
Srakkhh... Srakkhh... Srakkhh!!
"umnhh.... Ummhhh... Ummhhhh.... Arrkhhhh..."
suara rintihan seseorang terdengar di dalam sebuah gedung tua yang terbengkalai.
Josua, teman baik Vanya menyeret-nyeret tubuhnya yang diikat dengan tali tambang begitu kuat sampai kulitnya tertekan dan terluka.
Menatap ke sana kemari, mendekat ke cahaya matahari yang merangkak masuk melalui celah celah bangunan tua itu. Tangannya, kakinya, sekujur tubuhnya terluka, bahkan tak bisa bersuara.
Josua merangkak sambil menangis pilu atas apa yang terjadi pada dirinya.
"Va.. .. Van...nya..." Gumamnya terbata-bata. Berusaha keluar, tetapi yang dia lakukan hanyalah usaha yang dia sia. Karena dia terkurung di tempat menyeramkan itu.
Kratang... klotang!!
Terdengar suara pintu besi yang dibuka dari depan, seketika pria itu terkesiap, tetapi dia terlalu lemah untuk berlari dari sana ,terlalu sakit baginya untuk bergerak sekedar bersembunyi dari orang-orang jahat itu.
"Arkhhh... akhhh.... akhh..." Dia hanya bisa bergumam, mulutnya tak bisa berbicara dengan jelas, trauma membuatnya terus membungkam mulutnya karena neraka yang terus menerus menghantui hidupnya.
"Siapa pun tolong aku hiks hiks hiks... Ayah Ibu... Tolong bantu Josua dari atas sana, tolong lihat anak kalian, hiks arrhhh.... tolong aku...." Josua menangis sesenggukan.
Cahaya menyeruak memasuki area bangunan itu. Pintu terbuka lebar, tampak beberapa pasang kaki masuk ke dalam. ruangan itu sambil berlari.
Ada tiga orang pria, jelas dia melihat tiga orang pria di sana.
" Bagaimana kau bisa menemukannya!? kau kan jauh di sana pak tua menyebalkan!!" Suara Isak terdengar jelas di dalam ruangan itu.
Mendengar suara Isak, Josua terkejut bukan main, jelas dia disembunyikan di tempat terpencil, bagaiman bisa Isak menemukannya!?
"Cepatlah bantu dia, Aku bukan pak tua dasar Isak nakal, kau harus sopan pada kakakmu, harus sopan!! " suara Andara terdengar dari seberang sana.
Entah bagaimana, tetapi Isak datang ke tempat itu dengan arahan dari Andara di USA. Padahal dia jauh di sana tetapi dia malah ikut andil dalam menemukan kasus ini.
Isak menghela nafas,"Kak Kau selalu berbuat aneh aneh, sebenarnya apa hubunganmu dengan orang orang itu? mereka datang ke sekolah dan membuat malu gengnya Si Benny, apa hubunganmu dengan mereka?" tanya Isak Penasaran
"Isak, biar ku beritahu satu poin penting, manusia yang terlalu penasaran adalah yang paling cepat mati, kau paham kan!??" ucap Andara tanpa perasaan.
"Uhhh aku merinding mendengar mu, kau sangat kejam, ya sudah, setelah ini tolong jelaskan padaku semuanya dengan detail!!" tukas Isak.
__ADS_1
tutt... tuutt... tutt...
Isak menatap ponselnya dengan wajah kesal," wahh dasar manusia tidak berperasaan, kau sangat kejam!!" gumamnya sambil geleng-geleng kepala.
"Tuan muda, itu dia!!" ucap pengawal yang ikut dengan Isak. Tak ada yang tahu, tapi Isak adalah anak dari salah satu orang terkaya di negeri itu.
Penampilannya cukup serampangan sampai membuat orang tidak menyadari kalau dia adalah anak dari orang penting.
Dia bertemu dengan Andara saat duduk di bangku SMP. Andara menyelamatkan nyawanya dari penculik saat dia masih begitu lugu untuk paham tentang orang-orang jahat yang mengincar nyawanya.
Isak, kerap kali diikuti orang jahat yang ingin menghancurkan bisnis keluarganya, selain itu dia dahulu adalah anak cupu yang tidak berani melawan.
Tetapi sejak dimarahi oleh Andara yang terus berbicara bagaikan robot dan mengungkapkan isi hatinya dengan gamblang, tak butuh waktu lama dia berubah jadi anak yang tangguh.
Momen paling manis yang dia ingat adalah ketika Andara selalu menunggunya di gerbang sekolah dan mengikutinya jalan untuk pulang ke rumah.
Dia bukan anak yang senang dengan kemewahan, dia kerap kali pulang pergi ke sekolah tanpa pengawal bahkan jalan kaki.
Andara yang kala itu melakukan aktivitas berulangnya mendapati penguntit hendak menculiknya.Dia dengan berani berteriak dan menggagalkan aksi itu.
Dia berjalan mengikuti Isak dari jarak yang dekat dan menjaga bocah itu.
Sejak saat itu Andara berteman baik dengan Isak meskipun usia mereka berbeda satu dekade.
Isak berlari ke arah di mana anak buahnya berada, dan tampaklah Josua duduk merintih kesakitan dengan sekujur tubuhnya penuh luka.
"Josua!!"
"Cepat buka !!" titah Isak panik .
Ikatan itu dilepaskan, Josua terkulai lemas sambil menangis sesenggukan menatap Isak dan kedua pengawal itu.
"Arrhh sialan, dasar bajingan itu, kenapa dia tega melakukan hal sekejam ini!!" umpat Isak seraya mengeraskan rahangnya.
"Maaf terlambat bro, kami baru menemukan posisimu!" ucap Isak.
Pria itu mengangkatnya ke punggung nya," kalian siapkan mobil dan hubungi Mama!!" teriaknya sambil berlari menggendong pria itu.
Kedua anak buahnya langsung menyiapkan mobil, dan menghubungi Ibu pria itu yang adalah seorang dokter.
__ADS_1
Mereka bergegas pergi dari sana setelah mendapatkan Josua. Keselamatan Josua adalah yang terutama.
"Kak Andara aku sudah membawanya? sekarang bagaimana? apa mereka akan ditangkap? bagaimana kakak mendapatkan buktinya tolong jelaskan semuanya padaku!!!" gerutu Isak.
" Isak jangan marah marah, nanti jadi cepat tua, Kakak tahu kamu sudah membawanya, biarkan dia di rawat dan pertemukan dia dengan Vanya, " jelas Andara.
"Dani dan yang lainnya sedang mengejar Ben dan teman temannya yang jahat. Untuk masalah bukti Isak tidak perlu khawatir, kekasih kakak sudah mengumpulkan semuanya, " ujar Andara.
"Wahh kau punya kekasih? yang mana? gadis yang mana kak!?? apa dia benar-benar mau pada pria tak berperasaan seperti dirimu? dasar menyebalkan!" celetuk Isak.
"Anak anak harusnya belajar, bukan mencampuri urusan orang dewasa," ucap Andara dengan datar.
"Hahahha... iya pak robot, iya... cepatlah pulang, aku merindukanmu, " ucap Isak.
"Baiklah, kakak akan segera pulang, sebentar lagi!!" ucap Andara.
Sementara itu,
Dani dan timnya sedang mengikuti Ben dan teman-temannya menuju gedung tua itu dengan Ella sebagai sandera mereka.
" Apa Ella akan baik-baik saja!? ini buruk, di luar dugaan kita!!" ucap Kevin khawatir.
" Kau tidak tahu segila apa gadis itu Kevin, dia gadis gila yang sangat sadis, " ucap Dani.
"Ohh iya sebelumnya aku mau bilang, Ella sangat menyukaimu, " ucapnya sambil menatap tajam ke depan.
" Ella!? menyukaimu?" tanya pria itu.
Dani mengangguk," Nyonya muda bahkan sudah tahu hal ini, apa yang akan kau lakukan, ada seseorang yang menyukaimu sejak lama, apa kau tidak mau move on?" tawar Dani.
Kevin terdiam, dia tidak tahu, dia tidak sadar bahwa ada orang yang menyukainya.
Mereka melaju dengan kecepatan tinggi. Anak buah tim Aryn juga mengikuti mereka dari belakang.
Para pembully itu akan segera disergap hari ini.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen