Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
198 Season 2 : syok


__ADS_3

"Andara kapan pulang, lama sekali!!!" Teriak Dani saat dia melihat wajah kekasihnya di layar ponselnya.


"Dani Andara rindu sekali, tapi.. Aku pulangnya masih lama lagi, masih banyak yang harus dipelajari, huhh... Orang orang disini menyebalkan, mereka terlihat seperti robot!!" Celetuk Andara sambil berwajah kecut.


"hahaha ... Bertahanlah di sana, ini juga untuk kebaikanmu, dan kamu yang pilih bukan? Apa kamu sehat? Ada yang mengganggu mu di sana?" Tanya Dani sambil menikmati cemilannya.


"Kabarku sangat baik, di sini kita bisa melihat bintang dengan lebih jelas lagi, banyak peralatannya di sini aku sudah melihat planet Venus dan Mars itu sangat menyenangkan!!!" Ungkap Andara.


"Bintang bintang di sini sangat banyak bahkan komet beberapa kali terlihat melintas, itu luar biasa!! Dani juga harus datang ke sini kita harus melihatnya bersama-sama, indah sekali berwarna warni seperti permen lolipop si kembar!!" Celetuk Andara panjang lebar.


salah satu yang membuat dia nyaman bersama teman temannya di negara asalnya adalah, kenyataan bahwa mereka akan mendengarkan semua celotehannya yang tak ada hentinya Tentang Bintang bintang di langit dan keajaibannya.


Sampai sampai tim Aryn dan karyawan Kent grup menyebutnya sebagai ensiklopedi antariksa berjalan, saking banyaknya pengetahuan Andara tentang Antariksa.


Andara bercerita panjang lebar. Sebab jika siang hari, dia tidak menyentuh ponselnya sama sekali dan melakukan semua pekerjaan dan tugasnya dengan baik dan mendapatkan nilai sempurna.


Itu sebabnya di malam hari dia selalu mengubungi Dani dan kakak laki-lakinya yang sedang dirawat intensif di rumah sakit. Bizael sendiri sudah semakin membaik setelah mendapatkan perawatan.


Prosedur operasi akan dilakukan untuk membuat jantung Bizael tetap aman.


"Andara, aku merindukanmu," ucap Dani lagi, tetapi kali ini dengan nada lirih. Gadis itu merasa sedih karena Andara harus berpisah dengan dirinya.


Andara menatap ponselnya, dia menatap benda itu seolah sedang menatap Dani yang sebenarnya.


Bibir pria itu melengkung ke atas, kedua matanya juga ikut tersenyum,"itu artinya Dani benar benar masih mencintai Andara, karena Aku juga merasakan hal yang sama, sangat merindukanmu sampai mau mati rasanya," ujar Andara.


"Dani, tetap semangat ya, kak Bizael saja bisa bangkit dan lebih semangat, masa Dani tidak bisa? Kamu pasti bisa sayang," ucap Andara menirukan cara bicara Simon pada Laura yang sering dia amati.


Dani terbelalak, pipinya bersemu merah, jantungnya berdegup kencang.


"sa..sayang? Andara.. siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu!?" Tanya Dani tidak percaya.


Andara tersenyum sambil menunduk dengan pipi merah. Dia sudah sangat hebat mengendalikan ekspresinya.


"Andara pelajari dari nyonya Laura dan Simon heheh, mereka pasangan yang sangat manis dan romantis, aku ingin kita juga seperti itu nanti!!" Ujar Andara sambil tersenyum malu malu di depan Dani. Gerakan kikuk jari jarinya mulai beraksi, dia menatap ke kanan dan kiri pertanda dia gugup, malu dan merasa senang di saat yang sama.


"arkhh bisa gila aku, kau menggemaskan sekali, Andara aku mau bertemu denganmu, kau sangat menggemaskan wahhhahahah...Andara... Andara ku yang manis!!!!" Seru Dani tertawa cekikikan saking gemasnya melihat tingkah absurd Andara.


Andara juga tertawa, dia mengekspresikan dirinya dengan sangat baik, berkembang begitu cepat karena sejujurnya Andara ingin cepat pulang .


Setiap hari mereka berbincang, Dani juga selalu memastikan kakak Andara sehat dan tetap aman terutama ketika orangtua mereka mulai menunjukkan diri mereka.

__ADS_1


Setelah selesai berbincang dengan Andara yang akan tidur di langit malam Amerika, Dani kembali ke aktivitas biasanya dengan penuh semangat.


"Dan, akhir-akhir ini banyak kasus bully, apa kita tidak membantu para korban!?" Kevin dan Ella berjalan menghampiri gadis itu dengan beberapa dokumen dan juga laptop yang dibawa bawa oleh Kevin.


"Bully? Kita bisa membantu korban tapi belum ada yang melapor pada kita, jangan mengambil resiko yang membuat kita sok jagoan, biarkan mereka yang datang," ujar Dani.


"Ahhh tapi kasihan mereka, " ucap Ella.


"Apa boleh buat, lagipula kasus kasus itu sudah ditangani oleh kepolisian, jadi kita tidak perlu khawatir," ujar Dani.


Sekalipun mereka membantu menyelesaikan masalah, mereka juga tidak bergerak sembarangan. Laundry Happy hanya bergerak ketika ada yang mendatangi mereka atau dalam keadaan urgent di mana korban memang butuh keadilan!


"Ayo ke toko laundry, Sepertinya cucian semakin banyak, tim lain juga kan sedang mengawasi beberapa kasus yang mungkin bisa kita bantu,"ujar Dani.


"Baiklah, kita sebaiknya segera ke sana!" Ucap Ella.


mereka berangkat menuju toko Laundry, naik kendaraan yang sama menuju markas rahasia mereka.


Dalam hitungan menit mereka sudah tiba di toko Laundry dan sudah memakai seragam kerja Laundry yang biasa mereka kenakan jika mengunjungi toko itu. Tentu saja untuk mengelabui orang yang tidak tahu fungsi toko mereka.


"Hey bagaimana pengembangan aplikasi baru,apa sudah ada kabar!?" Tanya Kevin.


Ella sendiri sedang memeriksa kendaraan nya saat Dani dan Kevin masuk ke dalam. Memeriksa apa saja yang perlu ditambah untuk fungsi bar kendaraan itu.


Saat dia asik memeriksa, suara teriaka beberapa orang berhasil mengagetkan gadis itu.


"Ada.. apa!?" Gumamnya sambil berjalan ke pinggir jalan .


"Ya ampun!!!!"


Betapa syoknya dia saat melihat gadis muda yang sudah babak belur bersimbah darah dengan luka di sekujur tubuhnya berjalan terseok-seok dengan nafasnya yang tersengal-sengal.


Perempuan yang masih memakai gaun perkabungan itu, berjalan dengan setengah tubuhnya hampir saja hancur. Ella syok!


Dia terkejut bukan main saat melihat Vanya, perempuan muda yang dia dan Dani lihat di pemakaman waktu itu kini ada dalam keadaan menyedihkan.


"Ya.. ya ampun, Dani!! Dani perempuan itu Dani!!!!" Pekik Ella panik, tanpa basa basi dia berlari ke arah Vanya.


Ella Tremor, dia ketakutan, tapi masih berusaha mendekati Vanya.


Karyawan Laundry yang mendengar suara itu sontak keluar. Dani, Kevin dan anggota mereka yang lain langsung berhamburan keluar melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


Hal ini jadi sorotan, belum lagi gadis itu datang ke pasar yang cukup ramai.


Ella gemetar, dia menatap gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


"A... Apa yang terjadi padamu, kenapa begini!!!!" Tanya Ella.


Gadis itu menangis, merintih kesakitan, bersuara pun dia tidak bisa, lehernya bengkak dan ungu.


Dia menatap Ella dengan suara merintih meminta tolong.


Seketika bayangan masa lalu Ella terputar di memorinya. Saat dia bersimbah darah, meminta tolong karena jadi korban bully di sekolah.


"arkhhh... Akhhh.... "


Gadis itu menangis sesenggukan sambil menatap Ella, tangan dan kakinya lemas wajahnya babak belur.


Bruk!!


Vanya terjatuh ke atas jalanan yang keras dan dingin.


Ella terdiam membisu begitupun anggota laundry yang lain. Semua yang melihat Vanya syok, mereka sangat terkejut melihat penampilannya yang berantakan dan semua luka pukulan di wajah dan tubuhnya.


"Tolong dia, cepat!!" Titah Dani yang langsung gerak cepat membantu Vanya.


Ella terdiam gemetaran, trauma panik dan Tremor bercampur menjadi satu.


"Kevin perhatikan Ella, dia.. dia pasti panik!!" teriak Dani.


Ella gemetar, dia menangis sesenggukan lalu berlari ke arah motornya dan pergi dari sana dengan pikiran yang kacau.


"Ella tunggu!!!" teriak Kevin tak sempat mengejar Ella.


"Haihh biarkan dulu, dia pasti kumat lagi, kita urus gadis ini dahulu Kevin!" ucap Dani.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2