
Simon menyuapi istrinya dengan penuh kesabaran. Dia bahkan mengusap sisa bubur di pinggir bibir gadis itu. Laura dibuat salah tingkah dengan perhatian suaminya.
Sepanjang sarapan pagi dia terus berdebar dan wajahnya memerah karena malu dan gugup.
“ Apa sudah kenyang” tanya Simon dengan lembut. Laura mengangguk bak anak anjing penurut yang sangat menggemaskan di mata Simon.
“ Lucunya, ahhh aku berdebar lagi,” batin Simon. Tampaknya segala sesuatu yang Laura lakukan bahkan gerakan sekecil apa pun akan terlihat sangat spesial di mata pria yang belum mengenal cinta itu.
Laura menatap Simon dengan jantung berdebar debar. Hanya melihat wajah Simon saja membuatnya bahagia, belum lagi senyum tipis tipis di wajah kaku itu sangat tampan dan mempesona. Rasanya Laura bisa saja terbang ke langit ke tujuh melihat pemandangan indah itu.
Namun kedua netranya menangkap sesuatu yang lain dari wajah pria itu. Simon sedikit pucat dan bibirnya kering tak seperti biasanya. Simon biasanya selalu terlihat segar tetapi hari ini meskipun dia terlihat bersemangat tetapi beberapa kali Laura jelas mendengar hela nafas pria itu dan hawa panas dari hembusan nafasnya.
“ tuan Anda baik baik saja?” tanya Laura pelan setelah dia menenggak air putih hangat buatan suaminya.
“ hmm? Aku baik, sebentar ya, ku rapikan duku,” ucap Simon yang dnegan sigap membersikan meja bekas makan istrinya.
Hendry, Zayn dan anak buah yang melihat hal ini sudah bisa menebak kalau Simon akan menjadi seorang suami yang siaga jika suatu saat nanti istrinya hamil. Siaga dan juga posesif pastinya padahal hubungan mereka belum sedekat itu tetapi Hendry dan yang lainnya sudah bisa melihat gambaran Simon di masa depan.
Simon melakukan semuanya sendiri. Dia tidak mau dibantu sepertinya pria ini sedang cari perhatian dari istrinya. Dia juga menikmati perannya sebagai seorang suami entah sejak kapan dia merasa bahagia dengan hal ini.
Padahal Simon yang biasanya dilayani tapi sekarang dia yang melayani istrinya sungguh ajaib dan luar biasa perubahan sikap pada pria gila ini.
Setelah selesai, dia datang dan membawakan Laura dokumen itu. Dokumen yang sudah dia baca sendirian dan isinya membuat dia syok.
“ ini dokumennya,” ucap Simon sambil menyerahkannya pada Laura.
“ terimakasih tuan,” ucap Laura sambil menatap Simon dnegan mata penuh haru.
“ kenapa menatapku begitu?” tanya Simon heran.
“ apa aku melakukan kesalahan? Atau ada hal yang tidak kau sukai?” tanya simon.
Laura menggelengkan kepalanya. Melihat betapa Simon memperhatikan dan memperlakukannya dengan begitu lembut dan baik. Laura merasa kalau dirinya berharga. Laura merasa kalau dia benar benar diterima di sisi Simon yang adalah orang yang sangat berpengaruh.
__ADS_1
Hati Laura berbunga bunga. Tak bisa dia pungkiri kalau dirinya sangat bahagia dengan segala bentuk perhatian Simon bahkan sekecil apa pun itu.
Hatinya yang haus akan perhatian dan kasih sayang dipuaskan dengan perhatian kecil dan lembut dari Simon.
Simon terlihat bingung. Dia tidak tahu menghadapi wanita jika sudah begini. Tak tahu masalahnya di mana tetapi Laura tampak akan segera menangis tersedu sedu terlihat dari kedua matanya yang mulai membendung air mata yang siap tumpah.
“ Tuan... Bisakah Anda berdiri dan mendekat?” pinta Laura dengan lembut.
Simon menurut saja, dia berdiri tegap dan mendekat ke arah Laura tanpa tahu apa maksud istrinya.
Laura menatap simon, air matanya tumpah begitu saja. Gadis itu menghamburkan pelukannya dan memeluk pinggang Simon dengan erat sambil menangis penuh haru.
Mereka semua terkejut. Zayn dan Hendry bahkan tak menyangka akan terjadi hal ini. Mereka sampai terkejut karena Laura menangis tiba-tiba.
Laura memeluk Simon dengan erat. Kedua tangan Simon terangkat ke atas tak tahu harus berbuat apa, dia merasa tidak melakukan kesalahan apa pa tapi kenapa istrinya menangis?
“ Hei Laura, apa aku menyakitimu lagi? Katakan padaku apa kesalahanku, kenapa kau menangis?” tanay Simon dengan polosnya.
Kepolosan yang hakiki yang membuat Zayn dan Hendry terdiam sambil menahan tawa karena Simon tak kunjung mengerti dengan situasi nya.
“ Tidak, aku mau melihat mereka uwu uwuan, akhirnya tuan muda bahagia hiks hiks.. ini memuaskan,” celetuk Hendry yang nyatanya malah sudah bersimbah air mata.
“ Dasar si kolot cengeng ini, kenapa malah kau yan menangis bangsat, ayo keluar dasar cengeng,” Zayn menarik Hendry begitu saja seperti menarik karung beras dan menyeretnya keluar dari ruangan itu uuntuk memberi ruang pada Laura dan Simon dalam menambah benih benih cinta mereka.
Sementara itu Simon masih terdiam membatu. Laura memeluknya dnegan erat.
“ Terimakasih tuan, “ucap Laura.
Simon akhirnya paham. Haus akan kasih sayang adalah hal menyakitkan yang bisa jadi boomerang bagi yang merasakannya. Jika tak bertemu orang yang tepat dia akan dimanfaatkan atas kelemahannya , jika bertemu orang yang tepat maka dia akan hidup bahagia.
Tangan Simon yang menggantung di udara turun ke punggung Laura dan menepuk punggung kecil itu dengan lembut.
“ Tenanglah,” ucap Simon sambil mengangkat dagu Laura dan menatap wajah yang bersimbah air mata itu.
__ADS_1
Jari jarinya mengusap wajah Laura dengan lembut. Lagi lagi getaran itu seolah semakin menggebu gebu saat Simon menatap wajah istrinya.
Simon duduk di depan Laura dan menatapnya dengan lembut,” kenapa kau menangis?” tanya Simon.
“ saya terharu, Anda... Anda yang jelas orang besar memperlakukan saya seolah saya benar-benar berharga, terimakasih banyak tuan, saya .. saya sangat bahagia,” Laura mengungkapkan isi hatinya.
“ Saya bersyukur bertemu dengan orang seperti Anda,” ucap Laura.
Simon menatap Laura dengan dalam seolah dia akan masuk ke dalam jiwa gadis itu. Tatapannya lembut dan teduh membuat Laura berdebar lagi.
“ Apa kau tahu orang seperti apa aku ini? Aku hanya seorang pembunuh Laura, kenapa kau bisa bersyukur bertemu dengan ku? Kalau kau tahu seperti apa aku, kau mungkin akan pergi seperti orang orang lain yang pernah singgah di hidupku,” ucap Simon.
Laura menatap pria itu, dia tahu kalau simon mengutuk dirinya sebagai anak tidak berguna karena menewaskan orangtuanya. Tetapi laura menunggu Simon menceritakan semuanya pada dia.
“ Mereka pergi mungkin karena belum tahu kalau di dalam sini..” Laura menunjuk Dada Simon,” ada sosok manusia paling hangat dan baik hati yang bahkan menerima gelandangan seperti ku ke dalam rumahnya, mungkin mereka hanya melihat sisi buruk Anda tuan, tapi saya tidak melihat keburukan itu pada Anda,” jelas Laura sambil tersenyum dengan tulus.
Simon termangu, dia menatap gadis itu mencari kebohongan atau keraguan di mata Laura tapi tak ditemukannya.
“ Anda orang yang baik, apa yang terjadi di masa lalu tak bisa kita kendalikan dan itu bukan salah Anda tuan, saya juga seperti itu, saya tidak menyalahkan ibu saya yang melahirkan saya ke dunia ini, karena dia saya bertemu orang seperti Anda, orang yang berhati lapang dan hebat, sekalipun orang selalu menilai Anda dnegan penilaian yang salah,” ucapnya lagi.
Deg... deg.... deg...
Jantung Simon berdetak kencang. Seketika pipinya memerah dengan sempurna. Dia benar benar dibuat mati kata oleh Laura. Salah tingkah sampai membuatnya sesak nafas. Belum pernah dia mendapatkan kekuatan seperti ini, belum pernah dia mendapatkan penghiburan seperti ini, rasanya menakjubkan dan seolah beban di hatinya berkurang.
“ Ekhmm.. omong kosong, dasar pembual, jangan banyak bicara , buka saja dokumennya, huhh...”Simon terlalu gugup, dia menyentil kening Laura dan berdiri dengan cepat untuk mencari pasokan udara saking gugupnya karena tatapan lembut Laura.
Laura terkekeh, dia menatap Simon lalu beralih ke dokumen di depannya. Rasanya dia sangat gugup melihat dokumen rahasia itu.
“ aku benar benar gugup,” ucap Laura.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗