Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
99


__ADS_3

Sadrakh dan Obelia telah tiba di Hawai setelah hampir seharian penuh dalam perjalanan yang panjang dan tentunya tidak melelahkan karena mereka diberikan pelayanan yang menyenangkan dari kru pesawat.


Obelia dan Sadrakh mendapatkan spa pribadi di dalam pesawat dengan kamar masing-masing. Turun dari pesawat mereka mendapatkan tubuh yang bugar dan segar dengan kulit yang lembut dan wangi karena pelayanan spa dalam pesawat yang sudah disiapkan dengan matang oleh teman teman mereka yang gila .


“ Wahhh apa semua pesawat memberikan layanan spa seperti ini? Kulitku jadi benar benar lembut tuan,” ucap Obelia yang takjub dengan kulitnya yang lembut dan harum seperti kulit bayi. Wajahnya dirias netral, pelembab bibir merah muda dan perona pipi yang ringan di bubuhkan membuatnya tampak sangat cantik dengan rambut ikalnya yang panjang dan digerai.


Sadrakh terkekeh melihat betapa polosnya gadis itu, dan tentu saja seorang Sadrakh dibuat terpukau dengan betapa cantik dan manisnya Obelia dalam balutan gaun tali spagethi berwarna cokelat susu dan topi pantai yang lebar menutupi kepalanya.


“ Tidak semua, ini hanya diberikan khusus pasangan pengantin baru,” jawab Sadrakh sambil tertawa.


Mata Obelia membulat,” wahh benarkah? Apa ada yang seperti itu, wah hebat sekali, mereka patut mendapatkan bintang lima karena memberikan pelayanan yang terbaik, wahhh hebat!!" seru Obelai yang sangat mudah takjub dengan hal hal kecil.


Sadrakh tertawa melihat tingkah Obelia yang menggemaskan.


“ Obelia, jangan panggil aku tuan lagi, nggak enak di dengar, pihak penerbangan bisa membatalkan bonusnya dan meminta bayaran loh, bayarannya mahal,” bisik Sadrakh dengan senyuman jahil di wajahnya.


Obelia benar benar terkejut bahkan sampai menatap Sadrakh dengan menutup kedua mulutnya dan membulatkan kedua matanya,” wahh bagaimana dong, kalau mereka minta di bayar... pasti mahal, lalu aku harus bagaimana!?” ucap Obelia yang tiba tiba saja ketakutan.


Sadrakh hampir saja tertawa lepas, tapi dia menahan dirinya agar gadis itu tidak malu,” Ubah panggilannya, kita tidak akan dituntut untuk itu,” ucap Sadrakh.


Obelia mengulum bibirnya, dia menatap ke sana kemari seperti anak kecil yang sedang kebingungan.


Sadrakh sendiri terus mengamati ekspresi menggemaskan yang dibuat oleh Obelia,” Ya Tuhan kenapa istriku sangat menggemaskan? Dia sangat lucu hahahhahaha... aku tidak bisa tahan tawaku kalau begini,” batin Sadrakh mulai menggebu gebu .


“ Emmm sa... yang!?" ucap Obelia ragu ragu.


Sadrakh jelas mendengarnya sontak dia terhenyak dengan jantung berdegup kencang,” sial, jantungku,” batin pria itu.


“ A.. apa tadi? Aku kurang dengar, coba ulangi,” ucap Sadrakh dengan senyum tipis setipis tissu.


“ Sayang, aku akan memanggilmu dengan sebutan itu selama kita di sini, aku tidak mau kita bayar mahal untuk pelayanan yang bukan kita minta,” bisik Obelia yang spontan menarik lengan Sadrkah dan mendekatkan bibirnya ke telinga pria yang membungkuk untuk mendengarnya itu.


Senyum secerah mentari tergambar di wajah Sadrakh, “ Baiklah sayang, aku juga akan melakukan hal yang sama,” ucap Sadrakh sambil mengambil tangan Obelia dan menggenggam tangan gadis itu tanpa ragu.


Obelia terkejut dan menatap tangan mereka, “ kenapa begini?” tanya Obelia.


“ Supaya mereka makin yakin,” balas Sadrkah.

__ADS_1


“ Wahh baiklah, aku setuju hehehe..” Obelia tersenyum manis.


Kini tur bulan madu mereka di mulai, semua fasilitas telah disediakan , bahkan anak buah di kirimkan untuk menjaga mereka tetap aman di sana.


Sadrakh menuntun Obelia dengan baik karena ini pertama kalinya bagi gadis itu bisa melakukan perjalanan ke luar negeri. Obelia sangat bahagia dan hal itu membuat Sadrakh benar benar bersyukur telah menemukan Obelia sebagai pendampingnya. Dia menemukan Obelia sebagai sosok yang kini memenuhi hatinya bukan mengambil peran Ester mendiang istri yang sangat dia cintai.


Sadrakh sadar, dia telah melepas Ester dan menguburkan cintanya bersama dengan kematian sang istri. Kini dia dihadapkan dengan seorang perempuan tulus dan manis, bukan sebagai pengganti posisi tetapi memiliki posisi spesial di hati Sadrakh.


Obelia bermain dengan ombak sedangkan Sadrakh tersenyum menatapnya sambil memotret gadis itu. Dia menatap ke langit sejenak,” Esther, terimakasih telah membawa Alesha padaku dan secara tidak langsung kau mempertemukanku dengan Obelia, terimakasih sayang, kau akan selamanya memiliki tempat khusus di hatiku, dan gadis ini, dia akan jadi partnerku untuk selamanya, “ batin Sadrakh.


“ Arkhhhhh apa ini!!” teriak Obelia panik saat merasakan ada benda berlendir yang seolah menjalar ke kakinya.


Mendengar suara teriakan Obelia, Sadrakh langsung panik dan menghampiri gadis itu,” ada apa? Apa kau terluka?” tanyanya panik.


Obelia gemetar ketakutan sambil menunjuk kakinya yang basah dan dililit oleh sesuatu yang berlendir di sana.


” Arhkkk itu apa Sadrakh, itu apa menjijikkan, aku geli arrkhhh tolong aku!!" teriak Obelia sambil memeluk Sadrakh dan menepuk nepuk bahu pria itu dengan panik bahkan hampir saja dia menangis histeris di sana.


Sadrakh menjadi semakian panik, dia melihat ke kaki Obelia dan berpikir kalau ada ular yang melilit kaki gadis itu. Seketika pria itu termangu,” hah apa apaan ini?” ucap Sadrakh sambil menarik benda yang terlihat berlendir berwana hijau gelap itu.


” apa itu... geli sekali, apai itu ular atau belut arhhh tolong aku , aku tidak mau mati di makan ular!!” teriak Obelia sambil menenggelamkan kepalanya dalam pelukan Sadrakh.


Obelia terkejut, dia menatap ke benda yang dipegang Sadrakh,” ru.. rumput laut? Itu rumput laut?” tanya Obelia masih dengan posisi yang sama dalam pelukan Sadrakh.


” iya ini hanya rumput laut yang terdampar, bhahahhaaa……”


Pipi Obelia memerah, dia sangat malu sekarang, gadis itu melepaskan pelukannya dan menggembungkan pipinya.


” ku pikir tadi ular heheheh.” balas Obelai sambil tersenyum kikuk.


Sadrakh tertawa terbahak-bahak,” hahahah masa takut sama rumput laut, cemen ahhh hahaha...”


Obelia kesal, dia menatap pria itu lalu..


Byuurr..


“ Hahhaha rasakan itu, dasar menyebalkan,” Obelia menyiram Sadrakh dengan air laut membuat pria itu menatap Obelia.

__ADS_1


“ Wahh berani kau ya..


“ Hahahha terima ini…


Akhirnya adegan siram siraman terjadi, keduanya saling kejar mengejar dan tertawa bersama di pantai yang indah itu. Obelia dan Sadrakh sangat menikmati liburan mereka yang sudah diatur dengan baik oleh sahabat mereka.


Hingga akhirnya malam yang dinanti pun tiba. Obelia dan Sadrakh duduk di teras kamar hotel mereka sambil menatap ke arah pantai yang sudah gelap tetapi masih tampak bintang dan cahaya lampu yang begitu indah.


” Wah pemandangan malam di sini begitu indah,” ucap Obelia dengan senyuman manis di wajahnya.


Sadrakh tersenyum, sebenarnya sejak tadi dia sedang memikirkan apa yang dipersiapkan teman temannya, tetapi tampaknya tidak terlihat hal yang spesial.


” Kau benar, emmm minum winenya, ini sangat enak,” ucap Sadrakh sambil memberiakn wine itu pada Obelia.


Keduanya menenggak wine itu sambil tersenyum dan menikmati malam ini. Sadrakh menatap ke lepas pantai, Obelia melamun dan tersenyum sambil menikmati semuanya dengan tenang.


Di saat yang sama, pelayan membawakan roti yang mereka minta, membawanya masuk ke kamar itu dengan tenang.


” Silahkan dinikmati tuan, Nyonya,” ucap pelayan itu sambil membungkuk dan meletakkan piring itu di atas meja tetapi..


Srukkk...


” Waduhhh.. tumpah...


Tangan Obelai tersenggol sampai semua wine miliknya tumpah ke gaunnya.


” ma.. maafkan saya nona, maafkan saya tidak sengaja,” ucap pelayan itu.


” Ehh iya gak apa apa, sudahlah biar aku ganti,” ucap Obelia.


” Lain kali hati hati Pak, ” ucap Sadrakh tak suka.


” maat tuan,” ucapnya sambil undur diri dan melirik botol wine yang sudah di buka dan di minum,” yes bonus cair, misi berhasil,” batin pelayan itu dengan senyuman di wajahnya.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan komen.


__ADS_2