Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
180 Season 2: Drugs


__ADS_3

Laura duduk menatap semua desain yang terpajang di dalam ruang kerjanya di Kent Group. Dua tahun yang lalu, bisnis fashion yang dijalankan Laura dan Obelia resmi menjalin kerja sama dengan Kent grup bukan karena pengaruh Suami Laura, tetapi karena mereka memenangkan kontes dan berada pada posisi pertama sebagai peserta dengan karya terbanyak yang dipilih oleh netizen.


Laura mengurus manajemen di Kent grup sedangkan Obelia mengurus manajemen di toko fisik mereka bersama dengan Irvan. Usaha mereka berkembang sangat pesat dan disukai banyak orang.


Jari jarinya menari di atas meja, terlihat dia sedang melamun dengan ponselnya yang memutar sebuah video yang dikirim oleh Irvan setengah jam yang lalu.


Beberapa kali wanita itu menghela nafas berat, hal hal aneh belakangan ini terjadi, dan berhubungan dengan kasus yang sedang di tangani oleh Key teman mereka di kepolisian.


"Sial!!" umpat Laura sambil mengeraskan rahangnya. Dia tidak pernah membayangkan akan ada kejadian seperti ini di kantor mereka.


Beberapa karyawan Kent grup tiba-tiba mengundurkan diri dan beberapa lainnya tertangkap karena terjerat kasus pemakaian obat-obatan terlarang.


Karena kasus itulah, Simon sampai bolak balik ke kantor kepolisian untuk menanyakan Key terkait perkembangan masalahnya. Tetapi malah dibekukan oleh kepala kepolisian dan dianggap sebagai kasus yang tidak bisa diselesaikan.


Dan dua diantara yang tertangkap itu adalah anggota tim kreatif yang berada di bawa bimbingan Laura. Dan hari ini, dia menerima laporan dari Irvan kalau ada gerakan mencurigakan dari ketua tim A di departemen yang diurus oleh Laura.


Laura tampak kesal, dia benci ketidaksempurnaan dalam pekerjaannya, tetapi lebih benci lagi jika ada yang berminat buruk dengan mereka.


" Kenapa dia melakukan ini? tapi apa hanya dia? jangan jangan ada orang dibalik semua ini, tapi buktinya belum kami temukan!!!" kesal Laura.


Laura berpikir keras, di saat yang sama, suaminya memasuki ruangan kerja itu sambil membawakan secangkir teh Camomile yang menenangkan.


"Sayang, jangan terlalu dipikirkan,'" ucap Simon sambil duduk di hadapan istrinya sembari meletakkan cangkir teh itu di atas meja.


Wajah wanita itu cemberut," Bagaimana bisa aku tidak memikirkan nya sementara pelakunya mungkin saja berkeliaran dengan bebas di gedung ini sayang, kau dengar bukan ucapannya Ketua tim A ini? tidak ku sangka wajahnya yang polos dan lugu itu, wajah di balik kacamata petak itu adalah pria jahat yang berniat buruk terhadap perusahaan!" Laura berdiri bahkan sampai memukul meja saking kesalnya.


"Sayang, aku bisa menerima kalau mereka mungkin membenci kita sampai mengundurkan diri, tapi dia mengkhianati kita bahkan membahayakan Perusahaan, tindakan ini tidak bisa dibiarkan!!"


Brak!!!


Laura sangat marah. Dia kesal dan kecewa saat mengetahui hal itu.


Nafas Laura sampai naik turun saking kesalnya dengan perbuatan orang orang yang mencoba merusak bisnis mereka.

__ADS_1


Padahal Laura sangat perhatian. Ketika istri Ketua tim A itu melahirkan, dia membiarkan si ketua itu cuti selama dua bulan untuk mendampingi istrinya, cuti pun dia masih digaji, semua dilakukan karena manager itu berprestasi dan berperilaku baik selama bekerja.


Tetapi siapa sangka kejadian seperti ini akan terjadi. Orang yang mereka pikir baik malah mengkhianati mereka.


" Sayang," Simon bangkit berdiri. Dia tahu istrinya sangat kecewa, Karena dia pun sama, merasakan hal mengecewakan itu wajar tapi dia tidak mau istrinya sakit karena itu.


"Tenanglah,' ucap nya sambil menggenggam tangan Laura.


Perempuan itu menghela nafas berat. Orang yang dia percayai tahu tahunya malah mengkhianati mereka.


" Dia orang yang bekerja di bawah naunganku, aku malu sayang, aku benci melihat manusia sampah seperti dia!!" ucapnya.


Simon jelas sangat mengenal istrinya, wanita itu paling benci jika ada yang mengkhianati dia. Baginya hal membenci masih dalam taraf wajar, tetapi mengkhianati adalah hal lain yang perlu dibicarakan lebih dalam lagi.


"Aku punya ide, kita akan menangkapnya dan menemukan buktinya, kau tenang saja sayang, bajingan itu akan tertangkap dengan sendirinya," ucap Simon.


Laura hanya bisa menghela nafas. Dikhianati oleh orang kepercayaan memang sangat menyakitkan.


Kasus ini menjadi PR besar bagi Tim Aryn, terutama menemukan dalang dibalik kekacauan yang menyeret nama Kent grup dan tim Aryn ini.


Orang itu mengaku kalau dia adalah bagian tim Aryn, dan kelompok itu sering menggunakan benda haram itu untuk meningkatkan konsentrasi bekerja mereka.


Ketua Tim A menjadi salah satu tersangka yang dicurigai oleh Laura. Pembicaraan pria itu dengan seseorang di ponselnya membuat mereka menaruh curiga pada pria tersebut. Padahal Laura sangat mempercayainya.


Tetapi, jelas sekali pelakunya bukan hanya satu orang, paling sedikit ada dua orang yang sudah beraksi dengan sangat pelan sampai membuat mereka tidak sadar kalau di manajemen bawah grup Kent sudah terjadi penyebaran narkoba jenis baru yang tidak mereka ketahui.


"Kak Laura, Kak Simon aku menemukan titik terang baru!!" ucap Danielle sambil berjalan masuk ke ruangan kerja Laura bersama Kevin.


"Ada apa?" tanya Simon.


Tetapi belum sempat dia melanjutkan kata-katanya, di saat yang sama Lanang tiba dengan seorang pria yang dia tangkap, wajahnya babak belur, tampaknya pria itu melakukan aksinya secara terang-terangan di dalam kantor.


Brukk!

__ADS_1


Pria itu dihempaskan begitu saja ke atas lantai, wajah Lanang mengatakan segalanya, bahwa pria itu sudah melakukan kesalahan besar.


"Ada apa ini?" tanya Laura lagi.


Mereka tampak syok, tetapi semakin syok lagi saat melihat Andara masuk sambil menggendong kedua anak kembar mereka yang sedang menangis sesenggukan dengan wajah memerah.


"Dira, Andra ada apa sayang!??" Laura langsung berlari menghampiri mereka.


Kedua anak itu menangis sesenggukan sambil berlari ke pelukan ibu mereka. Anak anak itu tampak kacau, wajah mereka merah merah seperti biduran, keduanya menangis histeris.


" Mommy!!!! huwaa..... taaakkuutt!!!" teriak mereka dengan air mata bercucuran.


" Dira, Laksamana kasihan mereka, orang jahat!! orang jahat, dia jahat, hukum dia, dia memukul si kembar, hukum dia!" teriak Andara sambil menunjuk pria yang babak belur di tangan Lanang itu.


" LANANG, JELASKAN PADAKU APA YANG TERJADI PADA ANAK-ANAK KU!!!" teriak Simon mengamuk.


Aura ruangan itu berubah menjadi suram. Seketika semua orang terdiam, tak seorang pun berani bicara saat Simon Mignolet Kent memperlihatkan sifat aslinya yang penuh dengan amarah.


"Orang ini, mencoba menempelkan stiker stiker ini ke tubuh tuan dan nona muda, tuan!" ucap Lanang sambil meletakkan stiker bergambar lucu di atas meja.


Sekilas memang terlihat sangat cantik, imut dan menggemaskan dengan bentuk bentuk yang membuat siapapun tertarik bahkan orang dewasa sekalipun, tapi siapa sangka di dalamnya terkandung obat jenis bar yang membuat pemakainya menjadi gila.


Deghh!!!.


Jantung Mereka yang mendengar itu bak di sayat pisau, gemetar dan panik di saat yang bersamaan.


"S..stiker!?? stiker sialan itu!!!!" pekik Simon tak percaya.


Stiker haram yang baru saja mereka bicarakan, ternyata hampir di berikan pada putra dan putri pemilik perusahaan itu!


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2