
Kejadian itu menggemparkan seluruh dunia. Robin ditangkap atas perbuatan jahatnya dan dijatuhi hukuman Kebiri dan masa kurungan yang panjang. Ternyata dia mengidap penyakit mental akibat mengonsumsi obat obatan sejak kecil.
Kejadian menghancurkan kehidupan keluarganya dan dia dihapus dar datar keluarga karena telah membuat malu. Keluarga Robin bahkan sampai membuat permintaan maaf ke hadapan publik dan mendatangi Gretta untuk meminta maaf atas perbuatan tercela putra mereka.
Hati Gretta kini lega, dendamnya sudah selesai. Meskipun yang terjadi tak bisa dia hindari, setidaknya ada keadilan baginya di dunia ini. Mereka mendapatkan ganjaran yang setimpal, dipermalukan bahkan mendapatkan bully begitu mereka tiba di tahanan mereka.
Perbuatan baik kita akan dikenang orang tetapi sekali berbuat jahat akan membuat semua kebaikan kita terlupakan. Begitulah hidup di dunia yang fana ini.
"Kak Diego!!!!!" suara teriakan Laura terdengar melengking di dalam ruangan besar keluarga Waltz Kennedy.
"Ampun makkk ampun, kakak lagi lapar tau!!!" teriak Diego yang sudah lari nyelonong dari dalam dapur setelah mencuri es krim Vanila cokelat kesukaan Laura yang stoknya hanya satu dan saat ini si ibu hamil tengah menginginkan benda itu.
Diego mencurinya dari kulkas dan memakan semangkok penuh es krim itu saking kepanasannya karena lelah menebang kayu di hutan belakang rumah keluarga Waltz.
Laura berjalan dengan perut buncitnya. Waktu berlalu begitu cepat, kandungannya sudah menginjak usia 7 bulan pertanda kedatangan penerus keluarga Kent akan segera terjadi.
Wanita itu berjalan terengah-engah. Berat badannya bertambah drastis dan dia semakin cantik di masa kehamilannya ini. Dia berjalan seperti seekor penguin yang mencoba mengejar Gorilla rakus yang merebut semua makanannya.
"Kak Diego!!!" teriak Laura lagi.
" huhh... huhh... aku lelah, awas kau nanti!!!!" kesal Laura. Padahal dia sudah tulis nama nya di mangkuk es krim itu. Banyak es krim di sana tapi hanya ada satu yang punya rasa vanila cokelat dan Diego memakan benda bertuliskan "Punya Laura" itu.
"Wahhh si Kampret bikin masalah lagi!!!" Zayn Berlari dari tempat duduknya dan mengejar Diego yang sudah berkeliaran entah ke mana.
Sadrakh yang juga ada di sana bersama keluarga kecilnya langsung melompat dari sofa mengejar Diego yang kabur membawa es Krim Laura.
"La... jangan lari, kamu duduk anteng saja biar kami seret si kampret itu!!!" ucap Sadrakh.
Gretta dan Obelia tertawa melihat Laura yang selalu saja dijahili oleh Diego. Sebenarnya keduanya sebelas dua belas, saling menjahili satu sama lain dan membuat suasana rumah selalu ramai dan heboh.
"Nyonya muda, perut anda sudah besar begitu, jangan berlari, bisa bahaya, sini duduk tenang dulu, tarik nafas dan tenang," Gretta langsung merangkul Laura sambil menahan tawanya.
"Huhh!!"
"Pacar kamu itu tuh, jahat banget sih padahal aku sudah bilang itu hanya ada satu, tapi di makan semua!!!" kesal Laura sambil mendengus dan menggembungkan pipinya.
__ADS_1
"Hahahha.... nanti kami beli lagi, jangan nangis ihhh," ucap Obelia .
Laura hanya mengerucutkan bibirnya, sambil mengikuti mereka duduk di sofa.
Dari ujung ruangan sana, tertangkap basah Diego yang tengah belepotan es krim di tangan Zayn dan Sadrakh.
Pria itu diseret dan dibawa menuju Laura seperti hasil berburu yang akan diserahkan untuk segera dieksekusi oleh sang ratu.
" Laura ini orangnya, memang dasar ya gak punya ahlak!!" celetuk Zayn.
" Huwaaa kalian sahabatku atau bukan!??" rengek Diego.
"Aku juga lapar tau ... pengen makan eskrim Vanila!!!!" rengek Diego sambil meraung raung di dalam genggaman tangan kedua pria itu
Bughh! Pletak!!
Bogeman keras mendarat di kepala pirang yang baru dipotong pendek itu.
"Pengacau kau, Laura sudah tulis itu miliknya, kenapa kau embat juga, dasar rakus!" kesal Sadrakh.
Zayn dan Sadrakh memutar malas kedua bola mata mereka.
Alhasil si jahil Diego di bawa ke depan Laura.
"Ini dia, terserah mau digoreng dipanggang, di sangrai atau langsung dikebumikan juga boleh, gratis kok," ucap Zayn.
Laura mendengus kesal, dia menatap Diego dengan wajah cemberut,"mengesalkan sekali!!"
Laura menatap kesal ke arah pria itu sambil menggembungkan pipinya seperti anak kecil.
“ Kembalikan.. kembalikan es krimku...” kesal Laura.
Diego garuk garuk kepala sambil tertawa cengengesan di depan Laura,” heheh maaf.. iya iya kakak cari, maapin ya heheh....”
“ Lain kali tanya tanya dahulu kalau mau makan, lagian kan sudah dikasih tanda sama laura, kamu embat semua,” omel Gretta.
__ADS_1
Diego menampakkan gigi berliannya sambil tertawa di depan mereka,” ya maaf, aku lapar, sukanya es krim vanila, salah si Simon belinya Cuma satu,” celetuk Diego sambil memanyunkan bibirnya.
“ Satu katamu?” Mereka semua menatap pria itu dengan tatapan tak percaya.
“ yang benar saja Diego, di lemari es ada banyak es krim, selain itu semua bekas mangkuk es krim yang ada di belakang rumah itu punya kamu kan? Kau bilang Cuma satu, dasar otak unta...”
“ Ehh... ups... ketahuan bahahahaha.. kaburrr...” teriak Diego yang langsung melarikan diri dari sana setelah ketahuan menghabiskan semua es krim yang dibelikan Simon sebagai stok untuk istrinya yang hanya mengidamkan es krim sejak usia kandungannya menginjak usai 5 bulan .
Tapi yang gila es krim ternyata bukan hanya Laura, Diego juga jadi gila es krim setelah melihat Laura yang begitu lahap menikmati krim lembut dingin dengan sensasi segar dan berbagai rasa itu.
Ternyata dia tuyul yang selama ini mencuri dari dapur keluarga Kent dan keluarga kennedy.
“ hahahah ada apa anak? Kenapa Diego lari terbirit birit begitu?” nyonya Felicia terlihat datang dari depan bersama suaminya dengan sekantong buah mangga yang mereka dapatkan dari tetangga.
“ Diego mencuri es krim lagi ma, dia memang bikin kesal!" Celetuk Diego.
Kedua orangtua itu tertawa melihat tingkah mereka semua. Jujur saja di masa tua ini, mereka sangat menikmati masa masa mereka bersama keluarga besar, anak anak bahkan orang yang sudah mereka anggap seperti anak mereka.
“ Wahhh harum mangga..” Laura tampak berbinar binar menatap mangga kuning yang sudah matang dan aromanya tercium begitu kuat sampai membuatnya menenggak salivanya berkali kali saking senangnya dengan buah itu.
“ Wahhh dapat banyak ini Ma,” celetuk Zayn .
“ Iya, Papa kamu sampai encok hahaha.. kirain masih kuat tahu nya sudah tua juga ya ,” ejek nyonya Felicia.
Tuan Kennedy tersenyum simpul, tadi dia memanjat pohon mangga karena ingin menunjukkan kalau dirinya masih sekuat dahulu, tapi nyatanya dia yang bisa berperang juga bisa keseleo dan malah berujung encok karena memanjat pohon.
Mereka tertawa. Kehidupan di rumah itu sangat hangat. Laura menatap mereka dengan tatapan penuh kebahagiaan.
“ Sayang cepat pulang, kami merindukanmu,” gumam Laura seraya mengusap perutnya sambil tersenyum.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen