Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
178 Season 2: New Case


__ADS_3

Dani duduk lemas di lobi rumah sakit sambil menggenggam segelas ice Americano yang baru dia pesan. Kedua anak beruang kesayangan mereka duduk di masing masing sisi ya dengan wajah sendu juga.


" Huh... kapan paman bintang bisa diajak keluar, sudah sehat tapi kenapa belum bisa diajak keluar?" Dira tampak kesal. Dia menyimpangkan kedua tangannya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ahhh...aunty juga berharap paman bintang cepat sembuh, kangen banget!!" ucap Dani.


" Andra juga rindu, tapi paman harus benar benar sembuh supaya bisa bermain dengan kita...." ucap Laksamana Andra berwajah kecut.


Setelah perbuatan tak terpuji Gabriel, hal yang paling mereka takutkan akhirnya terjadi. Andara mengingat semua kejadian itu dengan cara yang terlalu ekstrim.


Pemicu ingatannya adalah pisau tajam berlumuran darah yang menghitam itu. Andara ingat semua, bahkan ingatan itu sangat menyiksa karena dia hapal seluruh detail penusukan yang dilakukan para penjahat itu padanya.


Saat ini, Andara sedang beristirahat di dalam ruangan perawatan khusus. Bizael dan Arka bekerjasama dengan orang-orang terbaik untuk membantu memulihkan keadaan Andara .


"Dani, kak Zayn sudah tiba,"Ucap Laura yang datang bersama kakaknya Zayn dan kakak iparnya Alexa yang tengah mengandung anak pertama mereka.


"Uncle Zayn, aunty Alexa!!!" si kembar berdiri dan langsung menyambut mereka tanpa lupa menyalam.kedua orang itu.


"Halo sayang, aunty kangen kalian," Alexa memeluk kedua bocah itu demikian juga dengan mereka.


"Hello baby, " Dira mengusap perut Alexa yang mulai membesar. Mereka sudah lama tidak bertemu, karena permintaan Laura dan memang mereka ingin berkeliling negeri itu, Keduanya kembali untuk membantu masalah adik mereka.


"Di mana dia? " tanya Zayn yang tidak pernah berbasa-basi.


"Di ruangan itu kak, kakak masuk saja, " ucap Laura yang dibalas anggukan kepala oleh Zayn.


Seiring bertambahnya usia dan beberapa perubahan lainnya, Zayn berubah menjadi sosok yang sangat tegas dan tidak suka basa-basi. Dia adalah pria yang dibuat jatuh cinta setiap hari dengan istrinya, semua dia lakukan untuk melindungi Alexa dan membuat wanitanya melupakan masa lalu yang kelam .


"Babe, aku ke dalam dulu ya," ucapnya lembut pada sang istri.


"Ishhh.. lihatlah betapa bucinnya pria ini sekarang, hanya ke dalam saja sudah seperti mau berpisah puluhan tahun," celetuk Laura seraya menatap kakaknya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Alexa tertawa, suaminya memang seperti itu, sangat perhatian dan selalu memperhatikan dirinya tetapi akan jadi sangat dingin dan datar ketika berhadapan dengan orang lain.


"Yahh namanya juga cinta kan sayang," ucap Zayn sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Alexa.


Pria itu berjalan masuk ke dalam ruangan perawatan Andara di mana Bizael dan Arka sekarang berada.


Pria itu masuk ke sana. Dani hanya berharap kalau Andara akan segera pulih. Dia takut pria itu semakin parah.


Melihat Dani yang sedih dan lemas tidak seperti biasanya, Alexa dan Laura memeluk gadis itu.


" Tenanglah, dia akan baik baik saja,' ucap mereka.


Sementara itu, di luar rumah sakit, Kevin tengah berada di depan kantor kepolisian sambil menyesap rokoknya. Menatap tajam dan dingin ke arah kantor kepolisian, kesal dan marah bercampur menjadi satu.


Karena perbuatan tak terpuji Gabriel, Andara malah drop.

__ADS_1


puk!!


Simon menepuk bahu pria itu," jangan hanya menonton di sini, ayo kita buat bajingan itu menyesal!" Ucap Simon yang tampak sangat maskulin dengan kumis tipis di wajahnya yang tampan.


"Tuan, apa boleh saya bunuh dia?" tanya Kevin.


"Ku harap kau tidak sungguh-sungguh dengan ucapanmu, sudahlah, ayo !" ucap Simon sambil tersenyum menepuk nepuk bahu Kevin.


Mereka berdua berjalan memasuki area itu. Kantor kepolisian yang sangat dibenci oleh Kevin.


Keduanya masuk ke kantor itu, dan disambut oleh seorang pria yang sangat dekat dengan Simon, seseorang yang dia dan istrinya kenal beberapa tahun lalu.


"Ahhh Simon, kau datang, ikut aku, di mana Laura dan si kembar!!!" ucap pria yang kerap disapa dengan nama Key itu.


"Ahh kau menyambut ku dengan senyuman cerah mu tapi yang kau cari istri dan anak anakku, apa maumu hah!??" Ucap Simon sambil memiringkan kedua matanya menatap pria itu.


Key tertawa," hahahaha... kau masih sama saja, tentu saja aku mencari mereka, mereka menggemaskan, kalau kau sudah tua," ejek Key .


"Key, jangan membuatku berperang denganmu!!" ucap Simon sambil menatapnya dengan tatapan sinis.


Sejenak keduanya saling menatap sampai membuat suasana di sekitar mereka memegang. Kevin saja hanya terdiam melihat keduanya.


" Hahahahaha....." Tiba tiba gelak tawa keduanya terdengar. Berpelukan sekejap lalu saling merangkul, yang melihat mereka hampir saja jantungan dikira akan ada pernah dunia ketiga.


"Ayo masuk," ucap Key sambil tersenyum. Pria itu adalah kepala divisi Satres narkoba yang terkenal karena kepiawaiannya dalam bekerja, selain itu usianya masih muda dan terbilang baru menjabat di posisi.itu.


"aku tidak akan basa-basi Key, Laura pasti sudah membicarakannya padamu kan? tentang kasus itu!" ucap Simon. Kali ini wajahnya serius dan tegas.


"Ahhh aku tahu ini, kalian datang ke sini bukan hanya untuk menggertak pria itu kan? kasus itu dibekukan!" ucap Key dengan wajah masam.


" Dibekukan!? kau tidak bercanda kan!? kau yang mengurus semuanya dari awal, lalu kenapa bisa dibekukan?" tanya Simon heran.


Kasus yang dibekukan umumnya adalah kasus dengan tingkat penyelesaian tersulit dengan teka teki terbanyak dan pelaku yang tidak teridentifikasi.


"Semuanya atas Perintah ketua, apa yang bisa ku lakukan," ucap Key sambil menghela nafas berat.


"Apa kita sedang membahas kasus penyelundupan itu, sudah berbulan-bulan tetapi belum juga menemukan titik terang, apa tidak seharusnya kalian membuka kembali kasus nya?" tanya Kevin.


"Sudah seharusnya, tetapi pria itu sepertinya mempersulit pergerakan Satres narkoba," ucap Key.


" Apa jangan jangan dia juga terlibat?" ucap Kevin dengan nada bercanda sambil menyeruput minuman soda di atas meja itu.


Mendengar ucapan Kevin, keduanya langsung menatap pria itu dengan tatapan nanar.


" A.. apa? aku hanya bercanda, kalian jangan terlalu sensitif!!" ucap Kevin merasa tak enak.


"Tidak mungkin dia terlibat, tapi... bagaimana cara mengetahuinya!??" ucap Key.

__ADS_1


Di saat yang sama, Gabriel memasuki ruangan itu tanpa mengetuk. dia menyelonong saja dengan membawa kotak cokelat berisi barang-barangnya.


Ketiga pria itu terheran-heran dengan etika gabriel tersebut.


" Saya diminta bergabung dengan tim ini, " ucapnya dengan nada datar tanpa rasa hormat sedikitpun. Dia belum memperhatikan pria yang menghajarnya tempo hari duduk di sana


"Jadi bagaimana,apa kasus ini ku serahkan pada Elle saja? dia akan menyelesaikan nya dengan cepat!" ucap Key tak menanggapi Gabriel yang masih berdiri di sana.


"Tentu, tapi kau tidak butuh detektif yang tidak kompeten bahkan tidak punya etika, pecat saja dia!" kesal Simon sambil bangkit berdiri.


Gabriel menatap kedua orang itu, Simon salah satu pebisnis ulung negeri itu dan Kevin si mafia psiko.


" Ka... kau.....


Gabriel terkejut, tapi Kevin sama sekali tidak menanggapi nya.


"Kami pergi dulu, lakukan dengan benar!" ucap Simon yang dibalas anggukan kepala oleh Key.


Simon dan Kevin keluar dari ruangan itu. Key duduk dengan tenang, tetapi wajahnya mengatakan dia akan segera meledak.


Dia duduk diam dan menatap datar ke arah dokumen di atas mejanya.


" Pak, apa yang mereka lakukan di sini,pria itu..pria berambut panjang tadi apa anda tahu kalau dia itu mafia!?" ucap Gabriel tanpa basa basi.


Key mengeraskan rahangnya, dia berdiri dan menata Gabriel yang membuatnya malu di depan Simon.


"KEPARAT sialan!!!" teriak Key sambil melayangkan satu pukulan ke wajah Gabriel.


Bughh...


Pria itu terhuyung sampai jatuh ke atas lantai dengan semua barang yang berhamburan ke atas lantai.


Gabriel terdiam membatu, dia menatap Key dengan tatapan terkejut.


" ARHHHH sialan, kau benar benar membuat tim Satres narkoba menjadi malu Bajingan keparat!!!"


"Keluar kau sana, jangan pernah menginjakkan kakimu di ruangan ini jika aku tidak memintamu bangsat, detektif macam apa kau ini!!!!"


"Pa..pak... tapi.. saya...


"KE. LU. AR!!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2