam," Cinta??" ucapnya sambil menyerngitkan keningnya dengan kepala miring ke kanan.
Dani mengangguk,"Iya, Dani menyukai Andara, sangat menyukai Andara!!" ucap gadis itu sambil tersenyum.
" Ummm? Ohh Dani menyukai Andara seperti Kevin yang juga suka Andara?? Wahh bagus dong!!!" seru pria itu sambil bertepuk tangan bahagia.
"Bukan rasa suka seperti itu, tapi ini lebih spesial, Dani menyukai Andara sebagai seorang pria dan wanita, Dani ingin Andara jadi pasangan Dani!!!" ucap gadis itu penuh harap.
Andara menyerngitkan keningnya," Menyukai Andara sebagai pasangan? seperti sepasang merpati??" ucapnya yang dibalas anggukan kepala oleh Dani.
Tetapi Andara tiba-tiba terdiam, dia berjalan mundur dengan wajah takut.
Mendengar hal itu, membuat hati Dai terkejut. Dia pikir akan mudah, tetapi kondisi Andara jauh berbeda dengan orang normal lainnya, apa yang bisa dia harapkan jika sampai cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Tapi kenapa?" tanya gadis itu meskipun di dadanya sudah terasa sangat sesak.
"O.. orangtua Andara saling mencintai, tapi karena Andara yang lahir cacat, cinta mereka kandas, Andara tidak mau kehilangan Dani jika suatu saat Andara bikin susah, Andara tidak mau kehilangan perempuan yang Andara suka.. ups!!!" pria itu keceplosan, dia menutup mulutnya sambil menatap Dani dengan mata membulat.
" Dani jangan dengar, Dani lupakan, Dani tidak boleh tahu!"
Pria itu berputar putar sambil memukuli kepalanya. Dia mulai panik lagi, dia ketakutan, dan malah mengalami trauma karena perceraian orangtuanya.
" Andara tidak mau, Andara tidak mau kehilangan Dani, Jangan menyukai Andara supaya kita tidak berpisah, Andara tidak mau kehilangan Dani... Tidak boleh!! tidak boleh menyukai Dani, Dani juga tidak boleh menyukai Andara!!!!
Andara meracau sambil berputar-putar. Dia memukul telinganya dengan wajah panik.
Air mata gadis itu tak terbendung, Andara pria yang sangat jujur dengan hatinya, ternyata menyimpan trauma besar. Bahkan dia juga ketakutan dengan urusan cinta.
Bahkan dia tidak berani membalas cinta orang lain. Rasa takut itu membuat Andara panik.
Dengan berlinang Air mata, Dani menarik Andara dan memeluk pria itu agar dia tenang.
__ADS_1
Andara terdiam, terlihat tidak nyaman karena dia benci dipeluk.
" Andara tidak suka dipeluk, tapi rasanya ingin dipeluk, " ucapnya dengan nada datar seperti biasa.
" Tenanglah, Dani akan selalu disini Andara, Dani mencintai Andara dengan tulus, jangan takut... selama Andara mau percaya pada Dani!" ucapnya sambil memeluk erat pria itu.
Dani menangis sesenggukan. Andara yang mendengar tangisan gadis itu mengangkat tangannya, kedua netranya menatap ke sana kemari pertanda dia khawatir pada Dani. Perlahan lahan, tangannya menepuk lembut bahu Dani.
"Ja..jangan menangis, Dani jangan menangis, " ucapnya.
"Andara mau tidak jadi pasangan Dani!??" ucap gadis itu tanpa basa basi. Terdengar sedikit memaksa, tapi perasaannya tulus pada Andara.
Andara terdiam, dia menutup mulutnya," Andara... Andara... mau... tapi tidak boleh!! Tidak boleh suka, Andara tidak boleh!!!" batin Andara bergelut.
Dia melepaskan Dani dari pelukan nya dan menjauh dari gadis itu. Kedua tangannya saling beradu di depan dadanya. Antara ingin menerima atau menolak ucapan Dani.
" Nggak, Andara belum bisa! Andara belum siap!" ucapnya pelan.
Dani mengusap air matanya, dia menarik nafas dalam-dalam dan menenangkan dirinya.
"Ahhh dasar kau Dani, kau pikir ini cerita novel? semuanya butuh proses, ayo kita buat dia yakin," batin gadis itu sambil tersenyum menatap Andara.
" Ahahahha... baiklah baik, Dani akan terus menanyakan hal itu pada Andara sampai Andara jawab iya!!!" ucap Dani dengan nada memaksa.
Andara berbalik dan mengambil kaosnya," Andara belum siap!! " ucapnya lagi sambil memakai kaosnya dan tak berani menatap Dani.
Gadis itu hanya tersenyum manis sambil menatap Andara.
"Aigohhh... dasar Andara tengil, Andara bodoh!!!" celetuk Dani sambil mengacak acak rambut pria itu.
" Dani jangan!!" teriak Andara sambil merapikan rambutnya.
"Jangan ? wleekk hahahahhaha.... dasar Andara jelek!!!" Dani mengacak acak rambut pria itu lagi. menggelitik nya dan mengerjai Andara habis-habisan.
"Arkhhh Dani jangaaan.....
Di luar ruangan itu, Kevin berdiri sambil bersandar ke dinding, tersenyum menatap langit-langit dengan kisahnya yang bahkan belum tersampaikan.
"Ahhh.. aku kalah sebelum bertanding, hebat sekali hatiku, hahahah.....
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗