
Ella menarik kepala kedua gadis nakal itu dan menyeret mereka ke dalam ruangan itu dan..
Bruk!
Mereka berdua dilemparkan begitu saja ke atas lantai.
“ Srkhhh sialan, beraninya kau.. dasar jal4ng murahan!” teriak Mika sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit karena di tarik oleh Ella.
“ kau yang murahan, dasar bodoh! Tidak tahu malu dan tidak tahu diri, bagaimana kalau sampai orang tua kalian tahu hal ini dan melihat semua aksi kalian, hihihih aku yakin ayahmu akan langsung serangan jantung Nike dan kau Mika, kau pasti akan diusir dari rumah,” ucap Ella sambil tertawa.
katakan saja dia gila, tetapi aksi gadis itu berhasil membuat Mika dan yang lainnya menggeram kesal.
“ Sialan, mati kau..” Ben berjalan dari belakang smabil mengangkat kursi dan..
Brakhhh! Kepala Ella di hantam dengan menggunakan kursi itu sampai gadis itu hampir saja terhuyung. Darah mengalir dari keningnya, Ella masih terdiam di tempat tanpa menoleh. Ben di buat syok karena gadis itu sama sekali tidak tumbang.
“ si.. sial! Umpat Ben sambil berjalan mundur dengan wajah ketakutan.
Ella mengeraskan rahangnya. Dan di mulailah latihan balet gadis itu dia melompat bak penari balet, melayang dan...
Syuungg! Brakhh... bughh! Bugh! Bugh!
Ben di hajar sampai babak belur di tangan gadis psiko itu. Pria itu terkapar di atas lantai dengan wajah bonyok.
Mereka sangat terkejut melihat kemampuan bertarung gadis itu.
‘Siapa kau, kau bukan anak SMA kan?“ tanya Ben sambil menatap Ella dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana bisa ada gadis SMA se bar bar dan sekuat itu!?
" owhh tentu saja aku anak SMA tetapi itu delapan tahun yang lalu adikku," ucap Ella sambil tertawa.
"DIMANA JOSUA!!" tanya gadis itu sambil menatap mereka berempat dengan tatapan tajam dan penuh kharisma.
"Katakan padaku.." Gadis itu mencekik leher Tom lagi.
"DI. MANA. JO.SUA!!!"ucapnya penuh penekanan.
"ti..tidak tahu, kenapa kau tanya pada kami!!!" pekik Tom.
Erkhhh....
"Kau mau main main denganku!? aku tau kalian yang membawanya, mau bilang apa kalian bangsat!? ha!? kau bilang tidak tahu!??? otakmu di mana sialan!!!!"
"Kami memang tidak tahu, a..awalnya dia kami sekap di sini, tetapi saat kami tiba tadi dia sudah tidak di ruangan ini, mu.. mungkin saja dia kabur!!!" ucap Mika dengan gugup.
Ella bukanlah lawan mereka.
Bugh!!!
Gadis itu memukul wajah Tom dengan sekali tinju, dan berakhir teler dan terjatuh ke lantai dengan kepala pusing berat.
"Lalau kenapa kalian melakukan itu pada mereka!? kau menyiksanya dan paling sialnya bajingan ini memperkosa Vanya!!!"
__ADS_1
Ella menginjak tangan Tom dengan sekuat tenaga sampai pria itu berteriak histeris karena kesakitan.
" Saaakiiitt.... arrkhhhhh sialan!!!sialan!!!!! lepaskan!!!!" Tom menjerit kesakitan.
Ella tampaknya sangat tidak berperasaan sampai tega menginjak pria itu dengan sepatunya yang keras bahkan hampir mematahkan tangan Tom.
“ itu pantas kau dapatkan!"
Melihat Tom di hajar oleh Ella, Mika dan yang lainnya mencoba kabur dari tempat itu. Merangkak pelan pelan ketika Ella tidak memperhatikan mereka. Tetapi sialnya, Ella bukan orang yang bisa mereka Tipu.
Gadis itu langsung menutup pintu dengan keras.
“ kalian harus merasakan apa yang dirasakan oleh Vanya dan Josua karena perbuatan bejat kalia!!” Ella menghajar mereka berempat dengan cara yang sangat brutal.
Tidak peduli jika mereka merintih kesakitan, Ella akan balaskan perbuatan mereka pada Vanya dan Josua dengan cara yang sama seperti mereka lakukan.
Anak anak tak bermoral yang menganggap orang lain selalu lebih jauh dibandingkan dnegan mereka yangh memiliki hidup enak. Berbuat semaunya sampai orang lain jadi korban.
“ ampun... hiks hiks hiks...aku salah, aku menyesal, maafkan aku...”
“ ampun.... ampun aku salah...”
Mereka semua menangis sesenggukan, tubuh mereka terasa sakit dan perih karena dihajar oleh Ella. Mereka duduk berlutut memohon maaf agar mereka dilepaskan.
“ Itulah yang dirasakan oleh Vanya, josua dan anak anak lain yang kalian Bully, apa kalian pikir kalian lebih tinggi dari mereka hanya karena orangtua kalian kaya dan punya pengaruh ? hah tidak!!”
“ Kalian bahkan lebih rendah dari binatang, perilaku kalian sangat menjijikkan dan terhina, apa kalian berhak melakukan itu pada orang lain, jangan pikir hidup kalian akan mudah setelah ini, aku akan memastikan, di mana pun kalian berada hidup kalian akan penuh dengan penyesalan!” ucap Ella dnegan tegas.
Anak anak seusia mereka sudah sebrutal dan separah itu karakternya.
“ Ben!!!” teriakan ayah Benny Terdengar menggelegar di dalam ruangan itu, bahkan suara orangtua yang lain juga terdengar begitu kencang.
Benny, Mika, Tom dan Nike terduduk dengan wajah malu . Sudah babak belur dan sekarang neraka kedua mereka telah tiba .
“ Arrhhh Mika kau mempermalukan Mama, kau membuat malu seisi keluarga kita dasar anak sailan!!”
“ nike sudah berapa kali kukatakan untuk tidak berbuat sembarangan, dasar menjengkelkan!!!”
“ Tom kau akan berangkat ke luar negeri, kau tidak boleh kemabli ke negara ini lagi, kau membuat malu mendiang ayahmu dasar anak durhaka!!!” teriak Ibu Tom.
“ ti... tidak aku salah mom.. jangan... jangan kirim aku ke luar negeri, kumohon jangan!!! Jangan Mom hiks hiks hiks aku salah, aku salah Mom ku mohon jangan!” pinta Tom sambil menangis sesenggukan.
Plak!!!
“ Anak sialan, kau pulang denganku hari ini, seret dia!!” titah Ibu Tom dnegan wajah kesal setelah memukul wajah anaknya.
Tom di seret begitu saja tetapi langkah mereka dihentikan oleh anak buah Dani.
“ Jangan pikir kalian bisa membawa dia begitu saja sebelum bertanggungjawab atas apa yang telah dia lakukan pada korbannya, tidak semudah itu nyonya,” tegas Dani sambil menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Dia anakku, yang atur aku, bukan dirimu!!!" Kesal ibu Tom.
__ADS_1
"tetapi dia telah melakukan tindakan kriminal!!" Ucap Kevin dengan tegas.
tentu saja para siswa dan guru terkejut melihat Kevin, Ella dan Dani yang ternyata menyamar menjadi anak SMA untuk menangkap para berandal yang membuat kekacauan itu.
"Bawa mereka ke kantor polisi!" Ucap Kevin dengan tegas.
"Tidak tunggu dulu, anak di bawah umur tidak akan menerima hukum kan!? Tidak ada undang-undang untuk itu, maka mereka bebas!!" Ucap ayah Mika.
" Benar, mereka tidak bisa dibawa!!!" Tambah ibu Nike.
Mereka semua berusaha untuk menyelamatkan anak mereka, berusaha untuk menutupi semuanya dari dunia kalau mereka malu dengan anak mereka yang berasal bahkan sampai hampir menghilangkan nyawa orang lain.
"Apa jadinya nanti bisnis kami jika publik tahu hal ini, kalian minta bayaran berapa akan ku bayar!!! Tapi jangan libatkan Ben!!" Ucap ayah pria itu mempertaruhkan uangnya demi nama baik bukan demi putranya.
"benar berapa yang kalian mau, dia memang nakal tetapi perbuatannya tidak akan ku biarkan merusak Bisnisku bahkan merusak citra sekolah ini!! Akan ku bayar berapa pun itu!!' tambah ayah Mika.
Tampaknya orang tua keempat siswa itu tidak mau nama mereka rusak, satu-satunya jalan adalah mereka rela membayar mahal demi
"Bahkan sampai akhir pun, Papa masih memikirkan nama baik papa!??" Benny menatap sang ayah dengan tatapan kecewa.
"Kurang apa lagi Pah!?? Benny juga begini karena cari perhatian Papa!!! Papa tidak pernah benar benar memperhatikan kebutuhan Benny!!!" Teriak pria itu sambil menangis.
"APA LAGI YABG KURANG HAH!?? KAU PUNYA ORANGTUA YANG KAYA, PUNYA UANG, PUNYA FASILITAS, KAU MAU APA LAGI ANAK SIALAN!!!" Pekik ayah Benny.
"Aku bukan butuh uangmu pa, aku butuh perhatianmu!! Setelah Mama pergi dengan prianya Papa sama sekali tidak mempedulikan aku!! Yang aku butuh itu Papa!!!" Ucap pria itu sambil menangis sesenggukan.
anak-anak itu sangat malang, tetapi tetap saja perbuatan mereka salah.
"Aku akan ke kantor polisi, aku kan menebus semua perbuatan ku pada Vanya dan Josua, aku menyesal, aku melampiaskan semuanya pada mereka, aku akan dihukum aku menerimanya!!" Ucap Benny sambil menunduk di depan mereka semua.
Mika, Nike dan Tom pun demikian, rasanya sangat kecewa melihat orang tua mereka lebih mementingkan harta dan jabatan mereka dibandingkan dengan perasaan anak-anaknya.
"Kami akan mempertanggungjawabkan semua yang kami perbuat kepada mereka termasuk anak-anak lain yang kami bully!" Ucap mereka berempat menyesal.
Salah pergaulan dan kurang kasih sayang membuat mereka seperti itu. Orangtua mereka sibuk mencari uang, sibuk mengejar dunia sampai melupakan anak anak mereka yang butuh perhatian bukan hanya uang.
"Nah begini kan bagus adik-adik, kalian pasti akan jadi orang yang hebat, tidak seperti orangtua kalian, sekarang ikut kami ke tempat rehabilitasi, kalian akan dirawat, dididik dan dibentuk karakternya di sana, apa kalian mau?" Tanya Dani.
"Apa tempat itu lebih baik dari dunia yang kamu jalani? Jika iya, aku akan ikut!" Ucap Mika.
Dani dan tim Aryn tersenyum, mereka punya tempat pelatihan bagi anak anak nakal yang kurang kasih sayang dan salah pergaulan.
Tidak melulu dihajar dengan kekerasan, ketika seseorang masih bisa berubah, mereka akan membawanya menuju tempat rehabilitasi.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1