
Di ruangan ganti perawat,
Lanang terduduk lemas sambil menatap Dani yang tertawa terbahak bahak membahas kejadian tadi. Lanang sampai kelelahan karena harus berlari ke sana kemari membawakan barang yang dibutuhkan Dani untuk merias dirinya.
“ kau masih bisa tertawa, kau tidak lihat aku sampai seperti ini karena ulahmu, dasar gadis nakal,” ketus Lanang seraya menunjuk jari kakinya yang terluka karena tersandung meja.
“ Bawahahahhahahhahah lucu tahu...Iya kan kak Zayn, hihihihi.... akhirnya aku bisa mengerjai perempuan munafik itu,” balas Dani yang berseru kegirangan karena berhasil memancing amarah Sarah di ruangan kamar mandi wanita tadi.
Zayn tahu kalau kedua manusia di depannya ini sama sama gila. Lanang yang punya ide membuat Dani jadi orang gila dan Dani yang punya ide memancing Sarah untuk menjadikannya target berikutnya.
“ Dia akan mengejarmu, jika benar dia melakukan sesuatu pada Alexa, maka kau akan jadi target berikutnya, apa kau siap?” tanya Zayn.
Dani tersenyum sambil mengangguk dan mengangkat kedua jari jempolnya,” tentu saja aku siap, aku akan membuatnya membongkar kesalahannya sendiri,” ucapnya sambil tersenyum licik.
Dasar kau ini,” Zayn menepuk pucuk kepala gadis itu,” Laura mengkhawatirkanmu, setelah selesai, kita ke kediaman Kennedy, waktu persalinan laura sudah dekat, sebaiknya kalian juga serung berkunjung menemani dia,” ucap Zayn.
“ Wahhh jadi kami akan dapat ponakan baru? Asikkk bisa diajak berburu dong,” celetuk Dani.
Lanang menarik kepala gadis itu dan mengapitnya di bawah ketiaknya,” berburu apanya, dasar perempan bar bar, kau pikir anak bayi bisa kau bawa ke hutan,” .
“A rkhhh sakit tahu... lepaskan lanang!!!" teriak Dani sambil meronta ronta dalam apitan ketiak Lanang.
Zayn menatap mereka sambil geleng geleng kepala. Duo tangan setan yang bisa bercanda seperti manusia pada umumnya tapi sekalinya mengamuk tak akan ada ampun jika pelaku sudah ada di tangan mereka.
Seperti yang diperkiakan oleh Zayn dan kedua orang itu, Sarah mencari keberadaan Alexa di rumah sakit jiwa itu untuk mengetahui keadaan Alexa setelah menjadi objek penelitiannya yang paling ekstrim.
Sarah dan Mirna berkeliling menacari ruangan Alexa, enggan bertanya karena mereka akan melakukan sesuatu yang mencurigakan lagi, tak ingin dicurigai keduanya memutuskan mencari Alexa sekligus mencari ruangan di mana Dani gadis gila yang menjebak mereka berdua di toilet wanita tadi.
Keduanya berjalan dengan cepat, bukannya mengurus pasien, Sarah malah sibuk dengan penelitiannya yang tiada akhir demi nama baik dan juga prestasi baru yang membuat seluruh dunia akan meliriknya. Tetapi dia salah langkah, yang dia lakukan justru akan membuat hidupnya hancur berantakan.
Mereka mencari dan mencari hingga kedua manik mata hitam milik Sarah menemukan sosok gadis yang tengah berlari di sepanjang koridor, dikejar kejar oleh perawat.
“ Itu dia, kita ikuti mereka nona,” ucap Mirna yang juga melihat hal itu. Sarah mengangguk, keduanya berjalan dengan cepat mengikuti gadis yang sedang dikejar oleh para perawat itu. Dani benar benar bertingkah seperti ornag gila yang asli.
Sarah dan Mirna tiba di ruangan itu, tampak Dani tengah diikat oleh para petugas di atas brankar,” Ahh kau menyebalkan, lepaskan aku.. aku mau main!!!" teriak Dani sambil meronta ronta.
“ tenang ya bu, tenang, sebentar lagi kita main setelah ibu tenang, tidak boleh berlari di rumah sakit, nanti ibu terluka,” perawat-perawat itu tampak menangani nya dengan sangat tenang. Dani diikat di atas brankar.
“ Apa yang terjadi padanya?” Sarah masuk ke dalam ruangan itu seolah dia bertugas.
“ Dokter Sarah, sebuah kehormatan bisa melihat Anda di sini, ,dia ini pasien sakit jiwa yang sedang ditangani oleh dokter Zayn setelah pasien pertama kemarin meninggal,” jelas mereka sembari menyambut kedatangan Sarah dan Mirna di sana.
__ADS_1
“ me.. Meninggal?” tanya mereka berdua.
“ Benar, ahh apa kalian tidak diberitahu?” tanya salah satu perawat itu.
“ Kalian kan yang menanganinya di rumah sakit Joy sebelum benar benar ditransfer ke sini,” jelas mereka.
“ lalu di mana jenazahnya?” tanya Sarah.
“ Sudah di makamkan, dia mati bunuh diri,” ucap mereka berbohong.
Sarah menatap mereka dengan tatapan curiga, tapi melihat tindakan mereka yang sangat rapi, Sarah berhasil dikelabui oleh perawat yang nyatanya adalah anak buah Simon yang sedang menyamar.
“ Wahh.. aku tidak menyangka pasien dokter Zayn meninggal tapi tak diberitahukan pada kami yang juag merawatnya.” Ucap Sarah terkejut.
“Apa dokter Zayn sengaja menutupinya? Untuk menjaga reputasinya?” tanya Mirna dengan lancang.
“ mungkin saja, ya sudah kami keluar dulu, akan kami panggil dokter yang bertugas disini, “ ucap perawat itu. Mereka semua keluar dari sana, lebih tepatnya membiarkan Sarah dan Mirna tertipu dengan mudah atas jebakan mereka untuk membuktikan kejahatan perempuan itu.
Dani menatap Sarah dengan tatapan jijik, katakan saja ini adalah kesempatan besar bagi Dani untuk menghajar perempuan itu.
“ hehehe kena kau..” ucap Dani di dalam hati dengan penuh riang gembira karena targetnya kali ini masuk ke dalam jebakan dengan sangat sempurna dan mulus.
Sarah melirik ke kanan dan kiri,” Mirna awasi pintu masuk, jangan sampai ada yang masuk ke ruangan ini, aku akan membuat jal4ng sialan ini jadi bahan percobaan ku, ahhh mengesalkan sekali perempuan itu harus mati,” Sarah berdecak kesal sambil mengeluarkan satu ampuk hasil penelitiannya yangkesekian kali, dan kali ini adalah dosis yang ditingkatkan dari dosisiyang diberikan pada Alexa..
Sarah melakukan aksinya, kali ini dia yakin pasti akan segera bersahil menjadi soktermuda yang dilirik oleh semua orangkarena kemampuannya.
Sarah mengisi suntik di dalam kantongnya dengan menggunakan cairan racikannya itu, dia tersenyum menatap benda itu dan juga Dani yang terlihat menggelinjang di atas brankar pasien seperti orang kesetanan menjalankan perannya dengan sangat baik sehingga Sarah benar benar berpikir kalau dia gila.
“yakkk lepaskan aku... lepaskan aku... lepaskan aku..” teriak Dani seperti orang gila.
Sarah tersenyum sinis,” lepaskan? Tidak akan, kau akan jadi alat percobaan yang paling tepat untuk menghancurkan karir Zayn, hehehe... kau..” Sarah mencengkram wajah gadis itu dan menatapnya dengan tatapan tajam.
“ akan berakhir gila sama seperti perempuan yang dibawa Zayn ke rumah sakit ini, sekali mendayung dua pulau terlampaui, Zayn jatuh di bawahku dan aku naik melambung tinggi ke atas menjadi dokter terhebat melampaui semua orang dengan permainan psikologis ku hahaha..” ucap Sarah smabil menarik tangan gadis itu hendak menyuntikkan cairan itu ke tubuh Dani.
“Ohh jadi kau yang membuat calon kakak iparku jadi seperti itu ya?” Dani tersenyum lalu dengan mudah menarik tangan Sarah yang mencengrkram tangan gadi situ .
Sarah terkesiap, perempuan itu tidak gila!!
“ ka..kau apa yang kau..
Dani bangun, tak ada tali yang mengikat tubuhnya, semuanya hanya diikat begitu saja.
__ADS_1
“ Kau mau melihat bagaimana kematian yang sebenarnya kan?” ucap Dani sambil mencengkram kuat tangan perempuan itu dan..
Krakkk..
Sekali cengkram dia menghancurkan pergelangan tangan Sarah.
“ Arkhh tanganku!!!" teriak Sarah Histeris.
“ No.. noa muda!!" Mirna juga turut panik.
Dengan senyuman jahat, Dani mengambil paksa jarum suntik itu dan...
“ Rasakan khasiat dari obatmu sendiri,” ucap Dani .
Jleb...
Jarum suntik itu tertancap tepat di lehar Sarah, setengah isinya dia masukkan ke tubuh Sarah.
Brukk..
“ mampus kau,” ucap Dani sambil mendorong gadis itu sampai dia terjerembab ke atas lantai.
“ apa yang kau lakukan pada nona mudaku!!!” teriak Mirna panik.
Dani bangkit dari tempat tidur dan..
hap..
Dia melompat pada Mirna sambil mengangkat tangannya yang masih memegang jarum suntik itu,” Silahkan berbagi penyakti yang sama dengan nona mudamu perawat gadungan,” ucap Dani dan..
Jlubbb..
Suntik itu tertancap di leher Mirna dan cariannya keluar sepenuhnya.
“ Tidak.. tidak.. apa yang kau lakukan padaku, arkhhh... tidaaakkk!!!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen