Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
227Season 2: Mikha


__ADS_3

" Sebenarnya aku sangat ingin memberitahukan padanya, tapi aku masih menyimpan janjiku pada Mikha, pria itu akan mati jika aku memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada Mikha. Dia bisa segera menyusul Mikha, sayang," jelas Simon dengan wajah khawatir.


Dia menggandeng tangan istrinya dan membawa wanita itu duduk di sofa.


" Mikha memohon padaku agar tidak membiarkan Marcel tahu kalau dia sudah meninggal, pria itu pasti akan melakukan hal bodoh," ujar Simon.


Laura menghela nafas sedih," jika demikian keadaannya, maka akan sangat sulit untuk membuat pria itu paham tentang bagaimana Mikha sebenarnya sangat mencintai dia, bahkan Mikha rela membiarkan Marcel membenci dirinya hanya agar pria itu tidak menyakiti dirinya sendiri," ucap Laura.


" tapi bagaimana dengan anak itu, dia juga berhak tahu siapa ayahnya!" ucap Laura dengan mata berkaca kaca.


" Marcel itu seorang ayah, dia harus tahu kalau Mikha telah melahirkan putra mereka!" ucap Laura.


Marcel dan Mikha saling mencintai di masa lalu, mereka sudah bertunangan dan bahkan tinggal serumah. Mikha menderita kanker rahim saat tahu kalau dirinya sedang mengandung buah hatinya bersama Marcel.


Perempuan itu mengetahui dirinya mengandung ketika usia kandungan itu sudah menjalani tiga bulan dan di saat yang sama dia mendapatkan kabar tak mengenakkan kalau dirinya mengidap penyakit mematikan yang bisa merenggut nyawanya atau nyawa janin yang dia kandung.


Ada dua pilihan yang bisa dia pilih, yaitu mempertahankan janin sehat yang dia kandung dan kehilangan nyawanya atau menyerah pada janinnya dan memilih menggugurkan kandungannya untuk mengangkat kanker yang kesempatan sembuhnya juga sangat kecil.


Mikha bergelut dengan masalah ini, itu sebabnya dia menyembunyikan semuanya dari Marcel, dia memilih untuk mempertahankan janinnya dan menyerah pada nyawanya.


Mikha tahu, sekalipun dia menggugurkan bayi itu, dia hanya akan hidup dalam kehancuran dan kanker yang dia derita tak akan bisa pulih sepenuhnya.


dia hanya akan membuat Marcel sedih bahkan berbuat gila.


Itu sebabnya, Mikha, teman baik Simon dan Laura meminta bantuan Simon untuk membawanya dari negara itu, mengatakan pada Marcel kalau dirinya sudah tak suka pada Marcel dan berpisah dengan tunangannya itu padahal Mikha sangat membutuhkan marcel.


Namun di sisi lain, jika dia tak mempertahankan janin itu maka tak akan ada yang tinggal bagi Marcel jika suatu saat dia akan meninggal karena penyakitnya.


Dia sangat mencintai Marcel dan dia juga tahu Marcel sangat mencintainya, tapi takdir berkata lain terhadap umurnya yang pendek.


Mikha meregang nyawa sesuai dengan prediksi, tepat sehari setelah melahirkan bayinya.

__ADS_1


Dia melahirkan bayi yang sangat sehat dan tampan, mengambil rupa yang mirip dengannya dan Marcel.


Mikha masih diberi kesempatan untuk memeluk putranya dan mempersiapkan kematiannya hingga dia menghembuskan nafas terakhirnya begitu dia selesai memberikan ASI terakhir bagi bayi malangnya.


Mikha telah meninggal dunia, dia meminta Simon merahasiakan semuanya dari Marcel. Karena dia sangat hapal dengan sikap pria itu, dia tahu kalau Marcel akan segera menyusulnya jika pria itu tahu dia telah meninggal.


Permintaan Mikha jelas sangat memberatkan simon. Pria itu sangat ingin memberitahukan Marcel kebenarannya, tetapi melihat Marcel yang memang temperamennya buruk dan pemarah, dia menahan dirinya selama bertahun tahun dengan rahasia besar itu.


Sampai tiba saatnya dia bisa membawa Marcel pada putra pria itu dan menerima kematian Mikha dengan lapang dada meskipun mungkin hal itu akan sangat sulit dia terima.


" aku tidak bisa sayang, ini sangat berat, Marcel pria yang susah di tangani, apalagi ini bersangkutan dengan orang yang sangat dia cintai, aku saja melihatmu melahirkan si kembar sudah mau mati karena kau berdarah begitu banyak, kau bertarung dengan nyawamu, aku sesak sayang bagaimana lagi dengan dia yang ditinggal mati kekasihnya karena penyakit menyeramkan itu, dia bisa segera menyusul Mikha, lalu siapa yang akan menjaga Putranya nanti? malang sekali nasib putranya jika dia benar benar kehilangan ayahnya lagi setelah sang ibu yang meninggal setelah memperjuangkan dia," jelas Simon tak kuasa menahan rasa sedihnya jika membayangkan perjuangan Mikha yang memilih bersembunyi di negara asing dan menyimpan segalanya dari Marcel.


Laura menghela nafas berat," ini benar benar pilihan yang sulit, tapi aku kasihan pada bayi itu, dia harus segera mengenal ayahnya," ucap laura.


Simon mengangguk setuju," aku setuju sayang, tapi kita butuh rencana untuk mewujudkan hal itu," ucap simon.


" Bagaimana perasaan Marcel nanti jika sampai dia tahu kalau kekasihnya telah meninggalkan dia, dia pasti akan gila sayang, kau bisa melihat sorot mata penuh dendam tetapi merindukan Mikha itu kan? aku saja sedih melihatnya," ucap Simon.


Kenyataan ini akan sangat sulit untuk disampaikan atau bahkan hanya untuk mengungkitnya, mereka butuh rencana besar yang matang agar Marcel benar benar siap dan dengan lapang dada menerima kematian Mikha.


" Aku akan membantu sayang, tapi kau jangan cemburu jika aku sedikit dekat dengannya," celetuk Laura seraya mencubit gemas pipi suaminya.


" Mana mungkin aku cemburu Laura, aku tahu kau tak akan bisa lepas dari ku sayang, kau wanitaku dan aku milikmu,"ucap Simon dengan senyuman liarnya mendekat ke wajah sang istri hendak mengecup bibir wanita itu hingga...


" kehmm...panas nih panas, gak di kantor, gak di rumah nyosor aja teross.. lanjutkan lanjutkan!!" suara Zayn terdengar di ruangan itu.


Ummah..


Bukannya menyerah, Simon malah sengaja mengecup bibir Laura di depan kembaran istrinya.


"Ya elah bambang pakai dilanjutin segala, di depan anak anak loh!!" ucap Zayn sambil menunjuk si kembar yang berdiri di kedua sisinya.

__ADS_1


Brukk!!


Laura terperanjat, dia sangat terkejut karena ada anak anaknya di sana. Wanita itu melompat dan mendorong suaminya dengan pipi bersemu merah sambil menyambut anak- anaknya.


" hahaha Mama papa kami gak lihat kok, lanjutin aja..."celetuk Laksamana seraya menutup kedua mata adiknya dan berdiri membelakang orangtuanya sambil tertawa.


" Iya, Dira gak lihat Papa dan mama ciuman kok, Dira gak Lihat Papa nyosor nyosor mama kok," celetuk Dira dengan polosnya.


" pftfhh bwahahahahhahaa...


Mendengar celotehan kedua anak itu sontak membuat para orang dewasa di ruangan itu tertawa terbahak bahak. Jelas sekali mereka berdua sudah melihat dan mendengar apa yang sedang dilakukan oleh orang tuanya.


" hahah anak anak.. kalian pintar sekali, semua ini berkat ajaran seseorang," ucap Laura sambil melirik suaminya yang senyum senyum di sudut sana .


" Dasar Simon menjengkelkan!!" kesal Laura.


" anak anak sini, ayo makan dulu sayang.." ajak Laura segera mengamankan anak anaknya dari pengaruh buruk sang suami manja.


" Baik Mommy!!" seru mereka berdua dengan wajah gembira .


"Simon, kapan kau akan menyerahkan bayi itu pada ayahnya? bukannya sudah tepat waktunya? dia juga butuh orangtua," ucap Zayn tiba-tiba.


Simon terbelalak, dia menatap Zayn," Wahh... kau dan Laura benar benar saudara kembar ya!?? "


.


.


.


Like vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2