
Ella di bawa ke dalam salah satu ruangan di gedung tua yang sudah lama tidak dikunjungi oleh pemiliknya, ,dibiarkan terbengkalai dan tidak diurus sama sekali. Ben dan teman temannya kerap kali datang ke tempat itu untuk melakukan aksi bejat mereka.
Segala kelakuan jahat mereka, mereka lakukan di sana tanpa sepengetahuan siapa pun. Mereka menjual foto-foto dan video tak senonoh ke sebuah situs gelap untuk menghasilkan uang melalui konten terbatas mereka yang hanya bisa dimasuki dengan keanggotaan ekslusif di aplikasi tersebut.
Sudah setahun mereka melakukan pekerjaan gelap ini, mengirimi foto para korban dan menghasilkan uang sebanyak banyaknya dengan rutin meng-upload konten tidak senonoh.
Dan saat ini mereka berencana untuk menjadikan Ella sebagai bahan untuk konten mereka. Kali ini modelnya adalah Tom si penggila kenikmatan duniawi. Menyeramkan memang, mereka tidak bertingkah seperti anak anak seusia mereka. Melakukan segalanya dan bertindak sesuka hati di hadapan siapa pun seolah mereka yang paling berkuasa atas segalanya.
“ Wah ini akan sangat menyenangkan,” ucap Mika yang sedang melucuti pakaian Ella dan mengganti pakaian gadis itu dengan pakaian yang kurang bahan.
" Wah dia ternyata benar cantik, ini sangat luar biasa, tidak ku sangka gadis cupu ini akan merawat tubuhnya seperti ini, luar biasa !" ucap Mika takjub dengan kulit Ella yang sangat bersih dan lembut bahkan kulitnya saja tak selembut itu.
Dia membuka kemeja Ella dan...
Jreng!!
"Ta.. ta tato.." dia terkejut saat melihat tato bergambar beruang di lengan kiri Ella. Tato yang sangat menyeramkan dan tentu saja membuat mereka terkejut.
Bagaimana bisa seorang anak SMA bisa memilik tato? Apa dia seorang anggota gangster!?
"tato apa!?" Tanya Ben terkejut.
" Dia memakai tato. Perempuan ini sangat mengejutkan!!!' ucap Ben tak percaya.
Nike mengambil foto gadis itu dan menatapnya sambil mengamati tato itu.
"Hey cepatlah, apa kalian sudah selesai!?" Tom keluar dari dalam ruang ganti dan memasuki tempat itu dengan pakaian formal," tema kita hari ini, 'pekerja Kantor!!!" ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
" Wohoooo... Selamat bersenang-senang hahahahaha...." Mereka tertawa terbahak bahak melihat penampilan Tom.
persiapan dilakukan dengan matang, kamera standby, masing masing mengambil posisi di tempat mereka masing-masing untuk segera memulai siaran mereka.
Tanpa mereka sadari, apa yang mereka lakukan, telah disaksikan ratusan pasang mata melalui layar proyektor yang terhubung langsung dengan kamer di dalam ruangan kerja mereka.
Di luar sana, keluarga mereka menatap, teman teman mereka syok, tak ada yang sanggup berkata-kata ketika melihat kejadian ini dengan mata kepala mereka sendiri.
Dani berdiri di atas mobilnya, merasa heran dan aneh karena video ini jelas bukan bagian dari rencana mereka. Rencana gadis itu membawa orangtua mereka ke gedung itu adalah untuk menunjukkan apa yang mereka lakukan pada korbannya.
Tetapi hal yang tidak disangka justru terjadi, seseorang telah memasang kamera di dalamnya dan membuat aktivitas mereka terekam jelas dari dalam. layar proyektor di dalam ruangan bisa di lihat dengan jelas dari jendela luar, dan semua orang menatapnya dengan sangat jelas.
Dia tidak menyangka kalau rencananya semakin dimatangkan oleh seseorang yang tidak dia sangka akan memasang kamera dan proyektor sebagai media pertunjukan hari ini.
Seisi sekolah dan orangtua mereka berempat berkumpul di gedung tua itu dan menyaksikan apa yang sedang terjadi di sana.
"Siapa yang memasang kamera!? Apa kalian!?" Tanya Dani menatap Kevin dan Loey.
__ADS_1
" Kami juga tidak tahu. Entah siapa yang mempersiapkan ini, tetapi aku akan berterima padanya karena telah membantu melancarkan misi kita!" Ucap Loey.
" tapi jika demikian, berarti seseorang telah membawa Josua, dia tidak ada di ruangan itu, bagiamana ini!??" Tanya Kevin.
"kami sudah mengerahkan anak buah menyisir area ini. Tetapi tidak ada tanda-tanda kalau pria itu masih di sini, terluka atau mati, sama sekali tidak ada tanda!!" Ujar Loey.
Dani menatap tempat itu, turun dari mobil dan langsung berjalan ke arena gedung untuk memeriksa apa yang terjadi.
Kedua netranya menatap daerah itu. Jelas sekali ada jejak mobil besar yang belum lama datang ke sana.
Tempat itu juga terlihat sama, pemasangan kamera juga jelas sekali dilakukan oleh orang profesional.
" Siapa yang melakukan ini!? Dan apa tujuan mereka!?" Batin gadis itu.
Jelas saja hilangnya Josua menjadi hal yang aneh bagi mereka. Dani menatap tempat itu, di mana semua orang yang datang ke sana tampak syok tak percaya.
" Apa ini!? Kenapa mer melakukan ini!"
"para siswa berandal itu, pak kepala sekolah ini jelas salah anda memasukkan mereka ke sekolah ini!" Protes salah satu guru .
" Benar sekali, hanya karena mereka anak anak orang penting, anda memasukkan mereka dengan sembarangan tanpa tahu kalau mereka bersikap seperti anak iblis yang menghancurkan nama sekolah ini," teriak para siswa mulai protes.
" mereka... mereka juga melakukan pembullyan pada Vanya dan Josua hiks hiks hiks... bapak sudah kami beritahu tapi bapak menutup mata, telinga bahkan hati bapak, kejam sekali!" ucap para siswa.
kepala sekolah tidak tahu harus bilang apa, ini benar benar di luar dugaan, siapa yang akan menyangka kalau anak anak dari orang tersohor di negeri itu akan melakukan tindakan bejat seperti ini.
Wajah mereka, suara mereka dan tawa mereka ketika merekam aksi mereka di pertontonkan diselingi dengan apa yang mereka lakukan saat ini.
" Sialan, siapa yang melakukan ini,aku yakin anak ku di jebak, Ben tidak mungkin melakukan itu!" teriak ayah pria itu sambil mendobrak pintu yang dikunci dari dalam.
Sementara itu di dalam ruangan, mereka telah mempersiapkan semuanya sampai ketika Ella bangun, apa yang mereka bayangkan akan menghasilkan banyak uang bagi mereka dihancurkan oleh gadis itu.
Tom berada di atas Ella sedangkan teman temannya yang lain sudah berada di posisi mereka masing masing untuk mengendalikan siaran langsung mereka.
Tom memakai topeng hitam untuk menutup wajahnya, sedang Ella dibuat berbaring
Tepat di saat dia naik, Ella membuka kedua matanya dan menatap pria itu," mau apa keparat sialan?" umpat Ella sambil mencekik pria itu sampai dia bahkan tidak bisa bernafas.
Di saat yang sama siaran langsung mereka kacau, sinyal hilang dan laptop yang dipakai Nike dan Mika rusak, tak bisa dipakai sama sekali.
" Hei tunggu dulu, laptopnya rusak, tidak bisa dipakai, ada apa ini?!" ucap Mika sambil menekan nekan laptopnya.
" yang benar saja, milikku juga rusak, tidak bisa menyala sama sekali," balas Mika sambil menekan nekan tombol laptopnya yang sama sekali tidak bisa berfungsi.
" Sialan, hey Tom kita ulang, ada masalah dengan laptopnya," ucap Benny sambil mendekati Mika dan Nike memeriksa laptop itu dengan seksama.
__ADS_1
Tom sama sekali tidak menjawab, tampak pria itu mencengkram kedua sisi tempat tidur yang hanya berlebar satu meter lebih itu.
" Tom!?" teriak mereka heran. tetapi Tom sama sekali tidak menjawab, hanya kakinya saja yang bergerak seperti menggeliat di atas sana.
"Sial!" umpat Benny sambil mendekati pria itu.
" apa kau sudah mulai? laptopnya rusak bangsat!" kesal Benny sambil memukul punggung Tom.
tiba tiba saja,
Brukk... gerbakkk!
Tom di lemparkan dari atas tubuh Ella dan terjatuh ke atas lantai dengan wajah membiru, sesak karena kekurangan nafas.
Ella mencekiknya dengan sangat kuat sambil membungkam mulut pria itu dengan tangannya.
jangan tanya soal tenaga, Ella sama persis seperti Dani yang beringas dan kejam.
" hellouurr... sweety heart ahhahaa.." Ella tertawa, dia menarik selimut dan membungkus tubuhnya yang ditutupi dengan pakaian kurang bahan.
" ka.. kau.. bagaimana bisa.. kau... teman teman dia bangun!" ucap ben terkejut.
" si.. sial.. Tom! kau apakan Tom!" teriak Mika terkejut.
" mau ku bunuh sih, tapi sayang nyawanya, masih bisa disiksa," ucap Ella dengan gamblang sambil duduk bersila dengan wajahnya yang cantik dan rambut panjangnya yang tergerai.
" Kau.. kau apakan dia?" terak ben sambil menarik tangan gadis itu, tapi sialnya, dia bahkan tak bisa menahan tangan Ella.
Bughh..
" cukup basa basinya dan tunjukkan sikap aslimu bajingan keparat!" Ella menendang Ben sampai pria itu terlempar ke dinding.
" arkhhhh!" saking takutnya, Mika dan Nike spontan berteriak dan berlari keluar dari ruangan itu.
"oh... oh.. oh! adik adik yang cantik ini mau ke mana?" Ella menarik kepala mereka, entah kapan gadis itu tiba di belakang mereka.
" sialan lepaskan!"
.
.
.
Like, vote dan komen.
__ADS_1
Kiranya anda berkenan untuk mengunjungi " LOCO!"