
Laura kini di rawat di rumah sakit. Kabar kecelakaan yang dialami Laura tersampaikan ke kediaman Kent.
Hal Ini sukses membuat Diego, Sadrakh, Para kurcaci dan pelayan terkejut dengan kejadian tersebut.
Semua orang mengkhawatirkan kondisi Laura, mereka hanya bisa menunggu sampai diijinkan datang dan mengunjungi gadis itu di rumah sakit. Siapa sangka terjadi hal seperti itu pada Laura.
Kini Simon bersama Hendry, Zayn serta anak buah dari tim Aryn berada di rumah sakit tempat Zayn bekerja. Keamanan khusus dibuat untuk menjaga Laura di rumah sakit itu.
Lantai khusus yang selalu disiapkan untuk Simon kini dipakai oleh Laura.
Kondisi Laura sudah membaik sejak dibawa ke rumah sakit semalam, luka lukanya sudah dirawat dan dibalut dengan baik oleh Zayn.
Simon duduk di samping brankar Laura. Dia menggenggam tangan gadis itu dan menatapnya dengan tatapan khawatir karena Laura tak kunjung bangun.
Padahal Zayn sudah mengatakan kalau Laura akan baik-baik saja. Mereka hanya tinggal menunggu tetapi Simon terus khawatir.
"Ck... ck... ck... lihatlah si bodoh itu, jelas jelas dia sudah jatuh cinta pada Laura tapi dia masih belum mengakuinya, dasar bodoh!" Ejek Diego yang sedang nangkring di depan pintu ruangan Laura sambil garuk garuk kepala karena belum mandi sejak kemarin.
Kelakuan pria ini benar benar membuat orang geleng-geleng kepala.
" Diego kau jorok kampret, mandi sana, bau jigong tau gak!!!" Lagi lagi Sadrakh jadi korban Diego.
Pria itu hanya tertawa cengengesan sambil mencium jari jari bekas ketombenya.
"Jangan ribut, kalian akan di sembur oleh tuan Simon nanti!" imbuh Hendry dengan tatapan kesal pada dua manusia bobrok di depannya itu.
Sementara itu Simon terus menatap Laura sambil mengusap lembut punggung tangan istrinya.
Ada getaran lain di dalam dirinya. Semakin Simon mempelajari hatinya, semakin dia mengerti kalau Laura mulai masuk dan bertahta di hatinya.
Selama di New York dia tak bisa fokus bekerja jika belum mendengar laporan mengenai kegiatan Laura, dia sangat senang melihat gadis itu tertawa dan bercanda bahkan menyapanya dengan senyuman sumringah.
Jantung Simon selalu dibuat berdebar setiap melihat tatapan lembut dari netra Laura.
"Sepertinya aku mulai menyukaimu Laura, kau memenuhi ruang di hatiku, sihir apa yang kau gunakan sampai aku jadi seperti ini?"batin Simon.
" Bangunlah, banyak hal yang harus kita lakukan, aku sudah pulang, aku ingin melihatmu tersenyum" ucap Simon pelan sambil mengusap lembut kepala gadis itu.
Di saat yang sama, Laura membuka kedua matanya saat merasakan usapan lembut di kepalanya.
"Emm.... uhuk... uhuk... uhukk.... aduhhh.... kepalaku...."
Simon terperanjat, dia langsung spontan berdiri dan menekan tombol darurat begitu Laura terbangun.
__ADS_1
" Apa kepalamu sakit!? bagaimana perasaanmu? Laura kau kenal aku kan? kau tau aku kan? mana lagi yang sakit? kau sangat pucat... tenang saja, Zayn akan mengobatimu dengan baik!!" ucap Simon sambil memeriksa Laura dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Simon langsung heboh saat Laura Bangun. Dia menatap dan memastikan kondisi Laura benar benar baik.
Pria itu sangat panik sampai membuat seisi ruangan itu heboh.
Laura bahkan sampai terkejut saat mendengar suara berisik dari Simon.
"Cepat Zayn, kenapa kalian lamban sekali, dia sudah bangun, cepat sembuhkan dia sekarang!!!" teriak Simon panik.
Dia menarik semua perawat dan Zayn pun hampir terjatuh karena ulahnya.
Grhhhh....
" Hendry, Sadrakh keluarkan si tolol ini dari ruang kerjaku!!!!" pekik Zayn sambil mendorong Simon menjauh dari ruangan itu.
Karena tak ada gunanya Simon berada di sana, yang ada para perawat dan dokter pendamping Zayn malah takut memeriksa kondisi Laura.
Semua akan dilarangnya, mulai dari jangan ada Dokter pria lain, jangan ada perawat laki-laki jangan menyentuh badan Laura, jangan menyuntiknya dan segala hal Simon larang untuk mereka lakukan.
Pria ini benar benar pengacau yang membuat semuanya runyam dalam sekejap!
"KELUAR KAU!!" teriak Zayn tak kalah marah.
Zayn dan yang lainnya memutar malas kedua bola mata mereka.
Hendry dan Sadrakh langsung menarik tangan pria itu dan membawanya keluar dari dalam ruangan itu agar Zayn bisa melakukan tugasnya.
"Dasar bajingan tidak berguna ini, menyusahkan pekerjaanku saja!!!" gerutu Zayn.
Suasana hening sejenak. Kekacauan karena Simon tadi membuat semua orang terheran-heran dengan tingkah kekanakan pria dewasa itu.
Laura bahkan sampai tak menyangka kalau Suaminya bisa bersikap seperti itu.
"Hahah... Dia lucu kalau marah, " ucap Laura pelan.
Zayn terkejut, dia mengangkat kepalanya dan menatap Laura.
" Laura, yang benar saja?? Kau bilang dia lucu !? kau gila ya!? astaga bagaimana bisa aku melihat dua manusia sebodoh kalian berdua, Simon lucu!? tolong keluarkan bola matamu cuci dan pasang kembali Laura!" celetuk Zayn
Mereka tak percaya Laura malah mengatakan Simon yang mengamuk itu lucu, yang benar saja apa otak Laura juga sudah rusak?
Gadis itu menatap Zayn sambil tertawa kecil. Mereka semua juga panik karena Simon panik tak beraturan seperti tadi, aneh saja melihat seorang tuan muda seperti Simon menjatuhkan harga dirinya di depan semua orang karena panik istrinya sakit.
__ADS_1
"Bagaimana perasaanmu? " tanya Zayn yang langsung menangani Laura tepat saat kedua netranya melihat wajah Simon mengawasi di balik pintu dengan tatapan tajam dan wajah tegang sambil berdiri dan menempelkan wajahnya di pintu .
"Sialan si Simon, seperti setan saja!" umpat Zayn dalam hati.
"Kepalaku sedikit sakit dan kakiku nyeri karena lukanya," jelas Laura dengan suara pelan.
Zayn mengangguk," hmmm... kau sudah tidak apa-apa, kita hanya perlu merawat lukamu," ucap Zayn sambil menatap Laura dengan tatapan tak biasa.
Sejak diberitahu kalau Laura sudah bangun, Jantung Zayn berdebar kencang. Tak biasa dia begini.
Seolah ada rasa lega setelah Laura bangun dari tidurnya, padahal jelas kalau Laura pasti akan bangun tetapi Zayn seolah berharap agar gadis itu bangun lebih cepat.
"Kenapa melihatku seperti itu kak? " tanya Laura penasaran.
Zayn menggelengkan kepalanya," Kau seperti adikku!" ucap Zayn lalu memalingkan pandangannya ke arah lain.
" Adik kakak?" tanya Laura.
Zayn mengangguk," hmm.. Adik kembarku, dia hilang saat usianya 2 tahun, hanya saja wajah kami tidak sama sehingga sulit mencarinya, aku juga penasaran seperti apa dia sekarang, apa dia hidup layak, apa dia punya orangtua? tapi informan kami mengatakan kalau dia sudah meninggal," jelas Zayn.
"Aku turut sedih kak, maaf mengingatkan mu," ucap Laura seraya menepuk punggung tangan Zayn dengan lembut.
Pria itu memiliki seorang adik yang hilang berpuluh tahun yang lalu. Menurut informasi adiknya telah meninggal di tangan penculik itu. Tetapi Zayn tidak tahu cerita lengkap kasus hilang sang adik, yang dia tau dia punya adik kembar perempuan yang hilang puluhan tahun yang lalu.
"Bukan apa-apa, cepatlah sembuh, suamimu itu seperti pantat ayam, mulutnya terus mengoceh ini itu, seisi rumah sakit hancur dibuatnya, " oceh Zayn setelah memberikan beberapa suntikan untuk Laura.
"Benarkah dia seperti itu? dia pasti lucu kalau sedang marah-marah," ucap Laura sambil tertawa.
" Lucu apanya, dasar kau, ohh iya dokumen itu kuberikan pada Simon, minta saja padanya nanti, aku sudah selesai, aku pergi dulu ya," Zayn mengakhiri pemeriksaan nya setelah memastikan Laura dalam kondisi baik.
tetapi Laura menahan tangan Zayn," Kak, apa Tuan Simon marah?" tanya Laura.
Zayn berbalik dan menatap Laura," Tidak, kau bisa lihat sendiri nanti," ucap Zayn.
Pria itu meninggalkan ruangan Laura, dan si singa liar pun dilepas masuk ke ruangan Laura.
" Laura!!!"teriakan Simon berhasil mengejutkan semua orang.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗