Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
81. Gadis Tanpa Nama


__ADS_3

" apa kau bilang bajingan!??" tuan Brown menarik kerah anak buahnya sambil menatapnya dengan kedua bola matanya yang besar dan melotot tajam.


Nafasnya berat, dadanya sampai naik turun saat dia menahan agar dirinya tak mengamuk," Katakan sekali lagi padaku, apa yang terjadi berengsek!??" ucapnya dengan perlahan tetapi penuh tekanan.


" Ma..markas lumpuh tuan, kelompok Waltz baru saja melumpuhkan markas Brown!" jelasnya dengan suara gagap Karena ketakutan dengan tatapan tuan Brown yang sangat mengintimidasi.


Bughhh... bUghhh...


Alhasil, anak buahnya malah terkena pukulan mentah dari tuan Brown karena pria itu benar benar marah saat ini.


" Arrkhhh bajingan, sialan!!!" pekik Tuan Brown tepat setelah mereka masuk ke area luas rumah utama keluarga Raymond.


"Tuan bukan kah itu lebih baik daripada kita harus mati di tangan tuan Waltz junior, mereka tidak akan tahu jika kita di sini, sebaiknya kita bergegas dan mengambil kedua sandera itu dan membawa mereka!" ucap Vino .


Tuan Brown diam sejenak, jarak rumah Raymond ke markas mereka memang tidak terlalu jauh tetapi akan memakan waktu yang cukup lama karena padatnya lalu lintas.


" Cepat, cari dan bawa mereka!" titah pria itu pada seluruh anak buahnya. Tanpa mereka ketahui kalau mereka sudah diawasi oleh Simon dan anak buahnya yang menyamar menjadi pengawal di rumah itu.


Tuan Brown, Vino dan anak buahnya berjalan dengan gagah seolah mereka adalah penguasa bumi ini. Rumah Raymond dibuka, Cintia juga ikut bersama mereka.


"Kenapa suasananya seperti berubah??" ucap Cintia menatap rumahnya heran.


" Apa yang berubah, semua sama saja," balas Vino.


tetapi Cintia adalah orang yang lumayan jeli, dia menatap rumah itu sambil menggelengkan kepalanya ragu dengan apa yang dia lihat, orang orang di sana seperti bukan orang yang dia kenali.


"Vino apa kau mengganti pengawal? aku tidak pernah melihat mereka!" bisik Cintia.


Vino menggelengkan kepalanya," tidak, tapi ada yang baru dan semua di atur oleh Jhon, anak buah ku," jelas pria itu.


Mereka berjalan menuju ruang utama. Ruangan itu memang masih sama tetapi hawanya sangat mencekam seolah mereka ditatap oleh ribuan ceetah liar yang siap memangsa mereka.


"Cepat bawa mereka ke hadapanku!" titah tuan Brown.


"Baik tuan," balas Vino yang langsung mencari keberadaan anak buahnya.


Tuan Brown duduk di kursi sambil menatap ruang besar yang sudah lama tidak dia kunjungi itu," bawa gadis itu ke sini!" ucapnya lagi.


Seorang gadis berwajah pucat pasi dengan kacamata besar bertengger di wajahnya ditarik dengan sebuah rantai yang diikat di lehernya.


Berjalan tertatih tatih dengan kedua tangan dan kaki yang diikat dengan rantai besi.

__ADS_1


Tubuhnya kurus, rambutnya berantakan, dia sangat lemah tetapi terus dipukuli dan disiksa oleh tuan Brown.


Seperangkat alat komputer dikeluarkan dan gadis malang itu di paksa duduk di depan komputer meski matanya dan tubuhnya sudah lelah.


Slaakkk...


Satu cambukan mendarat di tubuh gadis itu, dia tak lagi meringis atau bahkan menangis, seolah pukulan itu tidak berefek pada tubuhnya.


Setelah dicambuk dia langsung bekerja tanpa menunggu perintah karena Cambukan itu adalah perintah untuknya.


"Periksa keadaan markas!" titah pria itu.


Gadis itu adalah hacker andal yang dulunya bekerja dalam bagian intelijen sebuah organisasi keamananan dunia, tetapi dalam sebuah perang dia mengalami kecelakaan besar dan berakhir dibawa ke markas Brown.


Orangtuanya ditawan oleh Brown untuk memperalat dia sebagai senjata manusia paling ampuh untuk meretas semua sistem keamanan dan memperoleh data data penting untuk keperluan pribadinya.


Setidaknya selama hidup itu hal yang dia ketahui tentang dirinya.


Tangannya mulai bekerja, tak ada istirahat baginya, sambil menatap sendu ke arah layar komputer dia membuka sistem keamanan kelompok Brown untuk mengetahui apa yang terjadi di markas mereka.


Setelah membuka sistem keamanan, terlihatlah dengan jelas lambang Kebesaran Waltz yang berkibar di tengah-tengah ruangan utama markas Brown.


“ tu.. tuan.. markas kita hancur lebur..” ucap salah satu anak buahnya.


“ Arkhhh sialan, aku tahu itu, mereka pasti sudah menghancurkan semuanya, ck... sialan kau Waltz...” Geram tuan Brown sambil mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam ke sembarang arah.


Wajahnya memerah seperti banteng dan nafasnya naik turun seperti sedang kerasukan.


Pria itu berdiri dan..


Plakkk... plakkk... plakkkk...


Gadis tanpa rasa itu terhuyung dan jatuh begitu saja ke lantai setelah mendapatkan tiga pukulan telak di wajahnya sebagai alat pelampiasan kemarahan tuan Brown.


Gadis itu hanya terdiam tanpa merasakan kesakitan sedikit pun. Seolah dia adalah robot, seolah dia adalah mayat hidup, padahal bibirnya sudah berdarah, tubuhnya sudah terluka tetapi dia malah diam tanpa menunjukkan kalau dia kesakitan.


“ Tuan dia bisa mati, kita masih butuh gadis ini,” ucap anak buahnya mengingatkan Brown agar tidak bertindak bodoh sebelum mereka mendapatkan pengganti perempuan tanpa nama itu.


“ Sialan.. arhkkkk sialan.... aku benar benar ingin mencekiknya sekarang,” kesal tuan Brown.


“ Jika Anda ingin membunuh saya, bunuhlah sekarang tapi jangan libatkan keluarga saya,” ucap gadis itu pelan.

__ADS_1


Tuan Brown mendengus, dia menatap gadis itu sambil menyeringai dan mengeluarkan belati dari kantongnya.


Tangannya yang kekar menggoreskan belati itu ke wajah gadis tanpa nama itu,” mati? Aku akan segera membunuhmu, dan biar kau tahu, kau tidak punya keluarga bodoh, kau tidak punya keluarga sama sekali....” teriak pria itu sambil mengayunkan belatinya ke arah wajah perempuan itu hingga..


Cletakkk..


Pranggkkk...


“ arrkhhhhhhh siapa kau bajingan...” suara teriakan tuan Brown saat tangannya terkena anak panah dari arah misterius menggelegar di dalam ruangan itu.


Sedangkan gadis itu terdiam, syok dengan ucapan tuan Brown, sebenarnya siapa dirinya dan apa identitasnya.


“ Tuan apa yang Anda maksud.. to.. tolong bilang di.. dimana ayah dan ibu saya,” ucapnya tak peduli dnegan darah yang mengalir dari wajahnya.


Greppp.


Tangan lain menarik kepalanya,” kau tidak punya keluarga, apa itu masih belum jelas? Akan ku bunuh kau sekarang, karena kau tidak lagi berguna jal4ng sialan..” umpat tuan Brown sambil menarik kepala gadis itu hendak memukulnya lagi tetapi tiba-tiba...


Seseorang berlari dengan kencang dan menerjang pria itu bersamaan dengan datang nya puluhan pria misterius berpakaian serba hitam dengan cadar penutup mulut senada pakaian mereka menyerang tuan Brown dan anak buahnya.


“ Sialan apa yang terjadi?” Vino dan Cintia yang tak kunjung menemukan Obelia dan Alesha dibuat terkejut dengan pertempuran di ruangan utama keluarga Raymond.


“ Vi.. vino... a.. ayo pergi kita akan mati jika terus di sini,” Cintia menarik tangan Vino , mereka berdua hendak melarikan diri tapi sayang seribu sayang, mereka sudah di kepung dari berggi sisi.


Di saat yang sama seorang Laura dalam balutan pakaian hitamnya melompat ke arah pertempuran dengan belati di tangan kirinya lalu berlari dengan kencang bersama dani di sisi lain.


Laura dan Dani menarik gadis tanpa nama itu,” ayo ikut kami,” ucap mereka.


Gadis itu tak mengelak, kakinya lemah dan tak bisa berlari mengikuti mereka.


“ Nyonya pergilah biar saya yang bawa gadis ini,” ucap Hendry yang langsung mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya lari dari rumah itu.


Pertempuran sama sekali tidak bisa dihindari, tuan Brown telah dikepung oleh anak pendekar Tim Aryn bergabung dnegan anak buah Tuan Waltz yang telah tiba di rumah itu.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2