Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
98


__ADS_3

“ Wohhooooo... happy wedding Day!!" teriak Diego sambil berayun dengan tali dari ujung belakang taman pernikahan sampai ke ujung depan taman sembari menaburkan bunga pernikahan hingga membuat semua orang tertawa bahagia melihat kelakuan konyol tukang kayu tampan itu.


“ Ahhahhah uncle Diego jadi tarzan ahahahaa..” Alesha tertawa bahagia sambil menunjuk Diego . Dia duduk dalam pangkuan ayahnya, tertawa manis dengan gaun putih berenda yang sangat cantik. Rambutnya yang ikal dan panjang di kucir setengah dengan sebuah pita di kepalanya.


Duduk anteng di pangkuan ayahnya yang baru saja telah mengucapkan janji pernikahan dengan Obelia, perempuan yang kini menjadi ibu bagi Alesha.


Obelia sangat cantik dengan sanggul sederhananya, tiara cantik di atas kepalanya dan anak rambut yang jatuh ke kiri dan kanan. Tubuhnya yang setinggi bahu Sadrakh menjadi sedikit lebih tinggi dengan heels putih yang dia kenakan.


Gaun cantik hasil desain Laura dia kenakan. Bentuknya membuat gadis itu terlihat seperti putri dari kerajaan duyung. Bagian pinggang yang kecil dan bagian dada yang pas dengan tubuhnya. Sangat cantik dan menawan.


Berdiri berdampingan dengan Sadrakh dan jelas sekali membuat semua orang terpana dengan kecantikan Obelia.


Acara pernikahan yang digelar secara privat di sebuah taman indah yang hanya di hadiri oleh orang orang tertentu saja tetapi diberitakan sampai ke seluruh dunia tanpa mengekspos informasi tentang Obelia.


Pernikahan sang koki hebat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pebisnis. Sadrakh menjaga privasi istrinya dan membuat Obelia tetap nyaman dan aman di dekatnya.


Mereka semua tertawa. Diego sangat menikmati acara ini meskipun kepalanya di penuhi dengan berbagai taktik untuk membalas perbuatan semua orang yang terlibat dengan masa lalu Gretta.


Sekalipun dia tertawa seperti monyet yang baru lepas dari kandang, dia selalu memperhatikan Gretta yang bersama sama dengan Laura, memastikan apakah gadis itu bahagia atau tidak saat ini.


“kau cantik,” puji Sadrakh seraya melirik Obelia sambil tersenyum lembut dan hangat.


Obelia tersipu malu, dia tersenyum dengan wajah memerah, baru saja mendapat pujian dari pria yang kini berstatus suaminya sudah membuat dia jantungan bukan main. Rasanya perut gadis itu menggelitik, seperti ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan di perutnya saat ini.


"Terimakasih tuan," balas Obelia malu malu.


"Kenapa panggil tuan? Kita sudah menikah Obelia, ubah panggilanmu," ucap Sadrakh.


Obelia terkejut, dengan apa dia akan memanggil Sadrakh. Yang benar saja, mengubah panggilan bahkan bisa sampai sesulit ini.


"Emmm.. haruskah?" Tanya Obelia.


"Harus Mommy cantik, benar kan Alesha sayang?" Celetuk Sadarkah sambil mencolek gemas pipi putrinya.


" hu um... Panggil sayang saja Mom, seperti uncle Simon dan onty Laura hehehehe...." Celetuk Alesha sambil tertawa. Dia sangat menggemaskan.


" Ehh ja..jangan, terlalu cepat, Mom belum nyaman sayang," ucap Obelia sambil tersenyum malu.

__ADS_1


Sadrakh semakin dibuat berbunga dengan kelakuan Obelia yang menggemaskan," Ya sudah pikirkan saja apa panggilan yang kau inginkan, nanti aku ingin mendengarnya setelah semua acara ini selesai," ucap Sadrakh.


Obelia mengangguk, dia tersenyum kikuk saking bingungnya harus membagikan Sadrakh dengan sebutan apa.


Pesta berlangsung dengan sangat meriah, meski diadakan privat tetapi semuanya tampak senang dan bersorak gembira atas pernikahan ini.


Kedua orang tua mendiang istri Sadrakh menghampiri pria itu bersama Diva dan suaminya yang melaksanakan pernikahan seminggu sebelum pasangan itu menikah.


Ayah mendiang istri Sadrakh menghampiri dan memeluk Sadrakh sedangkan Ibu istrinya memeluk Obelia sambil menangis sesenggukan.


"Terimakasih sayang, terimakasih banyak karena telah menerima Alesha dan mengubah Sadrakh, kami yakin kamu akan jadi ibu yang hebat!" Ucap wanita itu sambi menangis.


Obelia tersenyum, " Saya akan bertanggung jawab nyonya, saya janji akan memberikan kebahagiaan untuk Alesha," ucap Obelia menenangkan wanita tua dan renta itu.


Setelah Sadrakh menikah lagi, mereka akhirnya bernafas lega karena pria itu bisa bangkit dan mempedulikan putrinya.


Mereka sengaja mengatakan pada Sadrakh bahwa mereka membenci Alesha, dengan tujuan pria itu menjemput dan merawat Alesha untuk mendekatkan hubungan mereka.


Semuanya kini bernafas lega. Sepanjang acara dimulai, senyuman indah itu tak lekang di wajah tiga orang itu. Sadrakh, Obelia dan Alesha tampak sangat bahagia. Tersenyum sempurna dengan mata berbinar menatap ke arah kamera.


Tepuk tangan meriah mereka berikan. Sadarlah dan Obelia di berikan banyak hadiah oleh orang orang yang datang.


"Woi anakku, mau dibawa ke mana!?" Teriak Sadrakh.


"Pinjem dulu bro," celetuk Diego yang tiba tiba Muncul bersama si bumil cantik dan langsung mengiring mereka menuju mobil baru pengantin yang di hias sekian rupa dengan tulisan "Got Married not by Ancident!"


"Lah mau ke mana kak!?" Tanya Obelia kebingungan. Keduanya di dorong masuk ke dalam mobil dengan kap terbuka.


"Sudah sana nikmati malam pertama dengan suami baru, hahaha happy wedding my beautiful Obelia!!" Seru Laura sambil mencubit gemas pipi Obelia.


Pasangan pengantin baru itu sama sama tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh mereka. Pasrah saja mereka mengikuti keinginan orang-orang itu.


Supir sudah menunggu mereka dan siap membawa mereka menuju bulan madu yang indah.


"Bye bye Mommy, Daddy, jangan lupa bawa Dedek kalau sudah pulang ya!!" Seru Alesha dengan polosnya.


Siapa lagi yang mengajari kalau bukan si bar bar Diego.

__ADS_1


" Pfthh bwahhahahahhhaa....." Mereka semu tertawa terbahak-bahak mendengar celetukan anak kecil itu.


Obelia sampai tersipu malu dan Pipi Sadrakh malah memerah seperti kepiting rebus saat mendengar selorohan putri kecilnya yah Menggemaskan dan pintar.


" bye bye uncle aunty, Ezky pengen Dedek pokonya!!" Seru Ezky sepupu Alesha.


" Wahhh dasar Diego kampret, kau mengajari apa pada anak kecil!!" Protes Sadrakh.


Diego tertawa cekikikan," nggak ada tuh, mereka cuma nitip Dedek loh, gak nitip yang lain, ingat ya bawa Dedek, jangan pulang berdua, semua sudah kami siapkan!" Seru Diego sambil mengedipkan sebelah mata.


Sadrakh dan Obelia saling menatap sejenak dengan wajah memerah karena malu.


Pletak," kemari kau, jangan terus kau goda nanti unboxingnya gak jadi kampret!" Zayn dan Hendry menarik Diego dari dekat mobil.


"Silahkan berangkat, semoga tambah satu ya!" Celetuk Hendry.


" Cepat sana, nikmati fasilitas nya dan ekhmm... Moga unboxingnya lancar bro and sist!" Tambah Zayn tak kalah mesumnya dengan kedua pria barusan.


"Dasar aneh, kalian membuat Obelia takut!!" Ketus Sadrakh.


" bWahahhahahahaha......


Mereka semua tertawa terbahak-bahak sambil mengantarkan pasangan baru itu menuju dunia baru mereka. Segalanya telah dipersiapkan dengan matang, dan mereka tau pasti keduanya tidak akan kecewa.


"Apa semua sudah beres kak!?" Celetuk Laura seraya berbisik di telinga Diego.


"Sip beres Bu bos, semuanya akan lancar jaya sampai adonan jadi dan di cetak, hahahahha apa yang tidak bisa ku kerjakan!" Celetuk Diego seraya mengusap ujung hidungnya.


" Ckckkckxkx apa lagi yang dua manusia ini rencanakan," Simon geleng-geleng kepala sambil menggendong Alesha dan menatap Diego juga istrinya dengan tatapan pasrah.


Diego dan Laura bak paket lengkap yang tidak bisa dipisahkan.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2